Danantara Menunggu Tender Lahan 32,2 Hektare di Makkah untuk Kampung Haji

Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:24:01 WIB
Danantara menunggu hasil tender lahan 32,2 hektare di Ajyad Al Sadd, Makkah, untuk perluasan Kampung Haji.

Danantara tengah menunggu hasil tender pengelolaan lahan seluas 32,2 hektare di area Ajyad Al Sadd, Makkah, yang berjarak 650 meter dari Masjidil Haram. Lahan dengan kode Plot No. 3 itu menjadi kunci perluasan Kampung Haji, kawasan akomodasi terpusat jamaah haji Indonesia. Jika menang tender, Danantara akan mengantongi dua aset lahan sekaligus untuk proyek yang ditargetkan menampung 18.000 jemaah dalam satu waktu.

Direktur Pelaksana Danantara Rohan Hafas menyatakan proses tender Plot No. 3 masih berjalan dan perseroan belum menerima keputusan dari otoritas Arab Saudi. Lahan di Ajyad Al Sadd itu menjadi bidikan utama karena posisinya yang hanya 650 meter dari Masjidil Haram.

"Saat ini, kami sedang menunggu hasil tender untuk Plot No. 3 di area Ajyad Al Sadd, sebuah lahan seluas 32,2 hektare yang berjarak hanya 650 meter dari Masjidil Haram," kata Rohan dalam acara Internasional Hajj Fund Forum ISEF 2026 di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Dua Aset Lahan Jika Menang Tender

Kemenangan atas Plot No. 3 akan melengkapi portofolio lahan Danantara di Makkah. Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi telah mempercayakan pengelolaan kawasan Thakher City kepada Danantara sejak akhir tahun lalu.

Dengan tambahan lahan di Ajyad Al Sadd, Danantara berpotensi mengembangkan dua aset sekaligus untuk Kampung Haji. Rohan menyebut kombinasi ini membuka ruang integrasi layanan yang lebih luas bagi jamaah Indonesia.

14 Plot di Thakher City Disiapkan Jadi Satu Ekosistem

Di Thakher City, Danantara tengah mempersiapkan 14 bidang tanah yang akan menyatukan hotel, area komersial, tempat ibadah, ruang publik, dan fasilitas pendukung dalam satu ekosistem terpadu. Kawasan ini direncanakan mampu menampung sekitar 18.000 jemaah dalam satu waktu.

Rohan menegaskan pembangunan Thakher City merupakan bagian dari inisiatif Kampung Haji yang lebih luas. Proyek ini merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 2025.

"Pembangunan Thakher City merupakan bagian dari inisiatif Kampung Haji yang lebih luas dalam rangka memenuhi Instruksi Presiden Nomor 15," tegas Rohan Hafas.

Novotel Makkah Thakher City Jadi Fondasi Awal

Danantara resmi mengakuisisi Novotel Makkah Thakher City dengan kapasitas 1.461 kamar. Hotel ini dapat menampung sekitar 4.400 jamaah haji dan menjadi aset pertama yang beroperasi di kawasan tersebut.

"Hotel ini merupakan fondasi pertama dari kehadiran Indonesia dalam ekosistem layanan haji dan umrah di Makkah. Berlandaskan aset ini, visi kami jauh, jauh lebih besar, yaitu untuk menciptakan dan mengintegrasikan sebuah kawasan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi jemaah Indonesia dan masyarakat luas," papar Rohan.

Mengapa Kampung Haji Penting bagi Jamaah Indonesia

Indonesia merupakan salah satu pengirim jamaah haji terbesar di dunia. Kehadiran akomodasi terpusat di sekitar Masjidil Haram berpotensi memangkas biaya logistik dan meningkatkan kualitas layanan selama musim haji.

Bagi Danantara, proyek ini menjadi uji pertama pengelolaan aset investasi di luar negeri yang bersinggungan langsung dengan layanan publik. Keberhasilan tender di Ajyad Al Sadd akan menentukan seberapa cepat ekosistem Kampung Haji terbentuk.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi mengenai nilai investasi total maupun jadwal penutupan tender Plot No. 3. Danantara menyatakan akan mengumumkan perkembangan proyek setelah proses tender selesai.

Terkini