Zulhas Beberkan Strategi Kemenko Pangan Atasi Irigasi hingga Harga Jual Petani

Zulhas Beberkan Strategi Kemenko Pangan Atasi Irigasi hingga Harga Jual Petani
Menko Pangan Zulkifli Hasan memaparkan dua strategi utama untuk mewujudkan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan memaparkan dua strategi utama untuk mewujudkan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Strategi pertama menyasar optimalisasi lahan eksisting lewat deregulasi irigasi, pupuk, hingga harga jual petani. Langkah kedua memperkuat penelitian benih dan mekanisasi pertanian.

Pemerintah menempuh jalur ganda untuk membenahi sektor pangan nasional. Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan hal itu dalam pidato kunci pada program Special World Food Day bertema "Inovasi untuk Kedaulatan Pangan Indonesia" yang digelar CNBC Indonesia.

Pria yang akrab disapa Zulhas tersebut menjabarkan strategi pertama sebagai optimalisasi lahan eksisting. Caranya melalui deregulasi yang menyentuh perbaikan lahan, irigasi, pupuk, dan harga jual petani.

Deregulasi Irigasi dan Pupuk Jadi Prioritas

Masalah irigasi dan pupuk selama ini menjadi keluhan klasik petani. Deregulasi di dua area tersebut dimaksudkan agar lahan yang sudah ada bisa digarap lebih produktif tanpa perlu perluasan besar-besaran.

Zulhas menempatkan harga jual petani sebagai bagian tak terpisahkan dari paket kebijakan. Menurutnya, perbaikan lahan dan irigasi tidak cukup jika hasil panen tidak memberi nilai tambah bagi petani.

Strategi kedua menyasar penguatan penelitian benih dan bibit. Kemenko Pangan mendorong pengembangan varietas pangan baru sekaligus memperkuat teknologi dan mekanisasi pertanian.

Kemenko Pangan Selaraskan Kebijakan Antar-Kementerian

Zulhas memastikan upayanya menyelaraskan kebijakan dan program antar-kementerian/lembaga. Tujuannya agar pengembangan teknologi dan inovasi benar-benar menjawab kebutuhan petani, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Koordinasi dilakukan Kemenko Pangan hingga ke tingkat stakeholder dan petani. Penerapan teknologi pertanian pun disebut melibatkan mereka yang berada di lapangan.

"Menko Pangan mengkoordinasikan K/L hingga stakeholder dan petani dalam penerapan teknologi & inovasi pertanian," ujar Zulhas dalam paparannya.

Hilirisasi Beras Shirataki hingga Etanol

Di sisi hilir, Kemenko Pangan memperkuat hilirisasi dan rantai distribusi pangan dalam negeri. Langkah ini diarahkan agar produk pangan memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Dua contoh yang disebut Zulhas adalah beras shirataki dan etanol. Keduanya menggambarkan upaya mengolah komoditas pangan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi, bukan sekadar dijual dalam bentuk mentah.

Bagi pelaku usaha di sektor pangan, arah kebijakan ini membuka ruang pada rantai distribusi dan pengolahan. Sementara bagi petani, hasilnya bergantung pada seberapa cepat deregulasi irigasi, pupuk, dan harga jual dieksekusi di lapangan.

Paparan Zulhas disampaikan dalam Special Program World Food Day yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Nasional. Program tersebut mengupas langkah strategis mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Berita Lainnya

Index