Rumah Panas Saat Siang? 9 Cara Membuatnya Lebih Sejuk Tanpa AC Terus

Rumah Panas Saat Siang? 9 Cara Membuatnya Lebih Sejuk Tanpa AC Terus
Rumah dengan peneduh, vegetasi dan bukaan yang baik dapat membantu mengurangi paparan panas langsung sekaligus menjaga aliran udara di sekitar bangunan. (Foto: Pexels/Quang Nguyen Vinh)

SELARASRIAU.COM – Rumah terasa panas saat siang hari tidak selalu berarti AC harus dinyalakan terus-menerus.

Panas di dalam rumah bisa berasal dari banyak sumber, mulai sinar matahari yang masuk melalui jendela, atap yang menyerap panas, sirkulasi udara kurang baik hingga peralatan elektronik yang menghasilkan panas.

Pada rumah yang menghadap barat, kondisi tersebut biasanya lebih terasa pada sore hari karena bagian depan bangunan mendapat paparan matahari langsung.

Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi panas di dalam rumah tanpa harus bergantung penuh pada AC.

Departemen Energi Amerika Serikat atau U.S. Department of Energy menjelaskan kombinasi insulasi yang baik, pelindung dari sinar matahari, jendela yang tepat dan pengaturan ventilasi dapat membantu menjaga rumah lebih nyaman sekaligus mengurangi kebutuhan pendinginan mekanis. 

Berikut sembilan cara membuat rumah terasa lebih sejuk saat siang hari.

1. Tutup Jendela yang Terkena Matahari Langsung

Jendela merupakan salah satu jalur masuk panas ke dalam rumah.

Ketika sinar matahari menembus kaca, panas dapat terperangkap di dalam ruangan dan membuat suhu meningkat.

Karena itu, tutup tirai atau blinds pada jendela yang terkena matahari langsung, terutama pada siang hingga sore hari.

Hal ini penting untuk jendela yang menghadap ke arah matahari sore.

Pilih gorden dengan warna terang karena warna yang lebih reflektif dapat membantu mengurangi panas matahari yang masuk.

Jika memungkinkan, gunakan dua lapis tirai, yakni sheer curtain untuk siang hari dan gorden yang lebih tebal untuk menghalangi sinar langsung.

U.S. Department of Energy juga merekomendasikan penggunaan blinds, shades, tirai maupun awning untuk mengurangi panas matahari melalui jendela. 

2. Buat Ventilasi Silang

Membuka satu jendela belum tentu membuat udara bergerak dengan baik.

Agar terjadi sirkulasi, udara perlu memiliki jalur masuk dan keluar.

Cobalah membuka dua jendela atau pintu yang berada pada sisi berlawanan sehingga udara dapat melintas melalui ruangan.

Cara ini disebut ventilasi silang atau cross ventilation.

Misalnya, buka jendela depan dan pintu belakang pada pagi hari sehingga udara dapat bergerak melewati ruang keluarga.

Pada rumah selebar 5 meter yang berdempetan dengan bangunan tetangga, ventilasi dapat dibantu menggunakan bukaan belakang, roster, void atau ventilasi di bagian atas.

Namun waktu membuka jendela juga penting.

Pada daerah panas dan lembap, memasukkan udara luar saat kondisi siang sedang sangat panas belum tentu membuat ruangan lebih nyaman. Ventilasi alami lebih bermanfaat ketika udara luar lebih sejuk, misalnya pagi, malam atau setelah hujan. U.S. Department of Energy juga mencatat ventilasi saja tidak selalu cukup pada iklim yang sangat panas dan lembap. 

3. Gunakan Kipas dengan Cara yang Tepat

Kipas angin bisa membantu tubuh terasa lebih nyaman tanpa menggunakan listrik sebanyak AC.

Namun ada satu hal yang sering disalahpahami.

Kipas tidak benar-benar menurunkan suhu ruangan seperti AC. Kipas menghasilkan aliran udara yang membuat tubuh terasa lebih sejuk.

Karena itu, tidak ada manfaat besar membiarkan kipas terus menyala ketika ruangan kosong.

U.S. Department of Energy menyebut prinsipnya sederhana: kipas mendinginkan orang, bukan ruangan. 

Posisi kipas juga perlu diperhatikan.

Jika udara luar lebih sejuk pada malam hari, kipas dapat ditempatkan dekat jendela untuk membantu mempercepat pertukaran udara.

