YangWang U9, supercar listrik pertama asal China, resmi diuji di sirkuit Zhengzhou dengan tenaga 1.288 HP dan klaim akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,3 detik. Model besutan BYD ini menjanjikan performa setara Ferrari dan McLaren, tetapi bobot 2.470 kg menyisakan catatan tersendiri saat dipacu di lintasan. Pengujian singkat dua putaran memberikan gambaran awal soal karakter berkendara mobil yang dijual dengan harga supercar ini.
BYD membawa YangWang U9 ke sirkuit uji Zhengzhou, fasilitas yang dibangun khusus untuk menguji jajaran kendaraan listrik mereka. Sirkuit ini dilengkapi area low-grip, jalur off-road, dan tanjakan pasir yang memegang rekor Guinness World Records. Pengujian dilakukan dalam sesi singkat yang awalnya hanya menjanjikan dua putaran panas.
Tenaga 1.288 HP dan Arsitektur 1.200 Volt
YangWang U9 mengandalkan sistem penggerak listrik murni dengan keluaran 1.288 horsepower. Baterai memakai teknologi Blade dari BYD yang berbasis kimia LFP, dipadukan arsitektur kelistrikan 1.200 volt. Pengisian cepat diklaim mencapai 500 kW, dengan catatan pengguna harus menemukan charger yang mendukung daya sebesar itu.
Angka pabrikan menyebut akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,3 detik dan waktu putaran Nürburgring di bawah delapan menit. Pada sesi uji di Zhengzhou, U9 sempat menyentuh kecepatan sekitar 200 km/jam di lintasan lurus.
Kesan Pertama: Ringan di Tikungan Awal
Di tikungan pertama, U9 terasa lebih lincah dari perkiraan. Suspensi hidraulik Disus-X bekerja memberi kenyamanan sekaligus dinamika yang cukup untuk menjaga pengemudi tetap terlibat. Karakternya mirip McLaren, hanya saja terasa lebih klinis dan kurang berjiwa.
Rem cakram keramik butuh penyesuaian. Pada kecepatan rendah, daya cengkeramnya terlalu agresif dan sulit diatur. Begitu kecepatan menembus tiga digit, karakter rem berubah progresif dan mudah diprediksi.
Batas Cengkeraman dan Bobot 2.470 Kg
Setelah beberapa putaran, pengemudi mulai mendorong U9 lebih keras. Kontrol traksi yang diturunkan memungkinkan bagian belakang keluar sedikit, dan koreksi setir lawan arah plus angkat pedal gas cukup untuk mengembalikan mobil ke garis lurus.
Masalah muncul ketika kecepatan masuk tikungan dinaikkan. U9 mengalami empat roda meluncur singkat yang membuat pengemudi terkejut. Bobot 2.470 kg langsung terasa begitu understeer muncul, dan hukum fisika tidak bisa dilawan meski suspensi hidraulik sempat menyamarkan bobot itu.
Baterai Blade yang menjadi sumber tenaga memang menambah massa, dan sistem suspensi hidraulik turut menyumbang bobot ekstra. Kualitas rakitan kabin tergolong rapi tanpa bunyi berderit, dengan tata letak yang mudah dipahami. Pintu dihedral elektrik menjadi salah satu detail yang memudahkan pengguna.
Catatan untuk Pasar Supercar
YangWang U9 membuktikan produsen China sudah bisa membangun supercar listrik dengan angka performa yang serius. Namun bobot besar membuatnya belum sepenuhnya setara dengan pesaing Eropa dalam hal kelincahan di lintasan sempit. Pengujian ini berlangsung singkat, sehingga penilaian menyeluruh masih menunggu kesempatan uji yang lebih panjang.