SELARASRIAU.COM, PEKANBARU – Setelah beberapa hari belajar dari rumah akibat kabut asap, siswa di Kota Pekanbaru akhirnya kembali masuk sekolah hari ini, Rabu (23/9/2026).
Pembelajaran Tatap Muka atau PTM kembali diberlakukan untuk peserta didik tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP setelah kualitas udara Pekanbaru menunjukkan perbaikan. Namun, aktivitas belajar belum sepenuhnya kembali seperti kondisi normal.
Pemerintah Kota Pekanbaru masih menerapkan PTM secara terbatas. Siswa diminta tetap menggunakan masker dan aktivitas belajar di luar ruangan harus dikurangi karena kondisi kualitas udara masih terus dipantau.
Keputusan mengembalikan siswa ke sekolah diambil setelah Pemko Pekanbaru melakukan evaluasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dinas Kesehatan serta sejumlah pihak terkait.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan kondisi udara yang mulai membaik menjadi pertimbangan utama pemerintah untuk menghentikan sementara pembelajaran jarak jauh atau PJJ.
"Alhamdulillah, berdasarkan evaluasi BMKG, dinas kesehatan dan pihak terkait tentang kondisi udara yang mulai membaik," kata Agung.
Mulai Rabu ini, siswa PAUD hingga SMP kembali menjalani proses belajar di sekolah. Kembalinya siswa ke sekolah sekaligus mengakhiri PJJ yang sebelumnya kembali diperpanjang pada 21 hingga 22 September 2026 akibat kualitas udara Pekanbaru yang memburuk.Saat kebijakan PJJ diambil, kualitas udara sempat berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Pemko Pekanbaru memilih tidak mengambil risiko terhadap kesehatan anak-anak karena paparan partikel halus dari kabut asap berpotensi mengganggu saluran pernapasan.Kini kondisinya mulai berubah setelah hujan mengguyur Pekanbaru dan sejumlah wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir. Kabut asap yang sebelumnya terlihat cukup pekat mulai berkurang.
Kualitas Udara Pekanbaru Pagi Ini Sedang
Meski siswa sudah kembali sekolah, kualitas udara Pekanbaru pagi ini belum sepenuhnya masuk kategori baik. Berdasarkan pemantauan yang mengacu pada data BMKG, sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari kualitas udara Pekanbaru berada pada kategori sedang.
Pada pukul 04.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 36,4 mikrogram per meter kubik dan berada pada kategori sedang.Kondisi tersebut relatif lebih baik dibandingkan beberapa hari sebelumnya saat konsentrasi partikulat meningkat hingga membuat kualitas udara masuk kategori tidak sehat bahkan sangat tidak sehat.
Namun kualitas udara Pekanbaru diketahui masih dapat berubah dengan cepat. Sepanjang Selasa, kondisi udara sempat bergerak dari kategori baik, kemudian sedang, hingga kembali memburuk pada sore dan malam hari.Karena itu, pemerintah tetap meminta sekolah tidak lengah meski pembelajaran tatap muka sudah kembali dilakukan.
Siswa Tetap Diminta Pakai Masker
Wali Kota Agung Nugroho menegaskan siswa tetap diminta menggunakan masker selama beraktivitas.Sekolah juga diminta mengurangi kegiatan pembelajaran di luar ruangan.Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kemungkinan siswa terpapar polusi udara apabila kondisi kembali memburuk.
Kegiatan olahraga, upacara maupun aktivitas lain yang membuat siswa berada cukup lama di luar kelas perlu menyesuaikan kondisi udara. Kesehatan peserta didik juga menjadi perhatian. Anak yang mengalami batuk, sesak napas atau sedang kurang sehat tidak diminta memaksakan diri datang ke sekolah. Orang tua dapat berkomunikasi dengan pihak sekolah apabila kondisi kesehatan anak tidak memungkinkan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka.
"Jika sedang batuk, sesak nafas, atau kurang sehat jangan dipaksakan. Orangtua dapat berkoordinasi dengan pihak sekolah," ujar Agung.
Pemerintah juga meminta sekolah terus mengikuti perkembangan kualitas udara. Sebab, meskipun kondisi pagi ini lebih baik, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih menjadi ancaman selama titik-titik kebakaran belum sepenuhnya dapat dikendalikan.
PJJ Pekanbaru Sudah Beberapa Kali Diberlakukan
Kabut asap sepanjang Agustus hingga September 2026 membuat pola belajar siswa di Pekanbaru beberapa kali berubah.Ketika kualitas udara memburuk, pembelajaran dialihkan menjadi PJJ agar anak tidak terlalu banyak terpapar udara luar.
Ketika kondisi kembali membaik, siswa dikembalikan ke sekolah dengan sistem tatap muka terbatas. Kebijakan terakhir PJJ diberlakukan selama dua hari, yakni Senin dan Selasa, 21-22 September 2026.
Pemko Pekanbaru sebelumnya menyebut kualitas udara saat itu berada pada level yang mengkhawatirkan. Hujan yang turun kemudian membantu mengurangi kabut asap sehingga kondisi udara berangsur membaik. Setelah evaluasi dilakukan, pemerintah akhirnya memutuskan siswa kembali masuk sekolah mulai Rabu, 23 September 2026.
Tetap Pantau Kondisi Udara
Meski sekolah sudah kembali dibuka, orang tua tetap perlu memantau perkembangan kualitas udara Pekanbaru setiap hari.Penggunaan masker tetap disarankan, terutama ketika anak berada di luar ruangan.
Anak-anak termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak polusi udara, terutama mereka yang memiliki riwayat asma atau gangguan pernapasan. Apabila kualitas udara kembali memburuk, tidak tertutup kemungkinan kebijakan belajar kembali disesuaikan.
Pemko Pekanbaru menegaskan keselamatan dan kesehatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran selama musim kabut asap.
Untuk saat ini, siswa PAUD, TK, SD dan SMP di Pekanbaru sudah kembali mengikuti pembelajaran tatap muka mulai hari ini, Rabu 23 September 2026. Namun PTM masih dilakukan secara terbatas.
Masker tetap digunakan, kegiatan luar ruangan dikurangi dan kondisi kesehatan siswa harus terus diperhatikan.Sementara kualitas udara Pekanbaru pagi ini berada pada kategori sedang dan masih terus dipantau untuk menentukan kebijakan berikutnya. (*)