Waspada Saat Mudik, Ini Daftar Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Nasional Riau

Waspada Saat Mudik, Ini Daftar Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Nasional Riau

PEKANBARU - Menjelang arus mudik Lebaran, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas di berbagai ruas jalan nasional yang melintasi wilayah Riau. Pemetaan ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan para pengendara sekaligus menekan angka kecelakaan selama periode mudik.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau Andi Yanto, melalui Kepala Bidang Angkutan Jalan Onki Hertawan, mengatakan bahwa terdapat beberapa jalur utama yang perlu mendapat perhatian khusus dari para pemudik. Jalur tersebut berada di Lintas Barat, Lintas Selatan, Lintas Timur, hingga Lintas Utara.

“Beberapa ruas jalan memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi. Karena itu pengendara diminta lebih berhati-hati saat melintas,” kata Onki.

Lintas Barat Rawan Tikungan dan Tanjakan

Pada jalur Lintas Barat yang menghubungkan Riau dengan Sumatera Barat, Dishub mencatat sedikitnya enam titik rawan kecelakaan. Salah satunya berada di KM 22 Jalan Raya Pekanbaru–Bangkinang.

Menurut Onki, di ruas jalan tersebut kendaraan sering melaju dengan kecepatan tinggi sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama saat berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan.

Selain itu, titik rawan lainnya juga terdapat di KM 27 Kecamatan Tambang, KM 53, KM 62, dan KM 93. Beberapa lokasi tersebut memiliki kondisi jalan berupa tikungan tajam dan tanjakan, yang berisiko bagi pengendara yang kurang waspada.

Kerawanan juga ditemukan di ruas Bangkinang menuju perbatasan Sumatera Barat, tepatnya di KM 79 dan KM 81. Pada lokasi ini kondisi tanah relatif labil dan dapat berbahaya saat hujan deras. Sementara di KM 89 Desa Pulau Godang, kawasan tersebut juga dikenal rawan longsor.

Lintas Selatan Kuansing Juga Perlu Diwaspadai

Selain Lintas Barat, Dishub Riau juga memetakan lima titik rawan kecelakaan di Lintas Selatan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Beberapa titik yang perlu diwaspadai antara lain KM 13, KM 33, dan KM 75. Kerawanan di jalur ini umumnya disebabkan oleh tikungan tajam, jarak pandang terbatas, serta marka jalan yang kurang terlihat jelas.

Sejumlah kawasan yang juga menjadi perhatian adalah Lipat Kain, Kampung Pinang, Lipat Kain Selatan, dan Sungai Pagar.

Lintas Timur dan Utara Juga Punya Banyak Titik Rawan

Sementara itu, pada jalur Lintas Timur, Dishub Riau mencatat sembilan titik rawan kecelakaan. Beberapa lokasi yang perlu diwaspadai antara lain KM 59,3, Tugu Patin Pematang Reba, Simpang Beringin, Sorek I perbatasan Indragiri Hulu, hingga Simpang Pangkalan Kasai.

Kerawanan di jalur ini umumnya dipicu oleh tingginya aktivitas masyarakat, tikungan yang kurang terlihat, serta kondisi jalan yang menanjak.

Tidak hanya itu, pada Lintas Utara yang mengarah ke Sumatera Utara, Dishub Riau juga mengidentifikasi sembilan titik rawan kecelakaan di sejumlah ruas jalan nasional.

Faktor Manusia Masih Jadi Penyebab Utama

Onki menjelaskan, kecelakaan lalu lintas umumnya dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kendaraan, kondisi jalan dan cuaca, serta faktor manusia.

Menurutnya, faktor manusia masih menjadi penyebab paling dominan, seperti kelelahan, kurang konsentrasi, dan kelalaian saat berkendara. Selain itu, kondisi jalan seperti tidak adanya bahu jalan juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

“Faktor manusia seperti kelelahan dan kelalaian masih menjadi penyebab utama kecelakaan,” jelasnya.

Pengendara Diminta Lebih Waspada Saat Mudik

Dishub Riau mengimbau seluruh pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas di jalur-jalur rawan tersebut, terutama pada masa arus mudik Lebaran.

Pengemudi juga diminta memastikan kendaraan dalam kondisi layak sebelum melakukan perjalanan jauh.

“Pastikan kondisi kendaraan baik, seperti rem dan lampu berfungsi dengan normal. Patuhi rambu-rambu lalu lintas dan jangan membawa muatan berlebihan,” ujar Onki.

Bagi pengendara sepeda motor, ia juga mengingatkan agar selalu menggunakan helm dan membawa kelengkapan surat kendaraan.

Selain itu, pemudik yang merasa lelah disarankan beristirahat di rest area yang tersedia. Tempat ibadah seperti masjid juga dapat dimanfaatkan untuk beristirahat sejenak sekaligus menunaikan salat sebelum melanjutkan perjalanan.

“Rumah ibadah juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat. Pemudik bisa sekaligus melaksanakan salat sebelum melanjutkan perjalanan,” tutupnya.***/(Dil)

#Daerah

Index

Berita Lainnya

Index