CdM Indonesia Alihkan Keberangkatan Kontingen Asian Games 2026 ke Surabaya Imbas Erupsi Krakatau

CdM Indonesia Alihkan Keberangkatan Kontingen Asian Games 2026 ke Surabaya Imbas Erupsi Krakatau
Tiga puluh dua atlet dan ofisial Indonesia untuk Asian Games 2026 dialihkan ke Bandara Juanda, Surabaya, akibat penutupan Bandara Soekarno-Hatta karena abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

SELARASRIAU.COM — Sebanyak 32 atlet dan ofisial tim Indonesia untuk Asian Games 2026 Aichi-Nagoya terpaksa mengubah jadwal penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Juanda, Surabaya, menyusul penutupan sementara bandara akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Rombongan cabang olahraga basket dan anggar ini tetap dijadwalkan transit di Singapura sebelum melanjutkan perjalanan ke Nagoya pada malam hari yang sama.

"Kami dari CdM langsung melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan," ujar Todotua dalam keterangannya, Selasa (18/2).

Potensi Gangguan Masih Berlanjut untuk Rombongan Berikutnya

Todotua menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi abu vulkanik dalam beberapa hari ke depan. Sebab, masih ada rombongan atlet dari cabang olahraga lain yang dijadwalkan menyusul ke Jepang.

"Kami akan terus monitor dalam beberapa hari ke depan," katanya menegaskan situasi ini dinamis dan sangat bergantung pada arah sebaran abu vulkanik serta kebijakan otoritas bandara.

Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Timbulkan Efek Domino

Penutupan Bandara Soekarno-Hatta yang sempat terjadi pada Senin (17/2) tidak hanya berdampak pada kontingen Asian Games. Sejumlah klub sepak bola nasional turut merasakan dampaknya, termasuk Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Timnas U-20 Indonesia yang mengalami gangguan jadwal perjalanan di hari yang sama.

Meski rute dialihkan ke Surabaya, para atlet basket dan anggar dipastikan tetap terbang ke Singapura pada malam hari ini untuk mengejar jadwal koneksi penerbangan menuju Nagoya. Langkah ini diambil untuk meminimalkan keterlambatan kedatangan di kampung atlet.

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda ini memang kerap memengaruhi operasional penerbangan di wilayah barat Indonesia. Sebaran abu vulkanik yang terbawa angin menjadi faktor utama penutupan sementara ruang udara Bandara Soekarno-Hatta, yang merupakan gerbang utama keberangkatan internasional.

Koordinasi Antarinstansi Jadi Kunci Kelancaran Logistik Atlet

Peristiwa ini menyoroti kerentanan logistik olahraga nasional terhadap bencana alam. Keputusan cepat untuk mengalihkan rute ke Bandara Juanda menunjukkan adanya protokol darurat yang berjalan, meski tetap memakan biaya dan waktu ekstra bagi rombongan.

Kementerian Perhubungan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan evaluasi berkala terhadap kondisi penerbangan. Sementara itu, CdM Indonesia berharap gangguan ini tidak mengganggu persiapan teknis atlet yang rencananya akan menjalani adaptasi lapangan di Nagoya dalam pekan ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai pembatalan total penerbangan kontingen. Seluruh rangkaian keberangkatan dipastikan tetap berjalan dengan penyesuaian lokasi bandara asal.

Berita Lainnya

Index