Lima Saksi Diperiksa, Polisi Dalami Kematian Dokter Residen Anestesi di Siak

Kamis, 16 Juli 2026 | 07:34:43 WIB
Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos.

SELARASRIAU.COM, SIAK - Upaya mengungkap penyebab meninggalnya dokter residen anestesi Alex Cristo Loris (30), yang ditemukan tak bernyawa di samping RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Selasa (14/7/2026), masih terus dilakukan penyidik Satreskrim Polres Siak. Hasil autopsi belum dapat memastikan penyebab kematian korban sehingga polisi kini menunggu hasil analisis Laboratorium Forensik sebagai dasar penentuan penyebab kematian.

Saat ini, kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor). Sejumlah sampel yang diambil saat autopsi sedang dianalisis dan diperkirakan hasilnya baru akan diketahui dalam waktu sekitar dua pekan.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam melalui Kasatreskrim AKP Raja Kosmos mengatakan autopsi terhadap jenazah korban selesai dilaksanakan pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, dokter forensik belum dapat memberikan kesimpulan akhir.

"Otopsi telah selesai dilaksanakan. Namun dokter forensik belum bisa memastikan penyebab kematian karena masih memerlukan pemeriksaan lanjutan terhadap beberapa sampel di laboratorium forensik," ujar Raja Kosmos, Rabu (15/7/2026) malam.

Ia menjelaskan, penyidik telah mengajukan permohonan pemeriksaan sampel ke Laboratorium Forensik sebagai bagian dari proses penyelidikan. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam mengungkap penyebab kematian korban.

"Kami telah membuat surat permohonan pemeriksaan ke laboratorium forensik. Mudah-mudahan hasilnya dapat keluar kurang lebih dua minggu lagi," katanya.

Selain menunggu hasil Labfor, Satreskrim Polres Siak juga terus mendalami kronologi kejadian dengan memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Hingga kini, sedikitnya lima orang telah dimintai keterangan. Mereka terdiri atas petugas keamanan, sopir, pegawai rumah sakit yang pertama kali menemukan korban, rekan sesama peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi, dr. Mayang, serta dr. Beni yang merupakan senior sekaligus pembimbing korban di RSUD Tengku Rafian.

Raja Kosmos menambahkan, proses penyelidikan masih terus berjalan dan jumlah saksi yang diperiksa dapat bertambah sesuai kebutuhan penyidikan.

"Hingga saat ini pemeriksaan saksi masih terus diintensifkan. Perkembangannya akan kami sampaikan setelah hasil laboratorium forensik maupun pendalaman terhadap saksi-saksi selesai," pungkasnya.(dep)

Terkini