Untuk ruang keluarga, kipas plafon juga bisa membantu menjaga udara terus bergerak.

4. Perhatikan Atap dan Plafon

Pada rumah satu lantai, atap menjadi salah satu bagian bangunan yang menerima paparan matahari paling lama.

Panas dari permukaan atap kemudian dapat berpindah ke ruang di bawahnya.

Jika rumah terasa sangat panas terutama pada siang hari, periksa apakah antara atap dan plafon memiliki perlindungan panas yang cukup.

Penambahan insulasi pada area atap atau plafon dapat membantu mengurangi perpindahan panas ke ruangan.

Menurut U.S. Department of Energy, insulasi pada loteng dan bagian atas bangunan dapat membantu menjaga rumah tetap lebih sejuk ketika cuaca panas. 

Untuk rumah yang akan direnovasi, pilihan material atap, ruang udara di bawah atap dan insulasi sebaiknya direncanakan sebagai satu sistem.

5. Pertimbangkan Atap yang Lebih Reflektif

Warna dan kemampuan permukaan atap memantulkan sinar matahari juga berpengaruh.

Konsep cool roof menggunakan material yang lebih mampu memantulkan energi matahari dan melepaskan panas daripada menyimpannya.

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau EPA menyebut cool roof dapat membuat permukaan atap menyerap lebih sedikit panas sehingga membantu menurunkan suhu di dalam bangunan.

Dalam sejumlah studi yang dirangkum EPA, penggunaan cool roof pada rumah tanpa AC dapat menurunkan suhu maksimum dalam ruangan sekitar 1,2 hingga 3,3 derajat Celsius, meskipun hasilnya tentu bergantung pada iklim, konstruksi dan material bangunan. 

Artinya, tidak harus selalu mengecat seluruh rumah putih.

Yang perlu diperhatikan adalah karakter material atap dan kemampuan permukaannya memantulkan panas.

Jika hendak mengganti atau melapisi atap, pastikan produk sesuai dengan jenis atap dan kondisi bangunan.

6. Tambahkan Peneduh di Bagian Luar Rumah

Mencegah panas sebelum mencapai kaca atau dinding biasanya lebih efektif daripada mencoba mengatasinya setelah masuk ke ruangan.

Kanopi, kisi-kisi, pergola dan overhang bisa digunakan untuk memberikan bayangan pada jendela dan dinding.

Cara ini sangat membantu pada sisi rumah yang menerima matahari langsung.

Arsitektur di wilayah tropis banyak menggunakan atap lebar, fasad berpori dan area teduh sebagai bagian dari strategi mengurangi panas sekaligus mempertahankan aliran udara. 

Untuk rumah sederhana, tidak harus membuat struktur besar.

Kanopi kecil di atas jendela atau kisi vertikal pada sisi barat sudah dapat membantu mengurangi paparan langsung.

7. Gunakan Tanaman sebagai Peneduh

Tanaman bukan hanya mempercantik rumah.

Pohon dan tanaman tertentu dapat memberikan bayangan pada dinding, halaman maupun jendela.

Jika halaman depan terkena matahari sore, tanaman yang ditempatkan dengan tepat dapat membantu mengurangi permukaan bangunan yang terkena sinar langsung.

EPA memasukkan pohon dan vegetasi sebagai salah satu strategi mengurangi panas di lingkungan perkotaan karena keberadaan tanaman memberikan bayangan serta mengurangi permukaan yang menyerap panas. 

Untuk rumah kecil, tidak harus menggunakan pohon besar.

Tanaman rambat pada pergola, tanaman dalam pot tinggi atau taman kecil di sisi rumah dapat digunakan selama tidak menghalangi seluruh aliran udara.

Perhatikan juga posisi akar, saluran air dan jarak tanaman dari struktur rumah.

8. Kurangi Sumber Panas dari Dalam Rumah

Panas tidak hanya datang dari luar. Peralatan di dalam rumah juga dapat menghasilkan panas.

Oven, kompor, lampu tertentu, komputer dan berbagai perangkat elektronik dapat meningkatkan panas ruangan ketika digunakan dalam waktu lama.

Jika memungkinkan, hindari menggunakan oven pada jam paling panas.

Memasak dalam jumlah besar bisa dilakukan pagi atau menjelang sore.

Gunakan exhaust fan atau cooker hood ketika memasak agar panas dan uap tidak terperangkap di dapur.

