Update Galodo Solok Hari Ini: Satu Korban Meninggal, Satu Masih Dicari, Jalan Padang-Solok Kembali Dibuka

Rabu, 23 September 2026 | 09:56:21 WIB
Ilustrasi banjir bandang atau galodo membawa material lumpur, batu dan kayu. Galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dan berdampak terhadap rumah warga, jalan serta kompleks perkantoran pemerintah. Ilustrasi: AI/Selaras Riau

SELARASRIAU.COM, SOLOK – Penanganan banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, masih berlangsung hingga Rabu (23/9/2026). Tim SAR gabungan masih mencari satu warga yang dinyatakan hilang. Sementara satu korban lain yang sebelumnya ikut dilaporkan hilang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Di tengah proses pencarian korban, kondisi akses utama Padang-Solok mulai membaik. Jalan nasional yang sebelumnya tertutup lumpur, batu, kayu dan material banjir bandang kini sudah kembali dapat dilalui kendaraan secara bertahap. Namun pengendara tetap diminta berhati-hati karena proses pembersihan material dan pemulihan jalan masih berlangsung.

Galodo Solok terjadi pada Senin (21/9/2026) malam setelah hujan lebat mengguyur kawasan Gunung Talang dan sekitarnya. Material banjir menerjang Nagari Batang Barus, kawasan Arosuka, hingga kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Dampaknya tidak hanya merusak rumah warga dan gedung pemerintahan, tetapi juga sempat memutus jalur utama yang menghubungkan Padang dengan Solok.

Satu Korban Ditemukan Meninggal

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu dari dua warga yang sebelumnya dinyatakan hilang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban diketahui bernama Daffi Arrahman, warga Kayu Aro Aia Baliang, Kabupaten Solok.

Tim SAR gabungan menemukan korban setelah melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai serta memeriksa tumpukan material yang terbawa banjir. Sementara satu warga lainnya hingga Rabu masih dalam pencarian.

Tim SAR terus menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur aliran banjir bandang.Proses pencarian dilakukan bersama Basarnas, BPBD, TNI, Polri serta relawan dan masyarakat. Selain korban meninggal dan hilang, banjir bandang Solok juga menyebabkan warga mengalami luka-luka.

Data BNPB sebelumnya mencatat satu orang mengalami luka berat dan tiga lainnya luka ringan. Namun pendataan di lapangan masih terus berkembang sehingga jumlah warga terdampak dapat mengalami perubahan.

Jalan Padang-Solok Kembali Dibuka

Kabar penting lainnya datang dari akses Jalan Padang-Solok. Jalan nasional yang sebelumnya tidak dapat dilalui karena tertutup material galodo kini mulai kembali terbuka. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan jalan nasional maupun jalan provinsi yang terdampak telah mulai bisa digunakan kendaraan.

"Alhamdulillah, berkat koordinasi jajaran pemerintah daerah dan balai terkait, akses jalan provinsi maupun jalan nasional sudah mulai terbuka dan bisa dilewati," kata Mahyeldi.

Pembukaan akses dilakukan setelah alat berat dikerahkan membersihkan material lumpur, batu hingga kayu yang menutupi badan jalan. Meski sudah dapat dilalui, kondisi jalan belum sepenuhnya kembali normal. Pengendara yang melakukan perjalanan Padang-Solok maupun sebaliknya diminta mengurangi kecepatan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Petugas masih melakukan pembersihan di sejumlah titik. Material sisa galodo juga masih terlihat di sisi jalan dan kawasan perkantoran Kabupaten Solok. Karena itu, masyarakat yang hendak bepergian melalui jalur Padang-Solok disarankan tetap memantau perkembangan kondisi jalan terbaru.

100 hingga 150 Rumah Terdampak

Dampak galodo Solok juga mulai terlihat lebih luas setelah pendataan dilakukan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkirakan sekitar 100 hingga 150 rumah warga terdampak. Jumlah warga yang terkena dampak diperkirakan mencapai sekitar 300 orang.

