POLEMIK final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat belum juga mereda. Di tengah derasnya kritik yang mengalir di media sosial, SMAN 1 Sambas akhirnya angkat bicara secara resmi.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh kepala sekolah melalui akun Instagram resmi SMAN 1 Sambas — sebuah langkah yang menunjukkan betapa seriusnya pihak sekolah merespons situasi yang kian memanas.
## Juara yang Terseret Kontroversi
Dalam final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalbar yang digelar di Pontianak pada 9 Mei 2026, SMAN 1 Sambas keluar sebagai juara pertama, mengungguli SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sanggau.
Namun kemenangan itu tak disambut tanpa gejolak. Potongan video jalannya lomba yang beredar luas di internet memicu gelombang pertanyaan publik soal keputusan dewan juri. Pro dan kontra pun tak terelakkan.
## Pernyataan Resmi: Hormati Hasil, Bantah Kecurangan
Pihak sekolah menegaskan, pernyataan resmi ini lahir dari diskusi panjang yang melibatkan dewan guru, staf tata usaha, para peserta lomba, hingga orang tua siswa.
"Berdasarkan komitmen bersama dewan guru beserta staf TU SMAN 1 Sambas dan peserta LCC 4 Pilar MPR RI 2026 beserta orang tua mereka untuk menjaga marwah pendidikan dan kesehatan mental atau psikis murid dalam lingkungan yang sehat dan bermartabat," tulis pernyataan resmi sekolah.
SMAN 1 Sambas menyatakan tetap menghormati hasil akhir yang telah ditetapkan panitia dan dewan juri. Sekolah juga meyakini para pesertanya telah berkompetisi sesuai tata tertib yang disepakati bersama.
"Meyakini bahwa peserta LCC 4 Pilar dari SMAN 1 Sambas telah berkompetisi sesuai tata tertib yang telah ditetapkan panitia dan disepakati seluruh peserta lomba," bunyi salah satu poin pernyataan tersebut.
## Tudingan di Medsos Dibantah Keras
Tak hanya itu, SMAN 1 Sambas juga menepis tegas berbagai tuduhan yang beredar di media sosial — mulai dari kecurangan, penyuapan, nepotisme, hingga narasi bahwa kemenangan mereka sudah "disetting" sejak awal.
Pihak sekolah menilai opini-opini liar itu telah melampaui batas. Nama baik sekolah, guru, siswa, staf, dan alumni disebut ikut tercoreng akibat serangan tersebut.
Yang paling mengkhawatirkan, menurut pihak sekolah, adalah dampak psikologis yang dirasakan langsung oleh para siswa peserta lomba.
"Tindakan ini telah mencemarkan nama baik SMAN 1 Sambas, menimbulkan tekanan psikologis kepada pihak yang terdampak serta memperkeruh suasana," tulis mereka.
## Tolak Final Ulang, Siap ke Nasional
SMAN 1 Sambas juga secara tegas menolak wacana digelarnya final ulang. Bagi pihak sekolah, hasil yang sudah diputuskan merupakan bagian dari mekanisme resmi yang harus dihormati semua pihak — tanpa terkecuali.
Dengan kemenangan ini, SMAN 1 Sambas berhak mewakili Kalimantan Barat di ajang LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Agustus 2026.
Sebelumnya, kontroversi ini sempat menempatkan siswi bernama Josepha Alexandra di sorotan publik karena keberaniannya menyampaikan protes langsung di tengah jalannya perlombaan. Momen itu viral dan memantik perdebatan panjang di berbagai platform media sosial.
Sebagian warganet mendukung evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan lomba. Namun tak sedikit pula yang mengingatkan agar publik tidak menjadikan siswa sebagai sasaran serangan — karena bagaimanapun, mereka hanyalah pelajar yang sedang berjuang di sebuah kompetisi. (***)