Sony Kuasai RDNA 5 Mobile, Steam Deck 2 Terancam Pakai Chip Lama

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:24:01 WIB
Ilustrasi chipset AMD RDNA 5 yang dikabarkan menjadi basis perangkat handheld masa depan Sony.

Sony dikabarkan mengamankan akses eksklusif ke arsitektur chipset mobile AMD RDNA 5 untuk perangkat handheld masa depannya. Eksklusivitas ini berpotensi memaksa Valve dan Microsoft beralih ke arsitektur RDNA 4m yang lebih rendah untuk konsol generasi berikutnya. Kepastian pasokan chip menjadi penentu arah persaingan handheld PC dalam beberapa tahun ke depan.

Laporan analis Digital Foundry dan leaker teknologi KeplerL2 menyebut Sony kemungkinan menjadi satu-satunya produsen yang mendapat akses ke chip tersebut. Eksklusivitas bisa lahir dari kontrak formal maupun volume pemesanan Sony yang memenuhi syarat produksi minimum AMD.

Dampaknya langsung terasa ke rival. Handheld Xbox yang digodok Microsoft, Steam Deck 2, hingga penerus PC handheld dari vendor lain diperkirakan harus puas memakai arsitektur RDNA 4m yang tertanam di lini prosesor Ryzen Z3 Series.

Spesifikasi Canis, Handheld Misterius Sony

Perangkat yang dikembangkan Sony saat ini mengusung nama kode Canis. Desain ini menjadi implementasi RDNA 5 mobile paling konkret yang beredar di publik.

Meski dirancang beroperasi pada daya hemat 15 Watt, Canis dilaporkan mampu melampaui performa komputasi Xbox Series S. Klaim itu muncul dari bocoran spesifikasi yang beredar di forum teknologi.

Bocoran spesifikasi utama Sony Canis mencakup CPU 4 core Zen 6c dengan clock hingga 2,2 GHz, GPU 12 sampai 20 Compute Units berbasis RDNA 5, memori LPDDR5X-7500 pada bus 128-bit, serta target daya 15W.

Satu hal yang belum jelas: apakah Canis dirancang native menjalankan game PlayStation 5, PlayStation 6, atau butuh patch optimasi khusus dari pengembang. Ketidakpastian ini membuat posisi Canis di ekosistem PlayStation masih abu-abu.

Ryzen Z3 Jadi Penopang Handheld Pesaing

AMD disebut berencana memamerkan RDNA 4m lewat jajaran chipset Ryzen Z3 dan Z3 Extreme pada awal 2027. Chip ini menggabungkan GPU RDNA 3.5 dengan kemampuan machine learning RDNA 4 untuk mendongkrak fitur upscaling FSR 4.1.

Kombinasi itu bukan RDNA 5, tetapi tetap menghadirkan peningkatan generasional. Bagi vendor yang tidak mendapat akses ke chip eksklusif Sony, Ryzen Z3 menjadi jalur paling realistis untuk merilis handheld baru.

Valve Belum Temukan APU untuk Steam Deck 2

Valve berulang kali menegaskan tidak akan meluncurkan Steam Deck 2 sebelum menemukan APU yang sanggup membawa lompatan performa antar-generasi tanpa mengorbankan daya tahan baterai.

Jika Valve gagal mengamankan pasokan RDNA 5, varian chipset custom Z3 berkode Gainsborough disebut sebagai kandidat utama Steam Deck 2. Chip itu diproyeksikan mendongkrak performa hingga dua kali lipat dibanding Steam Deck generasi pertama pada tingkat konsumsi daya yang sama.

Namun angka dua kali lipat itu belum cukup menjawab standar Valve. Perusahaan asal Bellevue tersebut ingin lompatan yang terasa signifikan, bukan sekadar peningkatan inkremental yang bisa ditandingi pesaing.

Mengapa Eksklusivitas Chip Menentukan Peta Persaingan

AMD memegang posisi kunci karena hampir semua handheld PC premium memakai prosesor buatannya. Keputusan mengalokasikan varian RDNA 5 mobile ke satu pelanggan besar otomatis membatasi pilihan vendor lain.

Bagi Sony, eksklusivitas ini memperkuat strategi perangkat handheld yang menyasar pengalaman bermain setara konsol dalam bentuk portabel. Bagi Valve dan Microsoft, jalur Ryzen Z3 berarti mereka harus bersaing lewat ekosistem, harga, dan kualitas layar ketimbang keunggulan silikon mentah.

Belum ada konfirmasi resmi dari AMD, Sony, maupun Valve soal laporan ini. Semua pihak masih bungkam, sehingga detail kontrak dan jadwal peluncuran Canis tetap spekulatif hingga pengumuman resmi muncul.

Terkini