PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai mempercepat digitalisasi sembilan kelompok usaha binaan di sekitar wilayah operasionalnya. Workshop literasi digital dan branding berlangsung 11–12 September 2026, diikuti 30 perwakilan pelaku UMKM. Pelatihan menyasar strategi pemasaran digital hingga pembuatan konten promosi visual berstandar komersial.
Percepatan digitalisasi UMKM binaan Pertamina Kilang Dumai diwujudkan lewat "Workshop Penguatan Literasi Digital dan Branding" bagi mitra binaan program Community Involvement and Development (CID)/Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pelatihan digelar di Dumai, Riau, dengan fokus memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai tambah produk lokal di tengah kompetisi pasar digital yang makin ketat.
Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai, Tengku Muhammad Rum, menyebut pelatihan ini sebagai strategi perusahaan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis teknologi.
"Kegiatan ini merupakan komitmen Pertamina untuk terus mendorong kemandirian masyarakat, khususnya kelompok binaan, agar mampu berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi pemasaran modern," ujar Muhammad Rum dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).
Materi Pelatihan: dari Product Placement hingga Konten Visual
Sebanyak 30 perwakilan dari sembilan kelompok usaha binaan mengikuti pelatihan yang berfokus pada ekosistem pemasaran digital. Materi disusun untuk membekali pelaku UMKM dengan keterampilan praktis yang langsung bisa diterapkan.
- Penyusunan strategi product placement
- Tata letak katalog produk
- Pembuatan konten promosi visual berupa foto dan video produk berstandar komersial
- Penerapan konten di platform e-commerce dan media sosial
Muhammad Rum menambahkan, workshop ini diharapkan memperkuat brand positioning kelompok binaan sekaligus menjamin keberlanjutan usaha atau business sustainability mereka.
"Melalui workshop ini, kami berharap kolaborasi dengan akademisi dapat terus berlanjut dan berkembang, khususnya dalam meningkatkan literasi digital kelompok binaan, memperkuat brand positioning, serta menjamin keberlanjutan usaha (business sustainability) mereka," tambahnya.
Gandeng Politeknik Caltex Riau sebagai Instruktur Teknis
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai menggandeng akademisi dari Politeknik Caltex Riau (PCR), yaitu Jan Alif Kreshna, SST, MSc., dan Anggy Trisnadoli, MT, beserta tim mahasiswa sebagai instruktur teknis. Kolaborasi ini merupakan kelanjutan kemitraan strategis kedua institusi dalam pengembangan inovasi berbasis masyarakat.
Sebelumnya, Kilang Dumai dan PCR telah mengembangkan aplikasi SIMINAH (Sistem Monitoring Minyak Jelantah) yang saat ini tengah disiapkan untuk perluasan skala kemanfaatan.
Dorong Kemandirian Ekonomi Berbasis Teknologi
Langkah penguatan kapasitas UMKM ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Program ini juga menyokong agenda Asta Cita Pemerintah dalam memajukan sektor UMKM nasional.
Bagi pelaku usaha binaan, pelatihan semacam ini menjadi bekal praktis menghadapi persaingan di kanal digital. Kemampuan menyusun katalog, memproduksi konten visual, dan menempatkan produk di platform e-commerce menjadi faktor penentu apakah produk lokal mampu bersaing atau sekadar bertahan di pasar konvensional.