Kecelakaan Beruntun Wuling Binguo EV di Tol Ancol: Pelajaran Soal e-Toll Jatuh

Kecelakaan Beruntun Wuling Binguo EV di Tol Ancol: Pelajaran Soal e-Toll Jatuh
Pengemudi Wuling Binguo EV kehilangan kendali setelah berusaha mengambil kartu e-Toll yang jatuh di lantai mobil.

Satu detik kehilangan fokus di jalan tol terbukti cukup untuk memicu kecelakaan beruntun. Kecelakaan yang melibatkan Wuling Binguo EV, truk kontainer, dan bus Transjakarta di Tol Wiyoto Wiyono Km 20, Ancol Barat, Jakarta Utara, terjadi karena pengemudi berusaha mengambil kartu e-Toll yang jatuh di lantai mobil. Insiden ini jadi pengingat keras bahwa mengambil benda jatuh sambil menyetir bukan sekadar ceroboh, tapi berbahaya fatal.

Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Wiyoto Wiyono Km 20, Ancol Barat, Jakarta Utara, sekitar pukul 07.00 WIB. Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Bramanggala, menyebut insiden melibatkan tiga kendaraan sekaligus: mobil Wuling Binguo EV bernopol B-1891-SNV, truk kontainer B-9871-GYU, dan bus Transjakarta V-7205-TGX.

Dugaan sementara, pengemudi Wuling berinisial WS kehilangan konsentrasi karena berusaha mengambil kartu e-Toll yang terjatuh di lantai mobil. Aksi itu dilakukan saat kendaraan masih melaju dari GT Ancol Barat menuju arah Pluit.

Kronologi: Dari Kartu Jatuh sampai Tabrakan Beruntun

Menurut keterangan Reiki, pengemudi Wuling kehilangan kendali saat mencoba meraih kartu e-Toll. Mobil listrik itu menabrak truk kontainer di depannya, lalu oleng ke kanan dan masuk lajur 1.

Di saat bersamaan, bus Transjakarta melaju dari arah Tanjung Priok menuju Pluit di lajur yang sama. "Sehingga KR-1 (Wuling) menabrak KR-3 (TransJ) dan terjadilah kecelakaan lalu lintas," kata Reiki dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).

Mobil listrik akhirnya berhenti melintang di lajur 1 dengan kepala menghadap selatan. Kerusakan cukup parah: bodi Wuling rusak berat, truk kontainer patah as roda belakang, dan bodi samping kiri bus Transjakarta penyok.

Korban dan Dampak Kerusakan

Pengemudi Wuling, WS, mengalami luka robek di bagian kepala. Korban sudah dilarikan ambulans ke RS Hermina Sunter, Jakarta Utara. Tidak disebutkan ada korban lain dari truk kontainer maupun bus Transjakarta.

Kerusakan material juga tidak ringan. Truk kontainer yang patah as roda belakang praktis tidak bisa melanjutkan perjalanan, sementara bus Transjakarta harus dievakuasi karena bodi sampingnya rusak. Insiden ini sempat mengganggu arus lalu lintas di lajur 1 tol menuju Pluit.

Kenapa Mengambil Barang Jatuh Sambil Menyetir Sangat Berbahaya

Bahaya multitasking saat mengemudi bukan opini. Laporan berjudul The Battle for Attention yang disusun Dr. Neale Kinnear dan Dr. Alan Stevens dari Transport Research Laboratory (TRL), serta Neil Greig dari Institute of Advanced Motorists (IAM), menyimpulkan menyetir adalah proses rumit yang butuh kerja otak intensif.

Saat menyetir sambil mengerjakan hal lain, fokus terbagi dan otak bisa salah proses atau lambat merespons. Ujungnya kendali mobil hilang dan membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

"Ini adalah bukti, jika memang diperlukan, bahwa multitasking dan mengemudi sama sekali tidak bisa disatukan," kata Sarah Sillars, Chief Executive Officer IAM.

Hitungan Jarak: Satu Detik Bisa Berarti 22 Meter

Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, memberi gambaran konkret soal kecepatan di tol. Pada 80 km/jam, mobil melaju sekitar 22 meter per detik. Pada 100 km/jam, angkanya 27 sampai 28 meter per detik.

"Ketika kehilangan konsentrasi satu detik saja entah karena teleponan, asap rokok, dengar radio, dan lain sebagainya, mobil sudah meluncur kurang lebih 8 meter," kata Jusri seperti dikutip detikOto.

Artinya, merunduk mengambil kartu e-Toll selama dua sampai tiga detik di kecepatan 80 km/jam sama dengan berkendara buta sejauh puluhan meter. Di lajur tol yang padat, jarak itu lebih dari cukup untuk menabrak kendaraan di depan.

Yang Harus Dilakukan Kalau Kartu e-Toll Jatuh

Jangan pernah meraba-raba atau merunduk mencari kartu sambil mobil masih berjalan. Jika kartu benar-benar hilang dan tidak ada cadangan, berhentilah tepat di Gardu Tol Otomatis (GTO).

Tekan tombol bantuan di mesin GTO atau lambaikan tangan ke arah bilik petugas. Petugas akan membantu proses transaksi tanpa Anda harus membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Catatan untuk Pengemudi Mobil Listrik

Wuling Binguo EV yang terlibat dalam insiden ini punya karakter khas kendaraan listrik: torsi instan dan akselerasi responsif. Karakter itu bagus untuk berkendara normal, tapi justru memperbesar risiko saat pengemudi kehilangan fokus sepersekian detik.

Jusri juga mengingatkan bahwa jalan tol bukan berarti lebih aman. "Ketika kita di jalan bebas hambatan atau tol, bukannya kita lebih aman tapi jauh lebih berbahaya. Karena semua kecepatan kendaraan di sana itu tinggi sekali," ujarnya.

Kecelakaan beruntun memang lebih rentan terjadi di tol karena kecepatan tinggi dan jarak antarkendaraan yang rapat. Satu kesalahan kecil bisa merembet ke kendaraan lain dalam hitungan detik.

Berita Lainnya

Index