Kurt Herd, Pelatih Asal Skotlandia yang Tangani Timnas Dominika

Kurt Herd, Pelatih Asal Skotlandia yang Tangani Timnas Dominika
Pelatih timnas Dominika, Kurt Herd, memimpin sesi latihan bersama skuadnya.

Kurt Herd menjadi satu-satunya pelatih asal Skotlandia yang kini menangani tim nasional putra di sepak bola internasional. Pria 34 tahun itu memimpin Dominika, negara kepulauan Karibia berpopulasi sekitar 65.000 jiwa, lebih dari 4.000 mil dari kampung halamannya di Dundee. Herd ditunjuk permanen pada Agustus setelah sebelumnya menjalani periode singkat.

Kurt Herd bukan sekadar pelatih kepala Dominika. Ia merangkap analis, pemandu bakat, ahli gizi, hingga instruktur yoga bagi tim yang seluruh pemainnya amatir. Herd adalah satu-satunya staf penuh waktu di skuad nasional tersebut.

"Badai nyata dalam beberapa pekan terakhir, tapi luar biasa bagi saya sebagai pelatih untuk menguji diri sendiri," kata Herd kepada BBC Scotland. "Ini tiga atau empat pekan tersulit sekaligus terbaik dalam karier saya sejauh ini."

Pekerjaan Seorang Diri di Kursi Pelatih Dominika

Dominika menempati peringkat 182 dunia. Sebagian besar pemainnya berkompetisi di liga domestik yang oleh Herd disamakan dengan League 2 Skotlandia. Ia tidak punya staf lengkap — hanya satu asisten yang sehari-hari bekerja sebagai guru sekolah.

"Semua jatuh ke pundak saya. Orang lain punya pekerjaan masing-masing," ujar Herd. "Saya tidak keberatan karena saya perlu mengendalikan situasi untuk sekarang, sebab kami sedang dalam siklus perubahan."

Berburu Pemain Lewat Instagram dan Database

Aturan di Dominika membatasi jumlah pemain diaspora maksimal enam orang. Perubahan regulasi pada Januari akan membuka peluang bagi Herd merekrut pemain yang memiliki kakek-nenek asal Dominika.

Metodenya sederhana tapi melelahkan. Herd duduk berjam-jam di Instagram memeriksa profil pemain, mencari tanda bendera Dominika di bio. Ia juga dibantu jaringan pemandu bakat di Amerika Serikat, Kanada, Eropa, dan Inggris yang menghubungi klub, agen, serta pemain.

"Saya di telepon terus-menerus. Bukan untuk bersenang-senang, tapi karena saya sedang memeriksa profil dan database pemain," tuturnya.

Salah satu nama yang berhasil ia identifikasi adalah kiper Shamal George, mantan pemain St Mirren dan Livingston yang kini memperkuat Bromley.

Yoga, Pola Makan, dan Standar Profesional di Pulau Kecil

Herd menerapkan disiplin ketat meski skuadnya amatir. Para pemain kini menjalani yoga dan latihan mindfulness. Ia terus mengingatkan pentingnya pola makan dan tidur, baik dalam sesi tim maupun pertemuan satu per satu.

Ia sendiri berlari setiap pagi dan tidak pernah terlihat memegang bir di malam hari. Tujuannya jelas: memberi contoh standar profesional di depan komunitas yang kini menganggapnya bagian dari mereka.

"Jujur saja berat, tanpa henti," aku Herd. "Saya melakukan semuanya saat ini."

Jejak Karier dari Australia hingga Kirgistan

Sebelum tiba di Karibia dua tahun lalu, Herd bekerja sebagai pelatih akademi Dundee United. Ia pernah melatih di Swedia, Australia, Malaysia, dan Kirgistan. Di Kirgistan, kawanan kambing yang memblokir jalan pernah menunda sesi latihan selama empat jam.

Ia juga sempat bermain futsal melawan mantan striker Portugal Nuno Gomes di sebuah acara FIFA di Paraguay. Di Zurich, ia nyaris berhadapan dengan Arsene Wenger.

"Kami dapat pembagian tim dan saya seperti, 'Ya Tuhan, saya satu tim dengan Arsene Wenger.' Saya foto dan kirim ke rumah. Luar biasa," kenangnya.

Dominika kini berlaga di Concacaf Nations League B. Herd mengaku jatuh cinta pada negara dan penduduknya. Tapi obsesinya pada sepak bola membuatnya tak selalu bisa menikmati keindahan pulau Karibia yang ia tinggali.

Berita Lainnya

Index