Pipa Minyak Arab Saudi 1.200 Km Ditutup, Ekspor Lewat Laut Merah Terhenti

Ahad, 13 September 2026 | 08:24:02 WIB
Pipa minyak Arab Saudi ditutup sementara setelah serangan di sejumlah titik.

Paragraf pembuka: Jaringan pipa yang membentang dari ladang minyak Abqaiq di timur Saudi hingga Pelabuhan Yanbu di Laut Merah itu dikelola Saudi Aramco, perusahaan minyak yang mayoritas sahamnya dikuasai pemerintah Arab Saudi. Serangan menghantam sejumlah titik di wilayah Riyadh dan Madinah, menimbulkan korban luka dan kerusakan pada peralatan operasional pipa.

Kementerian Energi Saudi menyatakan pipa ditutup sementara sebagai langkah pencegahan. Rekaman video dari lokasi memperlihatkan kepulan asap membubung dari salah satu bagian jaringan pipa.

Dari Mana Serangan Berasal?

Kantor Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi menyatakan drone diluncurkan dari Provinsi Maysan di tenggara Irak. Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, dan baik pemerintah Arab Saudi maupun Irak belum mengidentifikasi siapa dalang di balik serangan itu.

Irak sendiri menjadi tempat beroperasinya sejumlah kelompok bersenjata yang didukung Iran, sehingga dugaan mengarah ke salah satu kelompok tersebut.

Analis kebijakan keamanan dan pertahanan Wolfgang Pusztai menduga serangan ini bagian dari tekanan Teheran terhadap Riyadh. "Saya yakin serangan ini kemungkinan besar merupakan perintah dari Teheran. Dari sudut pandang Teheran, ini merupakan bentuk dukungan terhadap tujuan perang Houthi di Yaman, yaitu agar Arab Saudi menarik diri dari Yaman," kata Pusztai.

Menurut Pusztai, kelompok-kelompok yang didukung Iran memperhitungkan bahwa semakin besar tekanan yang dirasakan Arab Saudi akibat serangan di wilayahnya, semakin besar pula kemungkinan Saudi menarik diri dari Yaman.

Mengapa Pipa Ini Penting bagi Pasar Minyak?

East-West Pipeline selama ini menjadi jalur alternatif utama Arab Saudi untuk mengekspor minyak tanpa harus melewati Selat Hormuz. Jalur tersebut semakin krusial di tengah perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran yang mengganggu lalu lintas pelayaran di selat strategis itu.

Dengan pipa ditutup, Arab Saudi kehilangan opsi menghindari Hormuz. Pusztai menilai kondisi ini justru memperkuat blokade Iran terhadap selat tersebut.

"Di sisi lain, hal ini tentu semakin memperkuat blokade Iran terhadap Selat Hormuz karena Teheran tidak lagi membiarkan Arab Saudi melewati Selat Hormuz melalui jalur alternatif. Ini memberikan sinyal kepada Arab Saudi, dan mungkin negara-negara Teluk lainnya, bahwa Iran tidak dapat dipercaya," ujar Pusztai.

Apa Dampaknya ke Pasar Energi Global?

Selat Hormuz adalah jalur pelayaran yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia setiap harinya. Ketika jalur alternatif seperti East-West Pipeline lumpuh, negara-negara Teluk lain yang bergantung pada rute serupa berpotensi menghadapi risiko yang sama.

Kelompok Houthi yang berperang melawan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mendapat dukungan Iran. Serangan terhadap infrastruktur Saudi dinilai menjadi cara Teheran menekan Riyadh agar menghentikan keterlibatannya di Yaman.

Pemerintah Arab Saudi masih melakukan penyelidikan atas serangan tersebut. Belum ada keterangan resmi soal berapa lama pipa akan ditutup dan seberapa besar volume ekspor yang terganggu.

Penutup: Penutupan East-West Pipeline menandai pertama kalinya jalur ekspor alternatif Arab Saudi lumpuh sejak konflik AS-Israel dengan Iran memanas. Bagi pasar global, hilangnya rute ini mempersempit pilihan pemasok minyak untuk menghindari risiko geopolitik di Selat Hormuz.

Terkini