U.S. Department of Energy juga menyarankan penggunaan peralatan memasak yang menghasilkan lebih sedikit panas dibanding oven besar saat cuaca panas serta mematikan perangkat elektronik yang tidak digunakan. 

Mengganti lampu lama dengan LED juga dapat membantu mengurangi penggunaan energi sekaligus panas yang tidak diperlukan.

9. Jangan Menghalangi Jalur Udara dengan Furnitur

Rumah sudah memiliki jendela besar, tetapi masih terasa pengap?

Coba periksa posisi furnitur.

Lemari tinggi, sofa atau rak yang diletakkan tepat di depan jendela dapat menghambat aliran udara.

Pada rumah kecil, furnitur sering dipaksakan memenuhi seluruh sisi ruangan sehingga jalur udara dari depan menuju belakang terputus.

Usahakan ada jalur yang relatif terbuka antara bukaan udara.

Gunakan furnitur yang proporsional dan hindari memenuhi rumah dengan terlalu banyak barang.

Untuk rumah memanjang, ruang keluarga dan ruang makan yang dibuat lebih terbuka biasanya lebih mudah mendapatkan pergerakan udara dibandingkan ruangan yang dipisahkan banyak dinding.

Prinsip arsitektur tropis juga banyak memanfaatkan ruang terbuka, area transisi dan posisi bukaan untuk meningkatkan aliran udara sekaligus memberikan keteduhan. 

Rumah Menghadap Barat Lebih Panas, Apa yang Bisa Dilakukan?

Rumah menghadap barat sering mendapat paparan matahari yang kuat pada sore hari.

Sinar matahari dengan sudut lebih rendah dapat langsung mengenai dinding dan masuk melalui jendela depan.

Jika kondisi tersebut terjadi, fokuskan perlindungan pada sisi barat.

Beberapa cara yang bisa digunakan antara lain memasang: gorden atau blinds, kanopi, kisi-kisi vertikal, tanaman peneduh, pergola, secondary skin.

Jika sedang merencanakan renovasi, posisi jendela juga dapat dievaluasi agar tidak seluruh kaca menerima paparan matahari langsung.

Apakah Warna Putih Bisa Membuat Rumah Lebih Sejuk?

Warna terang cenderung memantulkan lebih banyak energi matahari daripada permukaan yang sangat gelap.

Namun warna cat dinding saja bukan solusi utama untuk rumah yang panas.

Pada banyak rumah, panas juga masuk melalui atap dan jendela.

Karena itu, lebih efektif mengombinasikan warna permukaan yang tepat dengan peneduh, insulasi, ventilasi dan pengaturan bukaan.

Khusus atap, kemampuan material memantulkan sinar matahari memang menjadi salah satu karakter penting dalam konsep cool roof. 

Apakah Harus Berhenti Menggunakan AC?

Tidak.

Tujuan berbagai cara di atas bukan berarti AC sama sekali tidak boleh digunakan.

Pada cuaca yang sangat panas dan lembap, ventilasi serta kipas saja terkadang tidak cukup memberikan kenyamanan. 

Yang bisa dilakukan adalah mengurangi beban panas rumah terlebih dahulu sehingga AC tidak harus bekerja terus-menerus.

Misalnya, tutup tirai pada siang hari, gunakan kipas ketika berada di ruangan, perbaiki insulasi atap dan lindungi jendela dari matahari langsung.

Ketika AC dinyalakan, tutup pintu dan jendela ruangan agar udara dingin tidak langsung keluar.

Dengan cara tersebut, rumah tetap nyaman tetapi penggunaan pendingin dapat lebih terkendali.

Kesimpulan

Rumah panas saat siang hari tidak selalu harus diatasi dengan menyalakan AC terus-menerus.

Mulailah dari sumber panasnya.

Jika panas masuk melalui jendela, gunakan tirai atau peneduh.

Jika berasal dari atap, periksa insulasi dan jenis material atap.

Jika rumah terasa pengap, perbaiki jalur ventilasi dan jangan menghalangi bukaan dengan furnitur.

Tanaman, kanopi dan penggunaan kipas yang tepat juga dapat membantu meningkatkan kenyamanan.

Pada akhirnya, rumah yang sejuk bukan hanya bergantung pada alat pendingin, tetapi pada bagaimana bangunan mengelola sinar matahari, udara dan panas sejak dari luar. (*)

#Lifestyle

Index

Berita Lainnya

Index