Ulasan Hotel Buatan AI Meningkat 2025, Ini Cara Traveler Menghindarinya

Sabtu, 19 September 2026 | 10:23:02 WIB
Originality.ai menemukan lebih dari 20 persen ulasan hotel mewah pada 2025 dihasilkan AI.

Originality.ai menemukan lebih dari 20 persen ulasan hotel mewah pada 2025 dibuat oleh kecerdasan buatan, angka yang dua kali lipat dibanding 2022. Temuan ini penting bagi traveler yang terbiasa membaca ulasan sebelum memesan kamar, karena ulasan sintetis cenderung menutupi keluhan asli dengan pujian seragam. Simak pola dan ciri yang bisa dikenali sebelum kamu terkecoh.

Perusahaan verifikasi konten Originality.ai memeriksa ulasan hotel mewah sepanjang 2025 dan menemukan lebih dari 20 persen di antaranya dihasilkan AI, seperti dikutip dari USA Today. Angka itu dua kali lipat dibandingkan 2022. Ulasan buatan mesin ini punya kecenderungan khas: 57 persen di antaranya memberi peringkat bintang lima.

Praktik ini tidak muncul begitu saja. Pelaku industri akomodasi memakai AI generatif untuk membanjiri ruang publik dengan pujian sintetis, sekaligus menenggelamkan keluhan yang sebenarnya.

"Industri ini menggunakan AI generatif untuk membanjiri ruang publik dengan pujian sintetis dan menenggelamkan keluhan yang sebenarnya," kata Jack Charman, penyelidik swasta yang memimpin perusahaan intelijen di London.

Bukan Cuma Teks, Foto Properti Juga Disunting

Modifikasi tidak berhenti di kolom ulasan. Sejumlah perusahaan akomodasi memakai AI untuk menghapus elemen yang mengganggu dari foto properti. Tiang listrik dan dinding bata bisa hilang hanya dengan satu klik dari daftar properti Airbnb. Pantai resor yang ramai pengunjung disunting hingga tampak sepi dan masih alami.

Rafay Baloch, CEO dan pendiri REDSECLABS, sebuah perusahaan keamanan siber, menyebut AI juga bisa mempromosikan hotel atau maskapai secara halus. Caranya dengan menyesuaikan tampilan situs web berdasarkan kebiasaan menjelajah pengguna, sehingga produk terlihat lebih menarik dari kenyataan.

Ciri Ulasan AI: Terlalu Sempurna dan Seragam

Ada beberapa pola yang bisa dikenali traveler sebelum mempercayai sebuah ulasan. Scott Dylan, pendiri perusahaan modal ventura AI di Mountain View, California, menelusuri pola linguistik ini bersama tanda-tanda lain yang membedakan tulisan manusia asli dari mesin.

"Orang asli biasanya menyebutkan nama staf atau detail spesifik yang mungkin agak berantakan. AI lebih suka memberikan pujian umum," ucapnya.

Teks yang terlalu sempurna jadi tanda pertama. AI menulis dengan gaya khas, banyak memakai tanda pisah (dash) dan kalimat berpola "bukan x, melainkan y".

Ulasan Muncul Serentak dalam Waktu Berdekatan

Ulasan asli biasanya masuk bertahap selama berbulan-bulan. Ulasan buatan AI muncul masif dan terkoordinasi untuk mendongkrak popularitas hotel atau restoran dengan cepat. Jika sebuah hotel mendapat 20 ulasan sangat positif pada hari Selasa namun nihil ulasan di sisa bulan tersebut, kemungkinan besar itu ulah jaringan bot.

Waspadai Pola Penilaian Bintang

Penilaian bintang juga bisa jadi petunjuk. Akun asli umumnya memberi bintang 3-4 karena itu penilaian yang rasional. Ulasan berbintang 5 atau 1 perlu dicurigai sebagai penipuan, atau balas dendam dari seseorang.

Bagi traveler yang merencanakan staycation keluarga maupun solo, kebiasaan membaca ulasan tetap penting. Bedanya, kini perlu disaring lebih dulu: cek apakah ada detail spesifik seperti nama staf atau kejadian tertentu, perhatikan rentang waktu kemunculan ulasan, dan jangan langsung percaya pada deretan bintang lima yang datang serentak.

Terkini