Serangan Siber Lumpuhkan Kulkas Supermarket di 7 Negara Eropa

Selasa, 03 November 2026 | 10:23:31 WIB
Serangan siber menyebabkan suhu kulkas dan freezer di jaringan supermarket tujuh negara Eropa melonjak hingga 50C.

Jaringan supermarket di sedikitnya tujuh negara Eropa melaporkan suhu kulkas dan freezer melonjak hingga 50C dalam semalam akibat serangan siber. Peritel di Belgia, Estonia, Irlandia, Finlandia, Luksemburg, Belanda, dan Swedia menjadi korban insiden yang menyusul serangan serupa di Prancis bulan lalu dengan kerugian jutaan euro. Serangan pada sistem pendingin ini menandai pergeseran motif peretas dari pemerasan ke sabotase rantai pasokan pangan.

Komisaris pangan dan pertanian Uni Eropa, Christophe Hansen, menyebut serangan berulang ini sangat mengkhawatirkan. Ia menilainya sebagai upaya sengaja untuk mengganggu rantai pasokan makanan dan merusak kepercayaan konsumen.

Bagaimana Serangan Berlangsung

Pelaku mengakses komputer yang mengendalikan sistem pendingin, lalu mengalihkan evaporator pada unit pendingin ke mode pencairan bunga es. Di Estonia, peretas menaikkan suhu perangkat hingga 50C dari kondisi normal yang bisa mencapai -27C.

Stephan Moelans, CEO Sabcobel yang mengoperasikan sistem pendingin Delhaize, mengatakan pihaknya mulai mengerahkan teknisi pukul 1 pagi. Menurutnya, insiden tersebut murni serangan siber, bukan gangguan teknis biasa.

"Ini adalah serangan siber, tidak ada alasan lain," kata Mich Vergauwen, juru bicara Carrefour Belgia.

Toko-Toko yang Terdampak

Jaringan Coop di Swedia menyebut enam tokonya terkena dampak. Sebuah toko ICA di Sjöbo, Swedia selatan, mengunggah pernyataan bahwa kulkas dan freezer-nya diretas dan suhunya disetel pada 50C. Toko ICA lain di Stockholm melaporkan freezer-nya rusak akibat serangan pukul 2 pagi.

Peritel Belanda Ahold Delhaize, yang bulan lalu melaporkan insiden serupa, menyatakan kulkas dan freezer di puluhan supermarketnya di Belgia dan Luksemburg terimbas. Media Belgia melaporkan lima gerai Spar, toserba Shop & Go, dan sejumlah minimarket Proxy Delhaize turut terdampak.

Colruyt dan Intermarche melaporkan masalah pada masing-masing lima dan 15 toko. Carrefour Belgia mencatat gangguan di sekitar 15 dari 700 tokonya. Ikea Belgia mengakui serangan siber menyebabkan suhu freezer di tokonya di Mons naik mendadak, memaksa perusahaan menyingkirkan sejumlah produk makanan sebagai pencegahan.

Di Irlandia, SuperValu menyatakan sistem pendingin pada model tertentu di 13 dari 223 tokonya terdampak. Produk dingin dan beku ditarik dari penjualan. Di Finlandia, jaringan Kesko menyelidiki masalah serupa.

Kerugian dan Dampak ke Konsumen

Reporter yang mengunjungi sebuah toko di Brussel melihat kulkas dan freezer kosong dengan papan tanda berbunyi: "Karena serangan siber, takkan ada produk di rak pendingin atau freezer. Kami memohon maaf sebesar-besarnya."

Juru bicara Ahold Delhaize, Sarah De Meester, menyatakan ketersediaan produk segar dan beku untuk sementara agak terbatas di toko-toko yang terdampak. Toko-toko harus membuang daging segar, produk susu, dan produk beku dalam jumlah besar.

Konteks Serangan Sebelumnya di Prancis

Insiden di tujuh negara ini menyusul serangan di Prancis bulan lalu yang jauh lebih masif. Peretas mengambil alih kendali unit pendingin di sebanyak 700 supermarket, menaikkan suhu hingga 50C, dan memicu kebakaran. Kerugian stok makanan diperkirakan mencapai puluhan juta euro.

Pada serangan Prancis, hacker membajak pengontrol yang sebagian besar dipasok perusahaan Denmark, Danfoss. Perusahaan itu menyatakan telah mengidentifikasi sejumlah kelemahan keamanan tahun lalu dan menyarankan pelanggan menginstal pembaruan.

Mengapa Ritel Jadi Sasaran Empuk

Berbagai perangkat termasuk sistem pendingin kini dapat dipantau dan dikendalikan dari jarak jauh. Otoritas Eropa mengkhawatirkan serangan hibrida yang disponsori pemerintah setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Tom Hegel dari firma keamanan siber SentinelOne menilai banyak serangan siber melibatkan pemerasan atau bermotif politik. Namun serangan pada supermarket mengarah pada motif sabotase.

"Ritel merupakan sasaran empuk karena jaringan ritel menjalankan aset pengontrol pendingin, sistem manajemen gedung, panel akses pintu, dan perangkat kasir yang sangat besar," kata Hegel kepada Reuters.

Patrick Lamplmair dari firma keamanan siber Tributech memperkirakan hacker akan terus melancarkan aksinya karena metodenya murah dan kerusakannya langsung terasa. Banyak sistem pendingin diketahui memiliki celah kelemahan yang belum diperbaiki.

Bagi pelaku bisnis ritel digital di Indonesia, insiden ini menjadi pengingat bahwa perangkat operasional yang terhubung ke internet—dari sistem pendingin hingga mesin kasir—memperluas permukaan serangan. Segmentasi jaringan dan pembaruan firmware perangkat IoT menjadi langkah dasar yang kerap terabaikan.

Terkini