Rumah Oksigen Balita di Kalbar, Perlindungan Bayi Saat Karhutla

Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:24:01 WIB
Rumah Oksigen Balita di Kubu Raya menyediakan ruang aman bernapas bagi bayi dan balita di tengah kabut asap karhutla Kalimantan Barat.

Kabut asap karhutla di Kalimantan Barat memaksa ibu ekstra waspada, terutama yang punya bayi dan balita. Rumah Oksigen Balita hadir di Kubu Raya sebagai ruang aman bernapas, lengkap dengan pemurni udara, nebulizer, hingga area bermain edukatif untuk menjaga kesehatan si kecil.

Kualitas udara yang memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan jadi ancaman nyata bagi saluran pernapasan bayi. Kelompok usia ini paling rentan karena paru-parunya masih berkembang. Karena itu, Kantor Lazismu Pimpinan Pusat 'Aisyiyah menyalurkan bantuan untuk mendukung Rumah Oksigen Balita di Kalimantan Barat.

Bantuan diserahkan kepada Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Kalimantan Barat. Sasaran utamanya jelas: bayi dan balita yang tinggal di area terdampak kabut asap.

Lokasi dan Pengelola Rumah Oksigen Balita

Rumah Oksigen Balita berlokasi di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Arteri Supadio, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Penanggung jawab program dari KL Lazismu PP 'Aisyiyah, Rifka Anisa, menyebut fasilitas ini dikelola lewat kolaborasi lintas unsur Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Kalimantan Barat.

Bantuan disalurkan melalui PWA Kalimantan Barat, lalu dikelola Lazismu Kalimantan Barat. Pelaksanaannya melibatkan Majelis Kesehatan 'Aisyiyah, LLHPB PWA, MDMC, MLH Kalimantan Barat, PDA Kubu Raya, LSBO Kubu Raya, serta MKS PWM Kalimantan Barat.

Isi Bantuan: dari Pemurni Udara sampai Nebulizer

Perlengkapan yang disalurkan dirancang untuk kebutuhan harian balita selama masa darurat. Ada alat pemurni udara Aqua Purifier KJ300F-VNUI, masker, tisu basah dan kering, serta perlengkapan istirahat seperti kasur, bantal, tikar, karpet, dan rak penyimpanan.

Untuk asupan gizi, tersedia makanan ringan balita, susu, dan vitamin anak. Peralatan kesehatan juga dilengkapi nebulizer Omron NE-C28, termometer, dan timbangan digital. Permainan edukatif ikut disiapkan agar anak tetap bisa bermain di tengah situasi bencana.

Bukan Cuma Fisik, tapi juga Trauma Healing

Kabut asap dan situasi darurat bisa memicu rasa takut pada anak. Rumah Oksigen Balita dirancang memberi kenyamanan psikologis lewat lingkungan yang aman, sarana memadai, dan ruang istirahat layak.

Rifka menjelaskan harapan dari program ini. "Melalui dukungan tersebut, Kantor Lazismu PP 'Aisyiyah berharap beban keluarga yang terdampak karhutla, khususnya yang memiliki bayi dan balita, dapat berkurang," ujarnya.

Ia menambahkan, program ini diharapkan jadi tempat aman dan nyaman bagi anak, sekaligus mendukung kesehatan dan kondisi psikologis mereka selama menghadapi bencana.

Titik Layanan Rumah Oksigen di Kalbar

Layanan Rumah Oksigen kini tersebar di sejumlah titik lingkungan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Posko koordinasi utama ada di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Titik lain mencakup ITEKES Muhammadiyah Kalbar di Sungai Raya Dalam, Universitas Muhammadiyah Pontianak di Jalan Ahmad Yani, POLITA Pontianak di Jalan Ampera, SMK 1 Muhammadiyah Kubu Raya di Rasau Jaya, serta SD Muhammadiyah 1 dan 2 Pontianak.

Dukungan juga tersedia di MHCC Desa Kapur, Kabupaten Kubu Raya. Ada pula layanan Rumah Oksigen bergerak yang menjangkau Parit Timur, Sungai Ambawang, dan Puskesmas Korpri di Sungai Raya Dalam. Kabupaten Sintang mendapat layanan lewat kolaborasi Muhammadiyah dan Forstar.

Yang Perlu Ibu Perhatikan Saat Kabut Asap

Jika si kecil batuk terus-menerus, napas cepat, atau tampak lemas saat udara sedang buruk, segera cari ruangan dengan udara bersih dan konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Rumah Oksigen bisa jadi pilihan ruang aman sementara.

Kolaborasi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Kalimantan Barat memastikan bayi serta balita tetap mendapat perlindungan selama masa darurat. Bagi ibu yang tinggal di area terdampak, layanan ini bisa dimanfaatkan untuk menjaga napas dan kenyamanan anak sampai kualitas udara membaik.

Terkini