PLN Alirkan Listrik 24 Jam ke 4 Desa Kutai Timur, 680 Rumah Tersambung

PLN Alirkan Listrik 24 Jam ke 4 Desa Kutai Timur, 680 Rumah Tersambung
Peresmian listrik 24 jam di Desa Beno Harapan, Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur, Senin (5/10).

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara resmi mengoperasikan layanan listrik 24 jam di empat desa Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur. Peresmian berlangsung di Balai Pertemuan Kantor Desa Beno Harapan pada Senin (5/10), menandai berakhirnya penantian warga selama lebih dari 36 tahun. Sebanyak 680 sambungan rumah tangga sudah terealisasi, membuka peluang baru bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat perdesaan.

Paragraf pembuka: Empat desa yang kini menikmati listrik 24 jam adalah Desa Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu, dan Himba Lestari. Peresmian dihadiri Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, jajaran manajemen PLN UP3 Bontang, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kutai Timur Deky Hermawan, Camat Batu Ampar Akhmadsyah, serta para kepala desa setempat. Kehadiran listrik siang-malam ini menjadi bagian dari upaya PLN memperluas akses kelistrikan hingga wilayah perdesaan.

Bukan Sekadar Penerangan

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyebut penantian puluhan tahun warga Batu Ampar akhirnya mulai terwujud. Menurutnya, listrik 24 jam membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, dan berusaha.

"Lebih dari 36 tahun masyarakat menanti hadirnya layanan listrik yang dapat mendukung aktivitas sepanjang hari. Hari ini, penantian tersebut mulai terwujud. Bagi kami, hadirnya listrik 24 jam bukan hanya tentang penerangan, tetapi juga tentang membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, berusaha, dan beraktivitas," ujar Chaliq.

Chaliq juga memaknai momentum Hari Kesaktian Pancasila sebagai pengingat pentingnya pemerataan manfaat pembangunan, termasuk akses energi. Ia menegaskan kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci agar masyarakat perdesaan turut merasakan manfaat listrik.

680 Rumah Sudah Menyala

Realisasi sambungan rumah tangga di empat desa itu bervariasi. Desa Mawai Indah mencatat 222 sambungan yang sudah terealisasi, sedangkan Desa Mugi Rahayu 125 sambungan. Di Desa Beno Harapan, sebanyak 214 dari target 320 sambungan telah tersambung, sementara Desa Himba Lestari mencapai 119 dari target 186 sambungan.

Dengan demikian, sedikitnya 680 sambungan rumah tangga di empat desa tersebut telah rampung. Penyambungan pelanggan lainnya akan dilakukan bertahap mengikuti kesiapan infrastruktur jaringan dan proses administrasi.

Kolaborasi Jadi Kunci

Manager PLN UP3 Bontang, Luddie Wied Hardono, mengakui pengembangan kelistrikan di wilayah perdesaan punya tantangan tersendiri. Dukungan pemerintah daerah hingga pemerintah desa dan masyarakat, katanya, sangat membantu PLN menyiapkan infrastruktur dan mempercepat proses penyambungan.

"Pengembangan kelistrikan di wilayah perdesaan memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci. Dukungan pemerintah daerah hingga pemerintah desa dan masyarakat sangat membantu PLN dalam menyiapkan infrastruktur dan mempercepat proses penyambungan," kata Luddie.

Dampak ke Warga dan Pesan Bupati

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyebut layanan listrik 24 jam ini telah lama dinantikan masyarakat. Ia berharap kehadirannya memberi dampak positif bagi kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan sosial, dan aktivitas sehari-hari warga Batu Ampar.

"Setelah lebih dari 36 tahun menanti, hari ini harapan masyarakat untuk menikmati listrik 24 jam akhirnya terwujud. Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Batu Ampar karena listrik sangat penting untuk mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan sosial, maupun aktivitas masyarakat sehari-hari," ujar Ardiansyah.

Ia mengajak warga memanfaatkan listrik secara bijak dan aman, serta menjaga instalasi kelistrikan yang telah tersedia. Ardiansyah mengingatkan penyambungan ilegal dapat membahayakan diri sendiri maupun lingkungan.

Bagi masyarakat, listrik 24 jam membuka lebih banyak peluang menjalankan aktivitas tanpa terbatas waktu. Anak-anak punya waktu belajar lebih fleksibel, pelaku usaha dapat memperpanjang jam operasional, dan kegiatan sosial warga berlangsung lebih optimal.

Penutup: Setelah puluhan tahun menjadi harapan, listrik 24 jam kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat Batu Ampar. PLN memastikan perluasan akses kelistrikan akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, sejalan dengan upaya mendorong desa-desa di Kutai Timur tumbuh dan berkembang.

Berita Lainnya

Index