PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mulai mengakselerasi pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Sebanyak 20.000 dosis vaksin PMK telah diterima dari pemerintah pusat, dan 12.250 dosis di antaranya sudah didistribusikan ke kabupaten dan kota.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau, Mini Yuliani Nazir, mengatakan vaksin tersebut digunakan untuk memenuhi target vaksinasi tahap pertama periode Januari–Maret 2026, dengan sasaran 10.000 dosis pada Februari dan 10.000 dosis pada Maret 2026.
“Saat ini Riau sudah menerima 20.000 dosis vaksin PMK. Sebanyak 12.250 dosis telah disalurkan ke daerah, sementara sisanya disiapkan untuk memenuhi target vaksinasi Februari dan Maret,” ujar Mini, Jumat (6/2/2026).
Sejalan dengan itu, DPKH Provinsi Riau melaksanakan vaksinasi PMK secara serentak sebagai bagian dari Program Nasional Akselerasi Vaksinasi PMK Tahun 2026.
Kegiatan ini melibatkan UPT Pengembangan Ternak dan Pakan (PTP) DPKH Riau, Dinas Peternakan Kabupaten Kampar, serta Dinas Pertanian Kota Pekanbaru.
Pada pelaksanaan vaksinasi serentak tersebut, ditargetkan 200 dosis vaksin diberikan kepada hewan ternak dalam satu hari kegiatan.
Vaksinasi ini juga terhubung langsung dengan kegiatan nasional yang dipusatkan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, dan diikuti seluruh provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia secara daring.
Mini menegaskan, akselerasi vaksinasi PMK menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan ternak, menjaga produktivitas peternakan, serta memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Riau. (***)