Penjualan mobil listrik global turun 2% pada September 2026 menjadi 2,15 juta unit, menghentikan laju pertumbuhan enam bulan berturut-turut. Pelemahan pasar China yang anjlok 18% jadi penyebab utama, sementara Eropa justru membukukan rekor bulanan hampir 600.000 unit. Data Benchmark Mineral Intelligence ini menunjukkan pasar EV dunia kini terbelah dua arah.
Angka 2,15 juta unit itu berasal dari data Benchmark Mineral Intelligence (BMI) yang dikutip Reuters. Penurunan 2% secara tahunan ini mengakhiri tren positif pasar EV global sejak awal tahun. Meski begitu, secara kumulatif Januari-September 2026 penjualan masih tumbuh 3% menjadi 15,5 juta unit.
Yang menarik, penyebab penurunan bukan karena permintaan global melemah merata. Ada dua pasar besar yang bergerak ke arah berlawanan, dan satu kawasan lagi masih menanggung efek kebijakan tahun lalu.
China: Penurunan Makin Dalam, PHEV Paling Terpukul
Pasar EV China mencatat 1,11 juta unit pada September, turun 18% dibanding September tahun lalu. Angka ini memperdalam penurunan Agustus 2026 yang sudah tercatat minus 11% secara tahunan.
Secara bulanan sebenarnya ada perbaikan tipis, yakni tumbuh 7% dari Agustus. Tapi tren year-to-date tetap merah. Sepanjang Januari-September 2026, penjualan EV China turun 13%.
Yang paling terpukul adalah segmen plug-in hybrid (PHEV) dengan penurunan 25% secara year-to-date. Sementara mobil listrik berbasis baterai (BEV) turun lebih tipis, 6%. Artinya konsumen China masih membeli BEV, tapi mulai meninggalkan PHEV.
Ekspor Jadi Katup Penyelamat Produsen China
Permintaan domestik yang melemah tidak serta-merta membuat pabrikan China menurunkan produksi. BMI mencatat produsen tetap mempertahankan volume produksi, lalu mengalihkan surplus kendaraan ke pasar luar negeri.
Hasilnya, ekspor kendaraan penumpang energi baru (NEV) China mencetak rekor baru pada September 2026 sebanyak 558.000 unit. BYD jadi contoh paling mencolok: penjualan globalnya naik 17%, sementara ekspor kendaraan penumpang dan pikapnya melonjak 153,9% menjadi 179.877 unit.
Langkah ini punya konsekuensi. Menurut BMI, agresivitas ekspor berpotensi membuat persaingan mobil listrik di berbagai negara, termasuk Eropa, semakin ketat. Pasar yang tumbuh justru jadi sasaran produk yang tidak terserap di China.
Eropa Cetak Rekor Bulanan Baru
Di sisi lain, Eropa mencatat hampir 600.000 unit pada September, rekor bulanan tertinggi sepanjang pencatatan. Angka ini naik 39% secara tahunan dan 10% lebih tinggi dari rekor sebelumnya pada Juni 2026.
Pertumbuhan digerakkan mobil listrik berbasis baterai yang melonjak 50%, disusul PHEV yang naik 16%. Sejumlah negara mencatat rekor penjualan EV bulanan masing-masing: Inggris, Prancis, Spanyol, Portugal, dan Finlandia.
Amerika Utara Anjlok 44%, tapi Ada Penjelasannya
Penurunan terdalam terjadi di Amerika Utara dengan minus 44% secara tahunan, terburuk sepanjang 2026. Namun angka ini perlu dibaca hati-hati karena sebagian besar dipengaruhi efek pembanding.
September 2025 adalah bulan terakhir sebelum kredit pajak kendaraan listrik federal Amerika Serikat berakhir. Konsumen berbondong-bondong membeli EV sebelum insentif dicabut, sehingga basis pembandingnya jadi sangat tinggi. BMI memperkirakan perbandingan tahunan di kawasan ini mulai membaik pada kuartal IV 2026.
Yang Perlu Diperhatikan
- Data BMI bersifat agregat pasar global, tidak memerinci per model atau per merek di luar contoh BYD
- Angka September 2026 masih bisa di