Arsenal Menang 1-0 di Anfield, Liverpool Tanpa Tembakan Tepat Sasaran

Arsenal Menang 1-0 di Anfield, Liverpool Tanpa Tembakan Tepat Sasaran
Kai Havertz mencetak gol pada menit ke-16 yang menjadi pembeda kemenangan Arsenal atas Liverpool di Anfield.

Arsenal mengalahkan Liverpool 1-0 di Anfield lewat gol pembuka Kai Havertz, mengunci kemenangan liga pertama mereka di kandang Liverpool dalam 14 tahun sekaligus menjaga jarak tiga poin di puncak klasemen. Bagi Liverpool, kekalahan ini menyisakan catatan pahit: untuk pertama kalinya dalam 16 tahun mereka gagal melepas satu pun tembakan tepat sasaran di laga Premier League.

Gol Havertz pada menit ke-16 menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung di Anfield. Arsenal tampil disiplin menjaga keunggulan, sementara Liverpool harus menerima kenyataan pahit kehilangan poin di hadapan pendukung sendiri.

Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, sebelumnya menepis pertanyaan soal peluang juara timnya dengan dua kata sederhana: "Too early." Namun Arsenal membuktikan bahwa kata yang sama juga berlaku untuk perkembangan tim asuhannya.

Van Dijk Disiplin Kartu Kuning Usai Protes ke Wasit

Kekecewaan tuan rumah memuncak setelah pertandingan. Virgil van Dijk menerima kartu kuning usai melakukan protes sarkastik terhadap wasit Andy Madley. Suasana Anfield dipenuhi kemarahan suporter yang menilai keputusan pengadil merugikan Liverpool.

Liverpool seharusnya mendapat penalti ketika Jurriën Timber menarik kaus Alexander Isak dan menghalangi upayanya menyambut umpan silang Bradley Barcola. Florian Wirtz juga membentur mistar gawang pada periode terbaik Liverpool, sementara Alexis Mac Allister menyia-nyiakan sundulan bebas dari jarak 10 meter.

Statistik: Nol Tembakan Tepat Sasaran, Sinyal Tim Kehabisan Ide

Tekanan Liverpool di babak kedua tidak berbuah hasil. Gabriel Magalhães dan Declan Rice tampil solid di lini belakang Arsenal, meredam setiap gelombang serangan tuan rumah.

  • Liverpool: 0 tembakan tepat sasaran (pertama kali dalam 16 tahun di Premier League)
  • Arsenal: unggul tiga poin di puncak klasemen usai kemenangan ini
  • Kemenangan liga pertama Arsenal di Anfield dalam 14 tahun

Bukti paling jelas bahwa tim mahal Liverpool kehabisan akal terlihat saat Van Dijk dipindah ke posisi penyerang tengah pada menit-menit akhir. Ia didukung Isak, Barcola, serta pemain pengganti Lewis Koumas, Victor Muñoz, dan Rio Ngumoha.

Debut Trey Nyoni, Satu dari Sedikit Sisi Positif Liverpool

Iraola memberi kejutan dengan menurunkan Trey Nyoni sejak menit pertama. Gelandang 19 tahun itu langsung meninggalkan kesan, memenangi duel 50-50 melawan Martin Ødegaard dan menunjukkan ketenangan saat menguasai bola.

Namun kebutuhan Liverpool untuk mengejar ketertinggalan sejak menit ke-16 membuat Iraola lebih membutuhkan agresivitas di sepertiga akhir. Nyoni ditarik keluar pada menit ke-59 dan digantikan Dominik Szoboszlai.

"Saya pikir itu penalti, tetapi kami perlu memikirkan apa yang bisa kami perbaiki agar berada di sisi yang tepat dalam pertandingan besar seperti ini," kata Iraola usai laga.

Kekalahan ini menjadi pelajaran keras bagi Liverpool. Jarak antara sang juara dan tim yang disebut calon penantang masih terasa nyata. Terlalu dini untuk menilai, seperti kata Iraola. Namun waktu akan menjawab.

Berita Lainnya

Index