IHSG Dibuka Naik 0,35% ke 6.406, Saham Energi MEDC hingga AMMN Melonjak

IHSG Dibuka Naik 0,35% ke 6.406, Saham Energi MEDC hingga AMMN Melonjak
IHSG dibuka menguat 0,35% ke level 6.406,81 pada perdagangan Selasa (22/9/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,35% ke level 6.406,81 pada perdagangan Selasa (22/9/2026). Sebanyak 317 saham naik, 160 melemah, dan 486 stagnan, dengan saham energi dan mineral seperti MEDC, ADMR, dan AMMN memimpin penguatan. Analis menilai IHSG masih berpeluang rebound selama bertahan di atas level 6.370.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.04 WIB menunjukkan IHSG langsung melaju ke zona hijau begitu perdagangan dibuka. Penguatan indeks ditopang mayoritas konstituen, meski sejumlah saham perbankan besar justru bergerak berlawanan arah.

Dari jajaran saham LQ45, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) memimpin dengan kenaikan 5,76% ke Rp1.560. Disusul PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) yang naik 1,95% ke Rp1.565 dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang menguat 1,72% ke Rp4.740.

Saham Energi dan Telekomunikasi Kompak Menguat

Selain trio saham energi dan mineral tersebut, sejumlah emiten lain turut mencatatkan penguatan pada pembukaan perdagangan:

  • PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) naik 1,67% ke Rp610
  • PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) naik 1,65% ke Rp2.460
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) naik 1,61% ke Rp945

Penguatan saham-saham energi dan mineral ini menjadi motor utama indeks di awal sesi, di tengah tekanan jual yang masih membayangi sebagian saham berkapitalisasi besar lainnya.

Perbankan dan Batu Bara Justru Tertekan

Di kubu sebaliknya, sejumlah saham bobot besar harus puas bergerak di zona merah. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 1,21% ke Rp3.260, disusul PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang melemah 0,76% ke Rp1.305.

Sektor energi batu bara juga tidak sepenuhnya moncer. PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) turun 0,67% ke Rp1.490, PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) turun 0,65% ke Rp3.060, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) turun tipis 0,10% ke Rp26.100. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga melemah 0,55% ke Rp3.600.

Peluang Rebound Terbuka Selama Bertahan di Atas 6.370

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Brigita Kinari menilai secara teknikal IHSG pada perdagangan pekan lalu ditutup di level 6.441, atau di bawah MA5 dan MA20. Posisi MA5 membentuk dead cross terhadap MA20 yang mengindikasikan pelemahan jangka pendek.

Meski begitu, IHSG masih bertahan di atas MA60, sehingga tren menengah dinilai belum berbalik dan koreksi saat ini masih dapat dibaca sebagai pullback.

"Kami memperkirakan IHSG cenderung konsolidasi dengan tekanan jual yang masih dominan pada awal pekan. Support di 6.200—6.279, resistance di 6.585—6.633," katanya dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2026).

Menurut Brigita, selama IHSG mampu bertahan di atas level 6.370, peluang technical rebound terbuka ke area 6.541—6.581. Namun, jika area tersebut tertembus, IHSG berisiko menguji area 6.200—6.279.

Bagi investor, level 6.370 menjadi titik krusial yang perlu dicermati pada sesi hari ini. Bertahannya indeks di atas level itu membuka ruang bagi saham-saham yang sebelumnya tertekan untuk kembali naik, sementara penembusan ke bawah bisa memperpanjang fase koreksi jangka pendek.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

Berita Lainnya

Index