SELARASRIAU.COM, PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho melantik puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, Selasa (29/9/2026), di kompleks Mal Pelayanan Publik (MPP), Jalan Jenderal Sudirman.
Rotasi tersebut menyentuh sejumlah jabatan administrator dan pengawas, termasuk camat, sekretaris camat hingga lurah.
Pelantikan ini menjadi bagian dari penataan organisasi Pemko Pekanbaru setelah sebelumnya pemerintah kota melakukan evaluasi terhadap kinerja aparatur dan pelayanan di tingkat kecamatan maupun kelurahan.
Sejak pagi, puluhan ASN telah memadati aula lantai tiga MPP. Sebagian hadir mengenakan jas dan kopiah, sementara lainnya memakai pakaian dinas upacara lengkap.
Camat dan Lurah Ikut Berganti
Salah satu posisi yang mendapat perhatian adalah jabatan Camat Rumbai.
Sebelum pelantikan berlangsung, nama Azani Benazir disebut sebagai salah satu ASN yang akan dipercaya mengisi posisi tersebut.
Selain camat, sejumlah posisi lurah dan sekretaris camat juga masuk dalam rangkaian rotasi.
Pergantian di tingkat kecamatan dan kelurahan menjadi penting karena kedua struktur tersebut berhubungan langsung dengan pelayanan administrasi hingga penanganan persoalan warga di lapangan.
Beberapa hari sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho telah meminta seluruh camat lebih peka terhadap persoalan masyarakat dan segera merespons keluhan di wilayah masing-masing.
Pelayanan Warga Jadi Sorotan
Rotasi pejabat ini berlangsung sehari setelah Agung kembali mengingatkan ASN bahwa tugas utama aparatur adalah melayani masyarakat.
"Sejatinya, kita semua ini adalah pelayan masyarakat. Karena itu, kita ingin masyarakat terlayani dengan baik," kata Agung usai apel ASN di MPP Pekanbaru, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, ASN harus bekerja dengan integritas, kejujuran dan profesionalisme.
Agung bahkan menekankan bahwa seorang ASN setidaknya harus mampu melayani beberapa warga yang membutuhkan pelayanan, sementara pejabat dengan tanggung jawab lebih besar dituntut memberikan pelayanan lebih luas.
Pesan tersebut menjadi relevan dengan pergantian pejabat yang dilakukan sehari kemudian.
Camat dan Lurah Jadi Ujung Tombak
Posisi camat dan lurah memiliki peran strategis dalam struktur Pemerintah Kota Pekanbaru.
Mereka tidak hanya bertanggung jawab terhadap pelayanan administrasi, tetapi juga menjadi penghubung pertama pemerintah dengan masyarakat ketika muncul persoalan di lingkungan.
Hal itu terlihat dalam sejumlah kebijakan Pemko Pekanbaru belakangan ini.
Dalam penanganan banjir, genangan hingga kebersihan lingkungan, pemerintah kota meminta camat dan lurah menjadi ujung tombak pemetaan persoalan di lapangan.
Begitu juga ketika pemerintah menindaklanjuti persoalan warga, mulai dari layanan pendidikan hingga pendataan masyarakat, peran kecamatan dan kelurahan menjadi salah satu jalur utama.
Karena itu, rotasi pejabat di level ini akan langsung berkaitan dengan efektivitas pelayanan publik.
Pemko Juga Sedang Petakan Kompetensi ASN
Pelantikan kali ini berlangsung bersamaan dengan upaya Pemko Pekanbaru memperkuat sistem manajemen ASN.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar pada Senin (28/9/2026) memantau pelaksanaan Profiling ASN atau Pro ASN, program berbasis digital yang digunakan untuk memetakan kompetensi, potensi dan karakteristik aparatur.
Program tersebut diarahkan untuk membentuk talent pool sehingga penempatan pejabat dapat dilakukan berdasarkan kompetensi dan kapasitas.
Pada 2026, sebanyak 1.255 ASN mengikuti Pro ASN, sementara tiga orang mengikuti Computer Assisted Competency Test. Secara keseluruhan, Pemko mencatat 1.422 ASN telah menyelesaikan proses profiling.
"Melalui data profiling ini, Pemko akan memiliki talent pool sehingga penempatan jabatan dan karir ASN dapat dilakukan secara objektif," kata Markarius.
Jumlah Pejabat Sempat Berbeda dalam Pemberitaan
RiauAktual dalam artikel terbarunya mencantumkan 57 pejabat yang dilantik pada Selasa tersebut. Namun, judul di halaman utama media itu sempat menampilkan angka 63 pejabat. Sejumlah media lokal lainnya juga memberitakan angka 63.
Karena terdapat perbedaan angka dalam publikasi awal, jumlah final sebaiknya mengacu pada daftar resmi pelantikan Pemko Pekanbaru atau BKPSDM.
Yang pasti, rotasi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis mulai dari pejabat administrator hingga perangkat kewilayahan seperti camat dan lurah.
Tantangan Pejabat Baru Setelah Dilantik
Para pejabat yang baru dilantik akan menghadapi sejumlah pekerjaan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Di antaranya: mempercepat respons terhadap keluhan warga;
memperkuat pelayanan administrasi kecamatan dan kelurahan; menangani persoalan banjir dan drainase di wilayah;
mendukung kebersihan lingkungan; memperkuat koordinasi lintas OPD; memastikan program pemerintah tepat sasaran.
Wali Kota sebelumnya juga meminta aparatur tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi memastikan warga benar-benar mendapatkan pelayanan.
Dengan rotasi tersebut, perhatian berikutnya tidak hanya tertuju pada siapa yang menempati jabatan baru, tetapi pada seberapa cepat para pejabat hasil pelantikan mampu menerjemahkan jabatan menjadi pelayanan yang dirasakan masyarakat. (*)