Produksi Padi Riau Naik 12,7 Persen, Pemprov Perkuat Swasembada Pangan

Produksi Padi Riau Naik 12,7 Persen, Pemprov Perkuat Swasembada Pangan

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus memperkuat Program Swasembada Pangan Nasional yang telah dijalankan sejak 2025. Program ini difokuskan pada langkah-langkah strategis, mulai dari optimasi lahan, cetak sawah rakyat, pompanisasi, hingga penguatan jaringan irigasi, yang didukung benih unggul dan pupuk bersubsidi.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan penguatan di lapangan dilakukan melalui pembentukan 111 Brigade Pangan yang melibatkan 1.665 petani milenial. Seluruh brigade tersebut dilengkapi alat dan mesin pertanian modern untuk mendorong produktivitas.

“Pemprov Riau telah membentuk 111 Brigade Pangan dengan total 1.665 petani milenial. Ini menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan swasembada pangan nasional,” ujar Syahrial, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan pada regenerasi petani dan modernisasi sektor pertanian. Dari sisi kebijakan, Pemprov Riau bersama pemerintah kabupaten dan kota memperkuat dukungan melalui instruksi Gubernur Riau tentang peningkatan produksi padi dan jagung lewat Gerakan Daerah Percepatan Peningkatan Luas Tambah Tanam.

Gerakan tersebut melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Hasilnya mulai terlihat nyata, dengan peningkatan luas tanam, indeks pertanaman, luas panen, dan produksi, yang turut berdampak pada naiknya pendapatan petani serta kembalinya produktivitas lahan sawah.

Syahrial menyebutkan, pada 2025 produksi padi Riau meningkat 4,51 persen. Dalam dua tahun terakhir, dari 2023 hingga 2025, produksi padi tumbuh 12,7 persen, dari 205.973 ton menjadi 232.071 ton.

“Jika dikonversikan menjadi beras, produksi beras Riau pada 2025 mencapai 133,19 ribu ton. Ini semakin memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar,” katanya.

Meski demikian, Riau saat ini baru mampu memenuhi sekitar 27 persen dari kebutuhan konsumsi beras masyarakat. Dengan jumlah penduduk sekitar 6,7 juta jiwa, kebutuhan beras Riau diperkirakan mencapai 436 ribu ton per tahun, sehingga pasokan dari luar daerah masih dibutuhkan.

Untuk itu, Pemprov Riau berharap dukungan berkelanjutan dari Kementerian Pertanian, baik melalui kebijakan, pendampingan teknis, maupun penguatan sarana dan prasarana pertanian, agar peningkatan produksi pangan lokal dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian. Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (***)

#Daerah

Index

Berita Lainnya

Index