Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,83% atau 50,56 poin ke level 6.071,14 pada perdagangan Rabu (30/9/2026). Meski indeks tertekan, investor asing justru mencatatkan pembelian bersih di sejumlah saham, dengan United Tractors (UNTR) dan Aneka Tambang (ANTM) memimpin perolehan.
Tekanan jual yang berlangsung sepanjang sesi membuat IHSG tak mampu mempertahankan penguatan yang sempat terjadi di awal perdagangan. Aktivitas transaksi terbilang sepi dengan volume 30,13 miliar saham, nilai transaksi sekitar Rp 14,04 triliun, dan frekuensi perdagangan 1,80 juta kali.
Di tengah pelemahan indeks, investor asing membukukan penjualan bersih jumbo Rp 1,61 triliun di seluruh pasar. Rinciannya, Rp 1,56 triliun di pasar reguler dan Rp 58,12 miliar di pasar negosiasi serta tunai.
Asing Tetap Borong UNTR dan ANTM Meski IHSG Tertekan
Mengutip data Stockbit, sejumlah saham tetap diborong asing saat IHSG melemah. PT United Tractors Tbk. (UNTR) memimpin dengan pembelian bersih Rp 81,99 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Rp 65,90 miliar.
Berikut daftar lengkap 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan Rabu:
- PT United Tractors Tbk. (UNTR) — Rp 81,99 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) — Rp 65,90 miliar
- PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) — Rp 16,26 miliar
- PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) — Rp 13,91 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) — Rp 13,62 miliar
- PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE) — Rp 12,81 miliar
- PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) — Rp 11,64 miliar
- PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) — Rp 9,50 miliar
- PT Indo Acidatama Tbk. (SRSN) — Rp 8,55 miliar
- PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) — Rp 5,67 miliar
Sektor Tambang dan Energi Jadi Incaran
Dari daftar tersebut, saham yang bergerak di sektor tambang, energi, dan komoditas mendominasi pembelian asing. UNTR dan ANTM yang beroperasi di sektor pertambangan menempati posisi teratas, diikuti ENRG di sektor migas serta EMAS dan HRTA di logam mulia.
Pola ini menunjukkan asing cenderung masuk ke saham-saham yang punya keterkaitan dengan harga komoditas, meski secara keseluruhan mereka masih mencatatkan net sell di pasar.
Tekanan Jual Masih Dominan di Pasar Reguler
Penjualan bersih asing di pasar reguler mencapai Rp 1,56 triliun, jauh lebih besar dibandingkan pembelian di saham-saham pilihan tadi. Artinya, aksi borong di UNTR dan ANTM tidak cukup menahan arus keluar dana asing secara keseluruhan.
Nilai transaksi yang hanya sekitar Rp 14,04 triliun mencerminkan pasar masih wait and see. Volume 30,13 miliar saham dengan frekuensi 1,80 juta kali transaksi menunjukkan aktivitas yang tidak terlalu ramai.
Apa Artinya bagi Investor
Bagi pemegang saham, pelemahan IHSG hari itu tidak serta-merta diikuti aksi jual asing di semua lini. Saham-saham tambang dan energi justru mencatat net buy, sehingga bisa jadi perhatian tersendiri di tengah tekanan indeks.
Namun, dominasi net sell di pasar reguler tetap menjadi sinyal bahwa asing belum sepenuhnya kembali ke pasar domestik. Investor perlu mencermati apakah pola pembelian di sektor komoditas ini berlanjut pada sesi berikutnya.