WMO Prediksi El Nino Bertahan Hingga 2027, Indonesia Berpotensi Kekeringan

WMO Prediksi El Nino Bertahan Hingga 2027, Indonesia Berpotensi Kekeringan
Peta suhu permukaan laut Pasifik yang menunjukkan anomali El Nino dipantau melalui data satelit dan pelampung laut.

World Meteorological Organization (WMO) memprediksi fenomena El Nino hampir 100 persen berlanjut hingga Februari 2027 dengan intensitas yang meningkat cepat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gabungan El Nino dan Indian Ocean Dipole membuat musim hujan 2026/2027 datang terlambat dan berlangsung lebih singkat. Peringatan ini berdampak langsung pada sektor pertanian, ketersediaan air, dan kesiapsiagaan bencana di Indonesia.

Rekor Suhu Permukaan Laut Pasifik

Indeks Nino 3.4 yang mengukur suhu permukaan laut Pasifik di pusat El Nino melonjak tajam. Rata-rata naik dari 1,6 derajat Celsius di atas normal pada Juni 2026 menjadi 2,5 derajat Celsius di atas normal pada Agustus.

Pada periode Oktober-November-Desember, indeks Nino 3.4 diperkirakan mencapai sekitar 3,7 derajat Celsius. Angka itu akan mencatat rekor tertinggi sejak pengamatan dimulai, jauh melampaui rekor sebelumnya di 2,6 derajat Celsius pada 2015.

Merujuk laporan Layanan Iklim Copernicus Uni Eropa, NOAA, dan NASA, kondisi ini menjadikan Agustus tahun ini sebagai Agustus terpanas dalam sejarah.

Peringatan Sekjen WMO

Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo menegaskan El Nino tidak menambah panas baru ke planet ini. Fenomena ini melepaskan panas yang tersimpan di bawah permukaan laut.

"El Nino telah terbentuk secara kuat dan intensitasnya meningkat dengan cepat. Prakiraan WMO menunjukkan kemungkinan hampir 100 persen bahwa fenomena ini akan berlanjut hingga Februari 2027, berpotensi menjadi salah satu yang terkuat setidaknya sejak tahun 1950," kata Saulo, dikutip dari laman resmi WMO pada Kamis (8/10).

"El Nino tidak menambahkan panas baru ke planet ini. Fenomena ini melepaskan panas yang telah disimpan lautan di bawah permukaan, itulah sebabnya fenomena yang kuat berujung menjadi salah satu tahun terpanas yang pernah tercatat," ujarnya.

Wilayah yang Terdampak

WMO memperkirakan pergeseran besar pola curah hujan seiring menguatnya El Nino. Sejumlah wilayah akan mengalami curah hujan di atas normal, terutama di sekitar Pasifik tengah dan timur sebelah timur Date Line.

Wilayah lain yang berpotensi lebih basah meliputi Tanduk Afrika, Asia Tengah, Asia Timur, Semenanjung Arab, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Sebaliknya, kekeringan di atas normal diprediksi terjadi di sekitar Pasifik barat dan Samudra Atlantik, meliputi subkontinen India, Amerika Tengah, dan Karibia.

Dampak ke Indonesia

Indonesia termasuk wilayah yang akan mengalami kekeringan. BMKG menyatakan musim hujan 2026/2027 datang terlambat dan berlangsung lebih singkat akibat gabungan El Nino dan IOD.

Dinamika IOD sendiri diperkirakan mencapai puncaknya pada Oktober. Sepanjang Oktober hingga Desember, anomali suhu diprediksi naik sekitar 0,5 derajat Celsius.

Prakiraan WMO merupakan hasil konsensus 13 pusat pengamatan iklim nasional dan internasional. Data dikumpulkan dari pelampung laut, satelit, dan radiosonde secara real-time yang dikoordinasikan WMO.

Bagi pelaku bisnis digital dan startup di sektor agritech, logistik, dan asuransi, pola ini menjadi sinyal untuk menyiapkan model prediksi risiko berbasis data iklim. Pemerintah daerah dan petani perlu mengantisipasi pergeseran jadwal tanam seiring mundurnya awal musim hujan.

Berita Lainnya

Index