PEKANBARU – Setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, jemaah haji asal Provinsi Riau kini memasuki tahapan akhir sebelum kembali ke Indonesia. Berbagai persiapan kepulangan mulai dilakukan, mulai dari penimbangan koper, pelaksanaan tawaf wada, hingga keberangkatan menuju Bandara Jeddah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, H. Defizon, S.Kom., M.Si., mengatakan pemulangan jemaah haji Riau akan berlangsung secara bertahap sesuai kelompok terbang (kloter) masing-masing.
Gelombang pertama diberangkatkan melalui Bandara Jeddah mulai 4 Juni 2026 pukul 02.25 Waktu Arab Saudi. Kloter pertama yang kembali ke Indonesia adalah Kloter BTH 03.
Adapun gelombang kedua dijadwalkan berangkat dari Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz (AMAA) Madinah pada 20 Juni 2026 pukul 00.35 Waktu Arab Saudi.
"Setelah tiba di Bandara Hang Nadim Batam, seluruh jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju daerah asal masing-masing sesuai jadwal yang ditetapkan," kata Defizon, Minggu (31/5/2026).
Menjelang kepulangan, Defizon mengingatkan seluruh jemaah agar mematuhi aturan barang bawaan yang berlaku selama penerbangan.
Ia menegaskan, barang-barang yang mudah terbakar atau meledak, benda tajam, produk hewani (dairy), makanan beraroma tajam, tanaman hidup, serta berbagai produk tanaman tidak diperbolehkan dimasukkan ke dalam koper bagasi maupun tas kabin.
"Kami menghimbau seluruh jemaah agar memeriksa kembali isi koper sebelum keberangkatan dari Arab Saudi. Jangan sampai terdapat barang-barang yang dilarang karena dapat menghambat proses pemeriksaan di bandara dan berpotensi menyebabkan barang tertahan oleh petugas," ujarnya.
Selain itu, jemaah juga diminta tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper maupun tas kabin.
Menurut Defizon, otoritas bandara Arab Saudi menerapkan pemeriksaan yang sangat ketat terhadap seluruh barang bawaan penumpang menggunakan mesin pemindai berteknologi tinggi yang mampu mendeteksi keberadaan air zamzam.
"Petugas bandara Arab Saudi melakukan pemeriksaan yang sangat ketat terhadap seluruh barang bawaan jamaah. Apabila ditemukan air zamzam di dalam koper, maka koper tersebut akan dibongkar dan ditahan sehingga berpotensi tidak ikut diterbangkan ke Indonesia bersama pemiliknya," jelas Defizon.
Ia menambahkan, keberadaan air zamzam dalam koper dapat memperlambat proses pemeriksaan dan menghambat pengiriman bagasi. Karena itu, jemaah diminta tidak mencoba membawa air zamzam secara pribadi.
Pemerintah, lanjut Defizon, telah menyiapkan mekanisme distribusi air zamzam resmi bagi seluruh jemaah haji Indonesia sehingga tidak perlu membawa sendiri dari Arab Saudi.
"Apabila ditemukan air zamzam di dalam koper, maka koper tersebut akan dibongkar dan ditahan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Akibatnya, koper berpotensi tidak terkirim bersama penerbangan ke Indonesia. Karena itu kami meminta seluruh jamaah untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan," tegasnya.
Lansia Diminta Simpan Dokumen dan Obat di Tas Paspor
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) yang akan mengikuti proses kepulangan.
Defizon menjelaskan, sesuai mekanisme maskapai, sebagian koper kecil atau tas kabin milik jemaah lansia dapat dikumpulkan petugas untuk dimasukkan ke bagasi pesawat sebelum memasuki area imigrasi.
Karena itu, jemaah lansia dan para pendamping diminta memastikan obat-obatan, dokumen penting, uang, telepon genggam, serta barang berharga lainnya tetap disimpan di dalam tas paspor yang dibawa selama perjalanan.
Sementara itu, koper kecil yang dibawa jemaah tetap harus memenuhi ketentuan berat maksimal 7 kilogram.
"Kami menghimbau para pendamping dan ketua rombongan untuk membantu mengingatkan jamaah lansia agar barang-barang penting tidak tertinggal di dalam koper kecil yang kemungkinan akan dimasukkan ke bagasi pesawat. Dengan persiapan yang baik, proses pemulangan jemaah, khususnya lansia, dapat berjalan lebih aman dan nyaman," kata Defizon.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pada Senin (1/6/2026) jemaah mengikuti proses penimbangan koper besar. Selanjutnya, Selasa (2/6/2026) pukul 21.00 Waktu Arab Saudi, jemaah dijadwalkan melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Kota Makkah.
Sementara pada Rabu (3/6/2026), jemaah akan mengikuti edukasi keberangkatan mulai pukul 07.00 WAS. Setelah salat Magrib, mereka diberangkatkan menggunakan bus menuju Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAIAA) Jeddah untuk proses pemulangan ke Tanah Air.
Defizon berharap seluruh tahapan pemulangan jemaah haji asal Riau berjalan lancar hingga tiba kembali di kampung halaman masing-masing.
Ia juga mendoakan seluruh jemaah senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan selama perjalanan pulang.
"Perjalanan ibadah boleh berakhir, namun semangat menjadi hamba yang lebih baik harus terus berlanjut," tutupnya.*/(Dil)