Kapolda Riau Berganti, Irjen Arman Achdiat Gantikan Herry Heryawan Jadi Kabaharkam Polri

Kapolda Riau Berganti, Irjen Arman Achdiat Gantikan Herry Heryawan Jadi Kabaharkam Polri
Irjen Pol Herry Heryawan mendapat penugasan baru sebagai Kabaharkam Polri setelah memimpin Polda Riau sejak Maret 2025. Posisi Kapolda Riau selanjutnya dipercayakan kepada Irjen Pol Arman Achdiat.

SELARASRIAU.COM, PEKANBARU – Kepemimpinan Polda Riau segera berganti. Irjen Pol Arman Achdiat ditunjuk menjadi Kapolda Riau menggantikan Irjen Pol Herry Heryawan yang mendapat promosi ke Mabes Polri sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Pergantian tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026, yang menjadi bagian dari rotasi sejumlah perwira tinggi Polri pada awal Oktober 2026. Nomor telegram yang sama juga dilaporkan memuat sejumlah pergantian kapolda dan pejabat utama Mabes Polri. 

Bagi Riau, mutasi ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan Herry Heryawan yang dimulai pada Maret 2025 dan membuka babak baru di bawah Arman Achdiat.

Herry Heryawan Dipromosikan Jadi Kabaharkam Polri

Herry Heryawan mendapat posisi strategis di tingkat Mabes Polri sebagai Kabaharkam.

Secara struktur organisasi Polri, jabatan Kabaharkam merupakan posisi jenderal bintang tiga atau Komisaris Jenderal Polisi. Ketentuan tersebut tercantum dalam struktur organisasi Polri yang menempatkan Kabaharkam pada pangkat Komjen/Pati bintang tiga. 

Dengan demikian, penugasan Herry ke posisi tersebut membuka jalan bagi kenaikan pangkatnya dari Irjen menjadi Komjen melalui mekanisme yang berlaku.

Posisi Kabaharkam sendiri menangani fungsi pemeliharaan keamanan yang luas, termasuk pembinaan masyarakat, Samapta, kepolisian perairan dan udara serta fungsi lain yang terkait keamanan dan ketertiban masyarakat.

Arman Achdiat Ditunjuk Jadi Kapolda Riau

Sementara itu, pucuk pimpinan Polda Riau akan diisi Arman Achdiat.

Sebelum mendapat penugasan baru ini, Arman tercatat pernah menjadi Pati Baintelkam Polri dengan penugasan pada Badan Intelijen Negara (BIN). Mutasi ke penugasan tersebut diumumkan pada Maret 2025. 

Pada periode sebelumnya, Arman juga pernah bertugas di lingkungan Korlantas Polri.

Data kenaikan pangkat Polri pada Februari 2025 mencatat namanya sebagai perwira tinggi yang mendapat pangkat Brigadir Jenderal dan menjalankan penugasan pada BIN. 

Penunjukannya sebagai Kapolda Riau membuat Arman kembali ke struktur kewilayahan Polri setelah menjalani penugasan di lembaga intelijen.

Herry Pimpin Polda Riau Sejak 12 Maret 2025

Herry Heryawan mulai menjabat Kapolda Riau pada 12 Maret 2025.

Data resmi PPID Polda Riau mencatat Herry merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1996 dan memiliki latar belakang panjang di bidang reserse, mulai dari Reskrim, narkoba hingga Densus 88 Antiteror. 

Sebelum menjadi Kapolda Riau, ia juga pernah menjalani penugasan sebagai staf khusus Menteri Dalam Negeri bidang hukum dan keamanan. 

Masa kepemimpinannya di Riau kemudian banyak diwarnai isu lingkungan, karhutla, penegakan hukum dan pelayanan keamanan.

Green Policing Jadi Program Menonjol

Salah satu program yang paling identik dengan Herry adalah Green Policing.

Konsep tersebut menempatkan persoalan lingkungan sebagai bagian dari isu keamanan dan kepolisian, bukan sekadar urusan ekologis.

Polda Riau menjelaskan Green Policing sebagai pendekatan pemolisian berbasis lingkungan yang lahir dari tantangan seperti kebakaran hutan dan lahan, perubahan iklim hingga kejahatan terhadap sumber daya alam. 

