Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meluas cepat sejak beberapa hari terakhir. Api yang awalnya membakar savana di Lembah Watangan, atau yang dikenal sebagai Bukit Teletubbies, merembet turun ke kawasan savana di bawahnya dan bergerak ke arah Jemplang, wilayah Kabupaten Malang.
Angin kencang disebut menjadi pemicu utama penyebaran api. Tiupan angin bahkan memunculkan pusaran debu atau dust devil, sementara asap terlihat berputar dan bergerak cepat mengikuti arah angin.
Penutupan Berlaku dari Seluruh Pintu Masuk
Balai Besar TNBTS mengeluarkan Pengumuman Nomor PG.23/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026 tentang Penutupan Total Kawasan Wisata Gunung Bromo dari Aktivitas Wisata. Pengumuman itu diterbitkan di Malang pada 12 September 2026.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyatakan penutupan dilakukan demi keselamatan pengunjung sekaligus mendukung proses pemadaman.
"Dalam rangka efektivitas upaya penanganan dan pemadaman kebakaran, serta memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung, kunjungan wisata Gunung Bromo dari seluruh pintu masuk ditutup total untuk kunjungan wisata," ujar Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala TNBTS.
Penutupan berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Evaluasi akan mempertimbangkan perkembangan kebakaran, proses penanganan dan pemadaman, serta kondisi keamanan kawasan.
Reschedule atau Refund untuk Tiket yang Sudah Dibeli
Wisatawan yang telanjur membeli tiket masuk Gunung Bromo melalui situs resmi TNBTS selama masa penutupan tetap punya opsi. Pengelola memberi kesempatan penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian biaya (refund).
Mekanisme reschedule maupun refund akan disampaikan lebih lanjut oleh pihak Balai Besar TNBTS. Wisatawan disarankan memantau kanal informasi resmi pengelola agar tidak tertinggal jadwal pengajuan.
Asap Tebal Ganggu Jarak Pandang
Selain vegetasi kering, asap di sekitar kawasan dilaporkan semakin tebal. Kondisi itu berpotensi mengganggu jarak pandang dan mobilitas, serta membahayakan keamanan pengunjung.
Petugas gabungan sudah berupaya memadamkan api menggunakan air. Namun medan yang sulit dan angin kencang membuat petugas kesulitan menjangkau sejumlah titik api.
Akses menuju lokasi kebakaran untuk sementara hanya dibuka bagi petugas, mitra, dan relawan yang terlibat penanganan sesuai tugas dan kewenangannya. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati lokasi kebakaran.
Ranu Regulo Masih Bisa Dikunjungi
Di tengah penutupan total Gunung Bromo, aktivitas kunjungan wisata ke Ranu Regulo tetap dapat dilakukan dengan mengikuti ketentuan yang berlaku. Wisatawan yang tetap ingin berkegiatan di kawasan TNBTS bisa mengarahkan rencana ke lokasi ini.
Balai Besar TNBTS mengimbau masyarakat, wisatawan, pelaku jasa wisata, dan seluruh pihak terkait mematuhi ketentuan penutupan demi keselamatan bersama dan kelancaran penanganan kebakaran.
Untuk wisatawan yang sudah menyusun jadwal liburan ke Bromo dalam waktu dekat, sebaiknya tunda keberangkatan sampai status kawasan dibuka kembali. Pantau terus pengumuman resmi Balai Besar TNBTS di kanal mereka, dan siapkan rencana alternatif ke destinasi lain di Jawa Timur selama masa penutupan berlangsung.