PEKANBARU, SELARASRIAU.COM — Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Riau (MAPALA UMRI) menyelenggarakan pembukaan Pendidikan Dasar Cinta Alam (PDCA) XIV sekaligus Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “From Waste to Value” pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Riau, Jalan K.H. Ahmad Dahlan No. 88, Pekanbaru, sebagai upaya memperkuat kaderisasi mahasiswa sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dalam rangkaian pembukaan tersebut, sebanyak 50 siswa PDCA XIV MAPALA UMRI dilantik untuk mengikuti proses pendidikan dasar. Selanjutnya, para siswa akan menjalani tahapan seleksi materi dan fisik sebagai bagian dari proses pendidikan dan pengkaderan. Tahapan ini diharapkan dapat membangun pengetahuan, karakter, kepedulian lingkungan, serta kesiapan calon anggota dalam menjalankan kegiatan kepencintaalaman.
Pembukaan PDCA XIV dilakukan secara resmi oleh Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Riau, Ayahanda Dr. Baidarus, M.M., M.Ag. Dalam sambutannya, Wakil Rektor II menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut karena menjadi ruang pencerdasan bagi calon anggota MAPALA UMRI dan mahasiswa UMRI secara umum.
Ketua Umum MAPALA UMRI Rivo Claudio dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan PDCA XIV dan FGD “From Waste to Value” merupakan salah satu bentuk komitmen organisasi dalam menerapkan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Ia juga berharap FGD yang melibatkan akademisi dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi dan langkah nyata dalam pengelolaan sampah.
FGD “From Waste to Value” menghadirkan dua narasumber, yaitu Nadya Hermantika, S.T., M.Si., Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kota Pekanbaru, serta Siti Hanifa Sandri, Ph.D., Ketua Program Studi Bisnis Digital UMRI. Diskusi ini mengangkat persoalan sampah sekaligus peluang pemanfaatannya menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Dalam pemaparannya, Nadya Hermantika menyampaikan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Pandangan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, mulai dari individu, komunitas, perguruan tinggi, hingga pemerintah, dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Sementara itu, Siti Hanifa Sandri menyampaikan bahwa sampah dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai jual. Hal ini membuka ruang pembahasan mengenai potensi inovasi, kewirausahaan, dan pengembangan produk bernilai ekonomi melalui pemanfaatan sampah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pembina MAPALA UMRI, Dr. Mitra Unik, M.Kom., dan Manajer Lazismu Pekanbaru, Fadhlullah Nury, S.Ag., M.H., bersama anggota MAPALA UMRI serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Melalui pembukaan PDCA XIV dan FGD “From Waste to Value”, MAPALA UMRI berupaya mengintegrasikan pendidikan kader dengan penguatan kepedulian terhadap persoalan lingkungan. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan pemerintah dalam mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. (Man)