Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max resmi terdaftar di Geekbench AI versi global dengan nomor model berbeda, mengungkap skor pemrosesan AI dan bocoran chipset yang akan dipakai. Kedua flagship ini menjalankan Android 17 dengan RAM sekitar 12 GB, namun mencatat keunggulan di kategori pengujian yang berbeda. Hasil benchmark ini memberi gambaran awal performa AI, meski belum bisa dijadikan patokan mutlak untuk pemakaian harian.
Dua calon flagship Xiaomi, Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max, muncul di basis data Geekbench AI versi global. Kemunculan keduanya menjadi indikasi kuat bahwa Xiaomi tengah menguji versi internasional sebelum peluncuran resmi.
Xiaomi 18 Pro terdaftar dengan nomor model 2609BPN61G, sedangkan Xiaomi 18 Pro Max membawa nomor model 2611FPNFAG. Keduanya tercatat menjalankan Android 17 dan menggunakan platform ARMv8 dari Qualcomm dengan RAM sekitar 12 GB.
Skor Geekbench AI: Siapa Unggul di Kategori Mana
Pengujian Geekbench AI membagi penilaian ke dalam tiga skenario: single precision, half precision, dan quantized. Masing-masing mengukur kemampuan chip dalam menangani beban kerja AI yang berbeda.
Xiaomi 18 Pro mencatat skor 2.565 pada single precision, 3.236 pada half precision, dan 4.667 pada quantized. Sementara Xiaomi 18 Pro Max memperoleh 2.256 di single precision, 3.556 di half precision, dan 5.092 di quantized.
Artinya, Xiaomi 18 Pro unggul di pengujian single precision, sedangkan Pro Max lebih tinggi di half precision dan quantized. Hasil ini menunjukkan benchmark AI tidak selalu menempatkan satu perangkat sebagai pemenang di semua kategori.
Bocoran Chipset: Snapdragon 8 Elite Gen 6 vs Extreme Gen 6
Data benchmark tersebut juga memberi petunjuk soal chipset yang akan digunakan. Xiaomi 18 Pro diperkirakan mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 6, sedangkan varian Pro Max disebut bakal membawa Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6.
Perbedaan chipset ini sejalan dengan pola skor yang muncul. Varian Pro Max yang membawa chip versi Extreme mencatat angka lebih tinggi pada pengujian half precision dan quantized, dua kategori yang biasanya sensitif terhadap kemampuan pemrosesan AI di perangkat.
Keduanya menggunakan platform ARMv8 dari Qualcomm, yang mengonfirmasi bahwa kedua perangkat masih mengandalkan chipset Snapdragon untuk pasar global.
Apa Arti Skor AI untuk Pengguna Sehari-hari
Skor Geekbench AI mengukur kemampuan chip dalam menjalankan tugas berbasis kecerdasan artifisial, seperti pemrosesan gambar, fitur kamera berbasis AI, hingga asisten digital on-device. Semakin tinggi skor, semakin cepat perangkat menyelesaikan tugas tersebut.
Meski demikian, hasil pengujian ini belum dapat dijadikan patokan mutlak untuk menilai performa saat digunakan sehari-hari. Faktor seperti optimasi software, manajemen thermal, dan efisiensi daya tetap berpengaruh besar pada pengalaman nyata.
Pengujian ini juga masih tahap awal. Xiaomi biasanya melakukan beberapa kali penyempurnaan firmware sebelum perangkat dijual ke konsumen, sehingga skor final bisa berbeda dari yang terlihat sekarang.
Kapan Xiaomi 18 Series Meluncur?
Kemunculan Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max di Geekbench AI menjadi sinyal bahwa peluncuran global semakin dekat. Versi internasional biasanya diuji beberapa bulan sebelum tanggal rilis resmi.
Belum ada informasi resmi soal harga, tanggal peluncuran, atau ketersediaan di Indonesia. Namun, mengingat Xiaomi rutin membawa lini flagship-nya ke pasar Indonesia, kemungkinan Xiaomi 18 Series juga akan masuk secara resmi.
Bagi pengguna yang menunggu flagship dengan kemampuan AI lebih kencang, dua model ini layak masuk daftar pantauan. Pantau terus pengumuman resmi Xiaomi untuk detail spesifikasi lengkap dan harga di pasar lokal.