Marshall Bromley 150 hadir sebagai speaker pesta portabel dengan output 200W, baterai tahan 40 jam, dan rating IP55 tahan debu serta air. Speaker ini dijual US$499 (sekitar Rp 8,2 juta) dan menjadi model terkecil dalam lini party speaker Marshall, di bawah Bromley 450 dan Bromley 750. Desain bergaya amplifier dengan knob tactile membuatnya cocok untuk pengguna yang ingin suara besar dalam bodi ringkas.
Marshall Bromley 150 menempatkan diri sebagai speaker pesta portabel yang bisa dibawa ke mana saja tanpa mengorbankan tenaga. Bobotnya 13,9 pon atau sekitar 6,3 kilogram, dengan dimensi 11,69 x 11,42 x 8,19 inci, sehingga masih muat diletakkan di atas meja TV atau meja dapur.
Spesifikasi Utama Marshall Bromley 150
- Daya output: 200W
- Driver: woofer 6,5 inci 40W, dua full-range 2 inci 6W, dan passive radiator 7,5 inci
- Respons frekuensi: 42Hz–20KHz
- Konektivitas: Bluetooth 5.3 (SBC, AAC, LC3), Auracast, jack 3,5mm, USB-C, dua combo jack XLR/6,35mm
- Baterai: hingga 40 jam, paket baterai bisa diganti pengguna
- Ketahanan: rating IP55 (tahan debu dan air)
- Dimensi: 11,69 x 11,42 x 8,19 inci; bobot 13,9 pon
- Warna: Black and Brass
Fitur Unggulan: Karaoke, Amplifier, dan Suara 360 Derajat
Dua combo jack XLR/6,35mm membuat Bromley 150 bisa berfungsi ganda sebagai amplifier dan mesin karaoke. Musisi bisa mencolokkan mikrofon atau instrumen langsung ke speaker tanpa perangkat tambahan.
Marshall juga membenamkan teknologi True Stereophonic 360 derajat. Speaker depan dan belakang bekerja bersama menciptakan pengalaman mendengar yang merata, ke mana pun posisi pendengar terhadap speaker.
Untuk koneksi nirkabel, dukungan Auracast memungkinkan pengguna merangkai beberapa unit Bromley sekaligus tanpa batas jumlah. Fitur multipoint dan Bluetooth 5.3 melengkapi paket konektivitas speaker ini.
Baterai 40 Jam dan Daya Charger ke Perangkat Lain
Baterai 40 jam menjadi salah satu nilai jual terbesar Bromley 150. Angka itu jauh di atas Sony ULT Tower 5 yang diklaim 20 jam, JBL PartyBox 130 dengan 15 jam, dan JBL Xtreme 5 yang bertahan 28 jam.
Port USB Out pada speaker bisa dipakai mengisi daya ponsel atau laptop. Paket baterainya juga dapat diganti sendiri oleh pengguna, sama seperti seri Bromley lain dan Sony ULT Tower 5.
Kualitas Suara: Bass Kencang, Panggung Suara Lebar
Pengujian mendengarkan memperlihatkan karakter suara yang bertenaga. Lagu "Von Dutch" dari Charli xcx terdengar tebal dengan bass yang menggetarkan lantai, tetapi tetap terkontrol. Synthesizer frekuensi tinggi tidak tenggelam oleh dominasi low-end.
Saat memutar "Unamerican" dari Dead Sara, gitar, vokal, dan rhythm section menempati ruang masing-masing. Riff gitar keluar dengan gigitan dan tekstur yang jelas, sementara power chord terdengar berat dan bertenaga.
Lagu "Nova" dari Four Tet menunjukkan sisi detail speaker ini. Ketukan, klik, dan pola berulang terdengar tegas, dengan panggung suara yang cukup lapang untuk memberi ruang pada tiap elemen.
Kekurangan: Aplikasi Minim dan Tanpa LDAC
Aplikasi Marshall Bluetooth dinilai terlalu dasar. Pengguna hanya bisa mengatur channel Auracast, memprogram tombol "M" untuk lampu strobo, dan memasang timer mati otomatis. Tidak ada equalizer lanjutan seperti pada aplikasi Sony Sound Connect yang menyediakan EQ 10-band.
Bromley 150 juga tidak mendukung codec LDAC, hanya SBC dan AAC. Padahal speaker rumah Marshall seperti Acton IV dan Stanmore IV sudah punya LDAC. Ketiadaan codec ini bukan masalah besar untuk speaker pesta yang berfokus pada bass, tetapi patut dicatat bagi pengguna yang mengejar audio resolusi tinggi.
Harga dan Posisi Dibanding Kompetitor
Marshall membanderol Bromley 150 seharga US$499 (sekitar Rp 8,2 juta) atau £399. Harga itu sedikit lebih mahal dari Sony ULT Tower 5 (US$448) dan JBL PartyBox 130 (US$449).
Sony ULT Tower 5 menawarkan input RCA untuk turntable, dukungan LDAC, aplikasi lebih matang, dan output 300W. Namun Bromley 150 unggul dalam hal bentuk lebih ringkas, lampu LED lebih elegan, serta desain yang jauh lebih rapi dibanding PartyBox 130 yang tampil mencolok.
Ketahanan juga jadi pembeda. Rating IP55 Bromley 150 lebih tinggi dari Sony ULT Tower 5 yang hanya IPX4 dan tidak tahan debu. Soal daya tahan baterai, Bromley 150 meninggalkan semua pesaingnya jauh di belakang.
Cocok untuk Siapa
Bromley 150 menyasar pengguna yang butuh speaker pesta mudah dibawa tanpa kompromi kualitas suara. Desain bergaya amplifier dengan aksen kuningan dan handle terintegrasi membuatnya nyaman dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain.
Musisi yang manggung skala kecil juga mendapat nilai tambah dari dua port XLR untuk mikrofon dan instrumen. Rating IP55 memungkinkan speaker dipakai di balkon atau area semi-terbuka saat hujan ringan.
Bagi yang mengutamakan aplikasi lengkap dan LDAC, Sony ULT Tower 5 bisa jadi alternatif. Tetapi untuk bass yang menggetarkan ruangan dengan tampilan yang menggoda, Marshall Bromley 150 sulit ditandingi di kelasnya.