Hutama Karya Tindak 505 Truk ODOL di Jalan Tol, 342 Ribu Kendaraan Terdeteksi Langgar Muatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:58:24 WIB

JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) terus memperketat pengawasan terhadap truk ODOL (Over Dimension Over Loading) di berbagai ruas jalan tol yang dikelolanya. Upaya ini dilakukan untuk mendukung Gerakan Nasional Zero ODOL sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan menjaga kualitas infrastruktur jalan tol.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Hutama Karya menjaring 1.280 kendaraan angkutan barang melalui Operasi ODOL yang digelar bersama Kementerian Perhubungan, Korps Lalu Lintas Polri, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, 775 kendaraan dinyatakan memenuhi ketentuan, sedangkan 505 truk ODOL terindikasi melanggar aturan dimensi maupun muatan dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan kendaraan ODOL masih menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan lalu lintas sekaligus mempercepat kerusakan jalan tol.

Menurutnya, kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas memiliki risiko lebih besar mengalami kegagalan pengereman, kehilangan kendali, hingga terguling. Selain membahayakan pengemudi dan pengguna jalan lainnya, beban berlebih juga mempercepat kerusakan perkerasan jalan, jembatan, serta struktur pendukung jalan tol.

"Karena itu, kepatuhan terhadap aturan dimensi dan muatan kendaraan menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan," ujar Hamdani.

Operasi ODOL dilaksanakan di sejumlah ruas Tol Trans Sumatera maupun jalan tol lainnya yang dikelola Hutama Karya, antara lain Tol Binjai–Langsa, Indrapura–Kisaran, Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat, Pekanbaru–XIII Koto Kampar, Pekanbaru–Dumai, Palembang–Indralaya, Indralaya–Prabumulih, Terbanggi Besar–Kayu Agung, Bengkulu–Taba Penanjung, Betung–Jambi, Sigli–Banda Aceh, Padang–Sicincin, JORR Seksi S, hingga Akses Tanjung Priok.

Selain pemeriksaan langsung di lapangan, Hutama Karya juga mengoptimalkan penggunaan Weigh in Motion (WIM), yaitu sistem penimbangan kendaraan yang mampu mendeteksi pelanggaran dimensi dan muatan tanpa menghentikan kendaraan.

Selama Januari hingga Juli 2026, sistem WIM mencatat 342.748 kendaraan angkutan barang terindikasi tidak memenuhi ketentuan dimensi dan/atau muatan. Data tersebut menjadi dasar penguatan pengawasan dalam mendukung implementasi Zero ODOL di Indonesia.

Hamdani menegaskan bahwa pengawasan terhadap truk ODOL bukan hanya bertujuan menegakkan aturan, tetapi juga menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan dan mempertahankan kualitas layanan jalan tol.

Karena itu, Hutama Karya terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan aparat penegak hukum agar pelaksanaan Gerakan Nasional Zero ODOL berjalan lebih efektif.

Selain pengawasan, perusahaan juga mengajak perusahaan logistik, pemilik usaha angkutan barang, dan para sopir truk untuk memastikan kendaraan yang dioperasikan sesuai dengan batas dimensi dan kapasitas muatan yang telah ditetapkan.

Kepatuhan terhadap aturan tersebut dinilai dapat mengurangi risiko kecelakaan, menekan biaya pemeliharaan jalan akibat kerusakan dini, sekaligus menciptakan distribusi logistik yang lebih aman dan efisien.

Hutama Karya juga mengingatkan seluruh pengguna jalan tol agar selalu mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman, menggunakan lajur sesuai peruntukannya, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.

Sebagai bagian dari kampanye SETUJU (Selamat Sampai Tujuan), Hutama Karya terus mengedukasi masyarakat mengenai bahaya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) melalui berbagai media, mulai dari Variable Message Sign (VMS), spanduk, media sosial, media massa, hingga pengumuman di gerbang tol dan rest area.

Untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan, Hutama Karya juga menyediakan aplikasi Mozy yang memuat informasi tarif tol, kondisi lalu lintas melalui CCTV, lokasi rest area dan SPBU, rekomendasi kuliner, hingga fitur tombol darurat (SOS). Pengguna jalan yang membutuhkan bantuan selama melintas di ruas tol Hutama Karya dapat menghubungi Call Center Terintegrasi di 150-700 atau WhatsApp 0811-2777-000. */(Dep)

Terkini