Menpar Promosi Wisata Berlayar Indonesia ke Investor di Monako

Menpar Promosi Wisata Berlayar Indonesia ke Investor di Monako
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mempromosikan potensi wisata berlayar Indonesia kepada investor asing di forum Monako.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memperkenalkan potensi wisata berlayar Indonesia kepada investor asing dalam forum "The 6th Monaco Smart and Sustainable Marina Rendezvous" di Monako, 20-21 September 2026. Indonesia disebut sebagai negara kepulauan terbesar dunia dengan 700 titik penyelaman dan 75 persen spesies karang dunia. Pasar yacht Indonesia pada 2025 tercatat USD 261,9 juta dan ditargetkan menembus USD 449,1 juta pada 2033.

Widiyanti menegaskan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan keanekaragaman hayati terkaya kedua. Menurutnya, kekayaan budaya, warisan sejarah, dan keajaiban alam menjadi nilai jual yang membedakan Indonesia dari destinasi lain.

"Kami adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan rumah bagi keanekaragaman hayati terkaya kedua di dunia. Di seluruh penjuru kepulauan ini, kami diberkati dengan kekayaan budaya, warisan sejarah, dan keajaiban alam yang menjadikan Indonesia unik. Kami menawarkan beragam pengalaman wisata, termasuk wisata bahari dan kelautan yang senantiasa memukau," kata Widiyanti dalam keterangan resmi di Jakarta.

Destinasi Berlayar yang Ditawarkan ke Investor

Dalam paparannya, Widiyanti menyoroti sejumlah destinasi unggulan yang cocok untuk wisata berlayar. Pantai merah muda di Lombok, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu daya tarik yang dipromosikan secara khusus.

Destinasi lain yang turut diangkat mencakup Bali, Ujung Kulon, Kepulauan Seribu, Lombok, Labuan Bajo, Wakatobi, Ambon, Banda, Morotai, dan Raja Ampat. Kombinasi destinasi ini menawarkan rute berlayar yang menjangkau wilayah barat hingga timur Indonesia.

Potensi Bawah Laut dan Data Pasar

Indonesia berada di kawasan Segitiga Terumbu Karang atau Coral Triangle. Posisi geografis ini menjadikan perairan Indonesia sebagai tempat hidup bagi 75 persen spesies karang dan endemik dunia.

Terdapat 700 titik penyelaman yang tersebar di seluruh kepulauan, menjadikan Indonesia destinasi utama bagi wisatawan yang gemar snorkeling dan menyelam. Potensi ini menjadi salah satu argumen utama yang disampaikan kepada investor.

Dari sisi pasar, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2025 mencapai 15,4 juta. Rata-rata pertumbuhan pada periode 2023-2025 tercatat 14,8 persen per tahun. Pemerintah menargetkan 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026.

Pendapatan pasar yacht Indonesia pada 2025 sebesar USD 261,9 juta. Angka ini diproyeksikan tumbuh menjadi USD 449,1 juta pada 2033.

Peluang Investasi Infrastruktur Bahari

Widiyanti mengajak investor asing untuk menanamkan modal dalam pembangunan infrastruktur penunjang wisata bahari. Peningkatan kualitas fasilitas dinilai menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi yang ada.

Di akhir paparannya, Widiyanti menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara forum. Ia juga menyempatkan diri menyapa Yang Mulia Pangeran Albert II dari Monako, CEO M3 Monaco José Marco Casellini, dan Wakil Menteri Transportasi Republik Arab Mesir Laksamana Muda Nehad Shahin Ali.

Bagi traveler yang tertarik menjelajahi destinasi berlayar seperti Raja Ampat, Labuan Bajo, atau Wakatobi, informasi terkini soal paket wisata dan regulasi kunjungan dapat dikonfirmasi melalui dinas pariwisata setempat atau operator kapal resmi.

Berita Lainnya

Index