Harga Sawit Plasma di Riau Turun, TBS Umur 9 Tahun Kini Rp3.866 per Kilogram

Harga Sawit Plasma di Riau Turun, TBS Umur 9 Tahun Kini Rp3.866 per Kilogram

PEKANBARU — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma di Provinsi Riau kembali mengalami penurunan untuk periode 20–26 Mei 2026. Berdasarkan hasil rapat penetapan harga yang dilakukan Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama tim, harga tertinggi untuk kelompok umur 9 tahun turun menjadi Rp3.866,90 per kilogram.

Penurunan harga tersebut dipicu melemahnya harga crude palm oil (CPO) dan kernel di pasaran selama sepekan terakhir.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, mengatakan penetapan harga periode ini telah menggunakan acuan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra serta Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025.

“Berdasarkan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati tim, penurunan harga tertinggi berada pada kelompok umur 9 tahun sebesar Rp33,56 per kilogram atau turun 0,86 persen dari periode sebelumnya,” ujar Supriadi, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, pada periode ini harga cangkang ditetapkan sebesar Rp19,15 per kilogram dengan indeks K yang digunakan sebesar 93,30 persen.

Selain itu, harga penjualan CPO juga mengalami penurunan sebesar Rp343,18 dibanding pekan lalu. Sementara harga kernel turun Rp308,72 dari periode sebelumnya.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan tim untuk mitra plasma mengalami penurunan. Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO dan kernel,” jelasnya.

Supriadi menambahkan, terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan penjualan pada periode ini. Sesuai ketentuan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16, harga CPO dan kernel yang digunakan mengacu pada harga rata-rata tim, dan apabila terkena validasi dua maka menggunakan harga rata-rata KPBN.

Untuk periode kali ini, harga rata-rata CPO KPBN tercatat sebesar Rp15.191,67 per kilogram, sedangkan harga kernel KPBN berada di angka Rp14.828 per kilogram.

Menurutnya, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan pembenahan tata kelola penetapan harga sawit agar lebih transparan dan berkeadilan bagi petani maupun perusahaan mitra.

“Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya serius seluruh stakeholder yang didukung Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini tentu diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Berikut rincian harga TBS kelapa sawit kemitraan plasma Provinsi Riau periode 20–26 Mei 2026:

Umur 3 tahun: Rp2.988,92/kg

Umur 4 tahun: Rp3.380,62/kg

Umur 5 tahun: Rp3.580,49/kg

Umur 6 tahun: Rp3.735,22/kg

Umur 7 tahun: Rp3.816,51/kg

Umur 8 tahun: Rp3.861,47/kg

Umur 9 tahun: Rp3.866,90/kg

Umur 10–20 tahun: Rp3.847,07/kg

Umur 21 tahun: Rp3.787,86/kg

Umur 22 tahun: Rp3.731,40/kg

Umur 23 tahun: Rp3.670,77/kg

Umur 24 tahun: Rp3.604,48/kg

Umur 25 tahun: Rp3.529,76/kg

Umur 26 tahun: Rp3.484,61/kg

Umur 27 tahun: Rp3.439,43/kg

Umur 28 tahun: Rp3.395,63/kg

Umur 29 tahun: Rp3.378,72/kg

Umur 30 tahun: Rp3.364,62/kg. (***)

#Daerah

Index

Berita Lainnya

Index