Harga Emas Antam Anjlok Rp 20.000 per Gram, Buyback Ikut Terjun Bebas

Harga Emas Antam Anjlok Rp 20.000 per Gram, Buyback Ikut Terjun Bebas
Harga jual emas Antam tercatat Rp 2.526.000 per gram pada perdagangan Sabtu (31/10/2026), turun Rp 20.000 dari hari sebelumnya.

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 20.000 menjadi Rp 2.526.000 per gram pada perdagangan Sabtu (31/10/2026), melanjutkan pelemahan Rp 13.000 sehari sebelumnya. Penurunan dipicu jatuhnya harga emas dunia ke level terendah dalam setahun akibat ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama. Bagi pemilik emas, harga buyback Antam anjlok lebih dalam, yakni Rp 65.000 per gram.

Paragraf pembuka: Harga emas Antam kembali tertekan pada perdagangan akhir pekan. Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga jual emas Antam berada di Rp 2.526.000 per gram, turun Rp 20.000 dari posisi Jumat (30/10/2026) sebesar Rp 2.546.000 per gram. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif setelah sehari sebelumnya harga sudah susut Rp 13.000 per gram.

Yang lebih menyakitkan bagi pemilik emas, harga buyback Antam merosot jauh lebih dalam. Nilai yang diterima pemilik emas saat menjual kembali batangannya ke Antam kini hanya Rp 2.276.000 per gram, anjlok Rp 65.000 dari sebelumnya Rp 2.341.000 per gram.

Rincian Harga Emas Antam per Ukuran

Penurunan harga berlaku merata di hampir semua ukuran batangan. Emas 0,5 gram kini dibanderol Rp 1.313.000, sementara ukuran 1 gram dipasarkan Rp 2.526.000.

Untuk ukuran lebih besar, emas 2 gram dijual Rp 4.992.000, 3 gram Rp 7.463.000, dan 5 gram Rp 12.405.000. Adapun ukuran 10 gram tercatat Rp 24.755.000 dan 25 gram Rp 61.762.000.

Pada ukuran jumbo, emas 50 gram dijual Rp 123.445.000 dan 100 gram Rp 246.812.000. Sejumlah ukuran besar, yakni 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram, tercatat habis stok.

Harga Dunia Jatuh ke Titik Terendah Setahun

Pelemahan emas Antam tak lepas dari pergerakan pasar global. Harga emas di pasar spot turun 2,7% menjadi US$ 3.910,53 per ons pada Jumat (30/10/2026), level terendah sejak Oktober 2025. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Desember juga turun 2,8% menjadi US$ 3.919,60 per ons.

Sepanjang Oktober, harga logam mulia tercatat turun 5,9%. Ini menjadi penurunan bulanan kedua berturut-turut. Harga perak bahkan merosot 5,8% ke US$ 49,34 per ons, pertama kali di bawah US$ 50 sejak November 2025.

Wakil Presiden sekaligus pakar strategi logam senior di Zaner Metals, Peter Grant, menilai tekanan berasal dari sikap bank sentral yang masih hawkish.

"Kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai inflasi membuat sejumlah bank sentral tetap mempertahankan sikap hawkish," ujar Peter Grant.

Menurutnya, meski bank-bank sentral utama memutuskan menahan suku bunga pekan ini, sinyal yang diberikan menunjukkan kebijakan suku bunga tinggi akan berlangsung lebih lama. "Hal ini menekan harga logam mulia," ucapnya.

Tekanan Inflasi dan Aksi Jual Paksa

Federal Reserve dan European Central Bank sama-sama menyoroti risiko inflasi yang dipicu lonjakan biaya energi. Data yang dirilis Kamis menunjukkan inflasi AS meningkat pada September seiring naiknya harga bensin dan barang lainnya, memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember.

Analis Commerzbank menambahkan faktor lain: anjloknya harga saham sektor teknologi yang kemungkinan memicu aksi jual paksa dan margin call. Kendati begitu, Commerzbank menilai penurunan harga logam mulia ini berlebihan dan tetap memperkirakan pemulihan.

Harga minyak yang naik dan mencatat kenaikan bulanan keempat berturut-turut turut memperkuat ekspektasi periode suku bunga tinggi. Kondisi ini membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas kian kurang menarik.

Permintaan emas fisik di Asia pun lesu. Pembeli di India menunda pembelian karena menanti penurunan harga lebih lanjut, sementara permintaan di China, konsumen emas terbesar dunia, juga belum menggeliat.

Jauh dari Rekor Tertinggi

Posisi harga saat ini jauh di bawah puncak historis. Emas Antam pernah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa Rp 3.168.000 per gram pada Kamis (29/1/2026), dengan harga buyback saat itu Rp 2.989.000 per gram.

Transaksi emas Antam tetap dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 22 sesuai aturan pemerintah. Pembelian emas batangan dikenai PPh 22 sebesar 0,25%, sedangkan buyback dengan nilai di atas Rp 10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% yang dipotong langsung dari total nilai penjualan.

Penutup: Bagi investor emas, pelemahan ini bisa jadi peluang akumulasi jika proyeksi pemulihan Commerzbank terbukti. Namun dengan sinyal suku bunga tinggi yang masih berlanjut, tekanan terhadap harga logam mulia diperkirakan belum sepenuhnya berakhir.

Berita Lainnya

Index