Bukan Satu, 9 Tim MTsN 1 Pekanbaru Lolos Final Riset Nasional

Bukan Satu, 9 Tim MTsN 1 Pekanbaru Lolos Final Riset Nasional

PEKANBARU – Prestasi membanggakan ditorehkan siswa MTsN 1 Kota Pekanbaru di KREASI 2026. Bukan hanya satu, sebanyak sembilan tim dari madrasah tersebut berhasil menembus babak final Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) tingkat nasional.

Kesembilan tim tersebut tersebar di lima subbidang penelitian dan bersiap membawa nama Pekanbaru serta Riau pada babak final yang dijadwalkan berlangsung 17-20 Oktober 2026 di Yogyakarta.

Capaian tersebut menjadi menarik karena para siswa harus melalui rangkaian kompetisi yang panjang sebelum mencapai tahap akhir.

KREASI 2026 dimulai dari pendaftaran dan pengiriman proposal, dilanjutkan babak penyisihan, pembekalan laporan penelitian, pengumpulan laporan dan video, hingga penilaian menuju babak final. Kalender resmi KREASI menempatkan final jenjang SMP/MTs pada pekan ketiga atau keempat Oktober 2026.

# 9 Tim Bersaing di Lima Subbidang

Keberhasilan sembilan tim sekaligus menjadi pencapaian tersendiri bagi MTsN 1 Kota Pekanbaru.

Para siswa tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi harus menyusun penelitian, mengidentifikasi persoalan, menentukan metode hingga mempertanggungjawabkan hasil riset mereka.

Daftar peserta final KREASI 2026 menunjukkan kompetisi untuk jenjang SMP/MTs mencakup beragam rumpun penelitian, mulai dari pendidikan dan psikologi, sosial-ekonomi dan kewirausahaan, bahasa dan budaya hingga sains, kesehatan, lingkungan dan teknologi.

Kepala MTsN 1 Kota Pekanbaru, Agus Salim Tanjung, mengatakan keberhasilan mencapai final merupakan hasil proses panjang yang dijalani siswa bersama guru pembimbing.

"Langkah menuju babak final di Yogyakarta ini tentu bukanlah perjalanan yang singkat. Dibutuhkan ketekunan, daya kritis tinggi, serta semangat pantang menyerah bagi para siswa MTsN 1 Kota Pekanbaru dalam memecahkan berbagai permasalahan melalui sudut pandang ilmiah," kata Agus.

# Dari Ide hingga Menjadi Penelitian

Menurut Agus, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pendampingan guru sejak tahap awal.

Siswa harus mengembangkan gagasan menjadi sebuah riset yang dapat dinilai secara ilmiah. Proses tersebut menuntut mereka tidak sekadar memahami teori dari ruang kelas, tetapi juga melihat persoalan di sekitar dan mencari jawabannya melalui penelitian.

Inilah salah satu nilai penting dari kompetisi riset pelajar.

KREASI mendeskripsikan ajang tersebut sebagai ruang bagi peneliti muda untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi. Kompetisi juga melibatkan akademisi serta peneliti dari sejumlah institusi, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan perguruan tinggi.

Dengan sembilan tim mencapai final, MTsN 1 Pekanbaru kini menghadapi tantangan berikutnya: menyempurnakan hasil penelitian serta menyiapkan presentasi di hadapan juri.

# Komite Siap Dukung Keberangkatan ke Yogyakarta

Dukungan tidak hanya datang dari sekolah. Ketua Komite MTsN 1 Kota Pekanbaru Masykur Tarmidzi menyampaikan apresiasi kepada siswa dan guru pembimbing yang berhasil membawa penelitian mereka sampai ke tingkat nasional.

Komite, kata dia, juga siap mendukung persiapan para finalis menuju Yogyakarta.

"Kami dari komite sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras para siswa dan guru pembimbing. Komite siap mensupport rangkaian kegiatan siswa-siswi terbaik kita ini agar dapat tampil maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik untuk Riau di tingkat nasional," ujar Masykur.

Dukungan tersebut diperlukan karena babak final menjadi tahap penting ketika peserta harus mampu menjelaskan gagasan, proses penelitian hingga temuan yang mereka hasilkan.

# Bukan Prestasi Riset Pertama MTsN 1 Pekanbaru

Kelolosan sembilan tim ke final KREASI 2026 juga bukan kali pertama MTsN 1 Kota Pekanbaru menorehkan prestasi di bidang akademik dan penelitian.

Catatan di laman resmi madrasah menunjukkan sekolah tersebut sebelumnya juga mengirim peserta ke berbagai kompetisi sains dan riset.

Pada Mei 2026, delegasi MTsN 1 Kota Pekanbaru meraih empat penghargaan pada final Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KoSSMI) 2026. Pada Juni, salah satu siswanya, Zafran Zaviero Alghifari, juga meraih medali perak pada STEMCO Singapore Global Round 2026.

Jejak di KREASI juga sudah terbentuk sebelumnya. Situs resmi MTsN 1 Pekanbaru mencatat madrasah tersebut pernah meraih empat medali di KREASI Nasional 2024. Catatan itu memberikan pengalaman bagi madrasah untuk kembali mempersiapkan para siswa menghadapi persaingan nasional tahun ini.

# Final KREASI Jadi Ujian Berikutnya

Perjalanan sembilan tim belum selesai. Babak final akan menjadi kesempatan untuk menguji tidak hanya kualitas karya penelitian, tetapi juga kemampuan peserta menjelaskan alasan memilih topik, metode yang digunakan, data yang diperoleh hingga manfaat dari inovasi mereka.

Menurut jadwal yang disampaikan pihak madrasah, para finalis akan berada di Yogyakarta pada 17-20 Oktober 2026. Sementara kalender resmi KREASI menyebut final untuk jenjang SMP/MTs berlangsung pada pekan ketiga atau keempat Oktober.

Pihak madrasah berharap keberhasilan sembilan tim mencapai final tidak hanya berakhir sebagai prestasi kelompok peserta. Capaian tersebut diharapkan ikut memunculkan ketertarikan lebih banyak siswa terhadap riset, sains, teknologi serta kegiatan ilmiah sejak usia sekolah.

Kini, pekerjaan berikutnya bagi sembilan tim MTsN 1 Kota Pekanbaru adalah mematangkan penelitian dan presentasi sebelum menghadapi para finalis dari berbagai daerah di Indonesia. Dari Pekanbaru, mereka akan membawa sembilan karya penelitian menuju Yogyakarta dengan satu target: mengubah tiket final menjadi prestasi nasional. (*)

Meta Description:
Sebanyak 9 tim MTsN 1 Kota Pekanbaru lolos final KREASI 2026 di Yogyakarta. Mereka bersaing di lima subbidang riset tingkat nasional. (*)

#Pendidikan

Index

Berita Lainnya

Index