BEI Luncurkan IDX Commodity 20, AMMN dan BRPT Jadi Bobot Terbesar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:42:01 WIB
Bursa Efek Indonesia meluncurkan indeks IDX Commodity 20 pada Jumat (30/10/2026) sebagai acuan kinerja 20 saham sektor komoditas.

Bursa Efek Indonesia resmi meluncurkan indeks IDX Commodity 20 pada Jumat (30/10/2026), indeks yang mengukur kinerja 20 saham perusahaan penghasil komoditas dan rantai pasoknya. Amman Mineral Internasional (AMMN) memegang bobot maksimal 15%, disusul Barito Pacific (BRPT) 10,88% dan Bumi Resources Minerals (BRMS) 11,35%. Indeks ini menyasar investor yang ingin eksposur terukur ke sektor komoditas tanpa harus memilih saham satu per satu.

IDX Commodity 20 menghimpun saham perusahaan tambang, energi, dan infrastruktur pendukung yang dinilai punya kapitalisasi pasar besar serta likuiditas transaksi memadai. Bursa Efek Indonesia menetapkan konstituen awal dengan periode efektif 30 Oktober 2026 hingga 26 Februari 2027.

Metode penghitungannya memakai Capped Adjusted Free Float Market Capitalization Weighted, dengan batas bobot saham tertinggi 15% yang disesuaikan saat evaluasi. Indeks ini telah dihitung sejak hari dasarnya 1 September 2021 dengan nilai dasar 100.

AMMN Mentok di Batas Atas Bobot 15%

Amman Mineral Internasional langsung menempati posisi teratas dengan bobot tepat 15,00%, menyentuh plafon yang ditetapkan BEI. Jumlah saham yang dipakai untuk penghitungan indeks mencapai 14,65 miliar lembar, dengan rasio free float 22,75%.

Di bawahnya, Barito Pacific memegang bobot 10,88% dan Bumi Resources Minerals 11,35% — keduanya bersaing ketat di lapisan kedua. Merdeka Copper Gold menyusul dengan 7,86%, lalu Bumi Resources 6,99% dan ANTAM 6,02%.

Sebanyak 20 konstituen terbagi ke beberapa klaster: mineral dan logam (AMMN, ANTM, MDKA, MBMA, INCO, TINS, BRMS, ARCI), batu bara dan energi (ADRO, AADI, ADMR, BUMI, MEDC, ENRG, RAJA, DEWA, PTRO), serta infrastruktur dan petrokimia (BRPT, BIPI, TPIA).

Daftar Lengkap 20 Konstituen dan Bobotnya

  • AADI (Adaro Andalan Indonesia): bobot 3,21%, free float 18,17%
  • ADMR (Alamtri Minerals Indonesia): bobot 1,88%, free float 11,89%
  • ADRO (Alamtri Resources Indonesia): bobot 4,52%, free float 26,79%
  • AMMN (Amman Mineral Internasional): bobot 15,00%, free float 22,75%
  • ANTM (ANTAM): bobot 6,02%, free float 34,84%
  • ARCI (Archi Indonesia): bobot 1,25%, free float 15,81%
  • BIPI (Astrindo Nusantara Infrastruktur): bobot 0,99%, free float 44,75%
  • BRMS (Bumi Resources Minerals): bobot 11,35%, free float 51,03%
  • BRPT (Barito Pacific): bobot 10,88%, free float 26,96%
  • BUMI (Bumi Resources): bobot 6,99%, free float 43,28%
  • DEWA (Darma Henwa): bobot 2,11%, free float 49,70%
  • ENRG (Energi Mega Persada): bobot 3,28%, free float 41,17%
  • INCO (Vale Indonesia): bobot 2,58%, free float 20,38%
  • MBMA (Merdeka Battery Materials): bobot 3,74%, free float 26,80%
  • MDKA (Merdeka Copper Gold): bobot 7,86%, free float 47,72%
  • MEDC (Medco Energi Internasional): bobot 1,79%, free float 21,86%
  • PTRO (Petrosea): bobot 3,36%, free float 27,71%
  • RAJA (Rukun Raharja): bobot 0,91%, free float 22,79%
  • TINS (TIMAH): bobot 2,38%, free float 34,96%
  • TPIA (Chandra Asri Pacific): bobot dihitung dari 21,96 miliar lembar saham, free float 25,38%

Evaluasi Dua Kali Setahun, Efektif Maret dan September

BEI menjadwalkan evaluasi mayor mencakup pemilihan konstituen dan penyesuaian bobot setiap Februari dan Agustus. Hasil evaluasi berlaku pada hari bursa pertama bulan Maret dan September.

Untuk periode berjalan, jumlah saham yang dipakai dalam penghitungan indeks berlaku lebih singkat, yakni 30 Oktober hingga 30 November 2026. Setelah tanggal itu, jumlah saham disesuaikan mengikuti evaluasi berikutnya.

"BEI telah menetapkan konstituen awal beserta jumlah saham yang digunakan dalam penghitungan Indeks IDX Commodity 20 sebagaimana terlampir," demikian pernyataan BEI dalam keterbukaan informasi, Jumat (30/10/2026).

Panduan dan metodologi lengkap indeks tercantum dalam dokumen IDXCMDTY20 yang dipublikasikan melalui laman resmi BEI. Setiap perubahan konstituen akan diumumkan lewat kanal yang sama.

Apa Artinya bagi Investor

Kehadiran IDX Commodity 20 memberi investor retail maupun institusi alternatif eksposur sektoral yang lebih terukur dibanding membeli saham komoditas satu per satu. Bobot maksimal 15% membatasi dominasi satu emiten, sehingga risiko konsentrasi lebih terkendali.

Namun perlu dicatat, 20 konstituen ini didominasi saham berkapitalisasi besar dengan free float bervariasi — dari 11,89% (ADMR) hingga 51,03% (BRMS). Free float rendah membatasi jumlah saham yang diperdagangkan, yang bisa memperbesar volatilitas harga saat arus dana masuk atau keluar secara mendadak.

Bagi emiten, masuknya saham ke indeks baru berpotensi mendatangkan aliran dana pasif dari produk reksa dana indeks atau ETF yang melacak IDX Commodity 20. Efeknya baru terasa signifikan jika produk pelacak indeks ini benar-benar terbit dan menghimpun dana besar.

Terkini