Sebagian warga harus meninggalkan rumah karena bangunan terkena lumpur, batu maupun material kayu. Rumah Dinas Wakil Bupati Solok kemudian dijadikan salah satu tempat pengungsian sementara. Sekitar 50 warga ditampung di lokasi tersebut.

Sebagian masyarakat lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat atau warga di kawasan yang tidak terkena banjir bandang. Data mengenai jumlah pengungsi sempat berbeda karena proses pendataan masih berlangsung.

BPBD Kabupaten Solok sebelumnya mencatat sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa berada di dua lokasi pengungsian. Sementara pembaruan pemerintah daerah menyebut jumlah warga yang membutuhkan lokasi pengungsian sekitar 50 orang.Perbedaan angka tersebut menunjukkan data dampak galodo masih terus diperbarui seiring petugas melakukan pendataan dari rumah ke rumah.

12 Kantor Pemerintah Rusak Berat

Banjir bandang Arosuka juga menghantam kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Sedikitnya 12 kantor dinas dilaporkan mengalami kerusakan berat. Di antaranya Kantor Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Solok.

Material lumpur, batu dan kayu masuk ke dalam bangunan dan menutupi halaman maupun akses kantor. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu pelayanan pemerintahan.

Pemerintah daerah kini menyiapkan langkah sementara agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski sejumlah kantor belum dapat digunakan secara normal.

Pemprov Sumbar juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat mengenai kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Selain gedung pemerintahan dan rumah warga, puluhan kendaraan ikut terdampak. Data BPBD sebelumnya mencatat sedikitnya 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan akibat galodo.

Hujan Lebat Picu Galodo Solok

BMKG memastikan hujan lebat menjadi salah satu faktor utama yang memicu banjir bandang Solok. Berdasarkan pengamatan BMKG, curah hujan di kawasan Solok mencapai sekitar 94 milimeter per hari. Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung terus-menerus meningkatkan debit air hingga memicu banjir bandang di kawasan Gunung Talang.

Material dari bagian hulu kemudian terbawa arus menuju kawasan yang lebih rendah. Batu, tanah, lumpur hingga kayu bergerak mengikuti aliran air dan menghantam kawasan permukiman serta pusat pemerintahan Kabupaten Solok. BMKG juga mengingatkan potensi hujan lebat di Sumatera Barat masih perlu diwaspadai.

Masyarakat diminta memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini, terutama warga yang tinggal di sekitar sungai, lereng bukit dan kawasan rawan longsor.

Tim Gabungan Masih di Lapangan

Ratusan personel gabungan masih dikerahkan untuk menangani dampak galodo. Fokus utama saat ini adalah mencari warga yang masih hilang, membersihkan material dan membantu masyarakat terdampak.

Alat berat juga terus bekerja membuka akses dan mengangkut material batu serta kayu. Selain pencarian korban, kebutuhan warga di pengungsian menjadi perhatian pemerintah.

Bantuan makanan, air bersih, pelayanan kesehatan hingga kebutuhan dasar lainnya mulai disalurkan. Pemerintah daerah juga mulai melakukan pemetaan kerusakan untuk menentukan langkah rehabilitasi setelah masa tanggap darurat selesai.

Warga Diminta Tetap Waspada

Meski Jalan Padang-Solok sudah mulai dapat dilalui, penanganan galodo belum selesai. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan hujan kembali turun.

Kondisi tanah di sekitar kawasan terdampak masih perlu dipantau karena telah menerima curah hujan tinggi. Warga juga diminta tidak mendekati aliran sungai maupun lokasi longsor apabila hujan deras kembali terjadi.

Hingga Rabu (23/9/2026), satu korban galodo Solok tercatat meninggal dunia dan satu lainnya masih dalam pencarian. Akses Padang-Solok sudah mulai kembali terbuka, sementara pembersihan kawasan Arosuka, pencarian korban dan pendataan kerusakan masih terus dilakukan.

Sekitar 100 hingga 150 rumah terdampak, ratusan warga terkena dampak, serta belasan kantor pemerintahan mengalami kerusakan akibat banjir bandang tersebut. (*)

Terkini