Sejak menjadi Kapolda Riau, Herry mendorong pendekatan tersebut melalui edukasi, pencegahan, penegakan hukum dan kolaborasi dengan masyarakat.

"Green Policing adalah jalan tengah antara penegakan hukum dan keberlanjutan lingkungan. Riau membutuhkan pendekatan ini," kata Herry dalam rilis akhir tahun Polda Riau 2025. 

Karhutla Jadi Salah Satu Ujian Besar

Riau merupakan salah satu provinsi yang rutin menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Karhutla menjadi salah satu persoalan yang paling menyita perhatian Polda Riau selama masa kepemimpinan Herry.

Pada Agustus 2026, misalnya, ia menegaskan fokus jajaran Polda Riau adalah memadamkan api dan memastikan masyarakat terlindungi dari dampak kebakaran. 

Herry juga beberapa kali turun langsung ke lokasi kebakaran, termasuk di Dumai dan Bengkalis, untuk melihat proses pemadaman serta berkoordinasi dengan unsur TNI, pemerintah daerah, akademisi dan relawan. 

Polda Riau kemudian memperluas gagasan Green Policing ke kajian akademik. Pada September 2026, Universitas Riau meresmikan pusat studi kepolisian bidang lingkungan yang diharapkan menjadi ruang riset dan rekomendasi kebijakan. 

Pergantian Terjadi Tak Lama Setelah Rotasi Internal Polda Riau

Mutasi Herry terjadi tidak lama setelah Polda Riau melakukan pergantian sejumlah pejabat utama dan kapolres.

Pada akhir September, Polda Riau juga menjalani pergantian Wakapolda dan sejumlah pejabat lainnya.

Rotasi jabatan sendiri merupakan hal yang rutin di tubuh Polri dan digunakan sebagai bagian dari regenerasi serta penyegaran organisasi. Dalam sertijab sebelumnya, Herry juga menekankan bahwa pergantian jabatan tidak boleh menghentikan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. 

Kini giliran dirinya yang meninggalkan Riau untuk menjalankan tugas baru di tingkat pusat.

Tantangan Menunggu Arman Achdiat

Sebagai Kapolda Riau baru, Arman Achdiat akan menghadapi sejumlah persoalan yang sudah menjadi agenda utama kepolisian di provinsi tersebut.

Di antaranya: penanganan kebakaran hutan dan lahan; pemberantasan narkotika; kejahatan lingkungan; penambangan dan pembalakan ilegal; keamanan wilayah perbatasan dan pesisir; kriminalitas perkotaan; serta pelayanan masyarakat.

Selain itu, perhatian juga akan tertuju pada apakah program Green Policing yang berkembang pada masa Herry akan dilanjutkan di bawah kepemimpinan baru.

Polda Riau sebelumnya menyebut konsep tersebut telah dikembangkan hingga tingkat Bhabinkamtibmas melalui edukasi, penghijauan, pengelolaan sampah dan berbagai aktivitas lingkungan. 

Dari Riau ke Jabatan Bintang Tiga

Bagi Herry Heryawan, penunjukan menjadi Kabaharkam merupakan lompatan karier setelah sekitar satu tahun tujuh bulan memimpin Polda Riau.

Ia datang ke Riau pada Maret 2025 sebagai jenderal bintang dua.

Kini ia dipercaya mengisi salah satu jabatan bintang tiga strategis di Mabes Polri.

Sementara bagi Polda Riau, pergantian itu memulai era baru di bawah Irjen Arman Achdiat.

Perhatian publik selanjutnya akan tertuju pada dua hal: arah kebijakan Arman sebagai Kapolda Riau serta bagaimana program-program yang sudah berjalan, terutama penanganan karhutla dan Green Policing, diteruskan setelah pergantian pimpinan.

Fakta Singkat

Kapolda lama: Irjen Pol Herry Heryawan

Jabatan baru: Kabaharkam Polri

Kapolda Riau baru: Irjen Pol Arman Achdiat

Jabatan Arman sebelumnya: Pati Baintelkam/Pati Polri dengan penugasan pada BIN

Telegram: ST/2205/X/KEP./2026

Herry menjabat Kapolda Riau sejak: 12 Maret 2025.  (*)

#Daerah

Index

Berita Lainnya

Index