Bahlil Soroti Mobil Fortuner-Pajero Isi BBM Subsidi: Modifikasi Tangki lalu Dijual Lagi

Bahlil Soroti Mobil Fortuner-Pajero Isi BBM Subsidi: Modifikasi Tangki lalu Dijual Lagi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyoroti penyalahgunaan BBM subsidi oleh pemilik mobil mewah.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kembali menyoroti penyalahgunaan BBM subsidi oleh pemilik mobil mewah, kali ini dengan contoh konkret dari Makassar. Ia menyebut ada mobil sekelas Fortuner dan Pajero yang tangkinya dimodifikasi untuk menampung solar subsidi lebih banyak, lalu dijual kembali. Praktik ini dinilai merampas jatah masyarakat yang benar-benar berhak menerima subsidi.

Bahlil Lahadalia mengangkat kembali persoalan klasik penyaluran BBM subsidi yang tidak tepat sasaran. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa masyarakat dari kalangan mampu yang menggunakan mobil bagus seharusnya merasa malu jika masih mengisi BBM bersubsidi.

Pernyataan itu bukan sekadar imbauan moral. Bahlil menyoroti praktik di lapangan yang jauh lebih serius: modifikasi tangki untuk memperbanyak volume BBM subsidi, lalu menjualnya kembali ke pihak lain.

Praktik di Makassar: Tangki Dimodifikasi, Solar Subsidi Dijual Lagi

Bahlil mencontohkan peristiwa yang terjadi di Makassar. Mobil-mobil sekelas Fortuner dan Pajero tangkinya dimodifikasi agar bisa menampung BBM subsidi dalam jumlah lebih banyak dari kapasitas standar.

Setelah tangki penuh, BBM subsidi itu tidak dipakai sendiri, melainkan dijual kembali. Pola ini membuat subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat kurang mampu justru berpindah ke tangan yang tidak berhak.

"Masa sih kita nggak malu sama saudara-saudara kita yang harus mendapatkan subsidi BBM, tapi jatahnya diambil oleh orang yang mampu, tidak hanya sampai ke sana. Diambil, dijual lagi," ujar Bahlil, dikutip detikFinance.

Ia menambahkan bahwa praktik semacam itu memperparah masalah shifting subsidi. Kalangan mampu yang seharusnya membeli BBM nonsubsidi justru mengambil jatah orang lain.

"Gimana nggak shifting kalau mobil bagus begitu aja diisi pakai minyak subsidi, habis itu dijual lagi. Ya kasihan itu kan saudara-saudara kita yang berhak menerimanya yang kita ambil kan," ujar dia.

Fortuner Diesel dan Pajero Sport: Bukan Konsumen Solar Subsidi

Dari sisi teknis, mobil-mobil yang disebut Bahlil memang tidak dirancang untuk mengonsumsi BBM subsidi. Buku panduan manual menjadi acuan utama soal bahan bakar yang tepat.

Untuk Fortuner diesel dengan mesin 2GD-FTV berkapasitas 2.4L dan 1GD-FTV berkapasitas 2.8L, pabrikan menganjurkan bahan bakar diesel dengan kandungan sulfur 50 ppm atau kurang, serta angka cetane 48 ke atas.

Biosolar memang memiliki angka cetane 48, tetapi kandungan sulfurnya jauh lebih tinggi. Catatan detikOto menyebut sulfur pada biosolar B30 bisa mencapai 2.500 ppm, sementara standar Euro4 hanya 50 ppm.

Bahan bakar dengan sulfur 50 ppm bisa ditemukan pada Pertamina Dex dan Shell V-Power Diesel. Keduanya masuk kategori BBM nonsubsidi dengan harga jauh di atas solar bersubsidi.

Pajero Sport Minta Cetane Lebih Tinggi

Pajero Sport punya kebutuhan berbeda. Buku panduan manual SUV Mitsubishi itu menyarankan bahan bakar dengan angka cetane 51 atau lebih tinggi, plus kandungan sulfur di bawah 50 ppm.

Artinya, solar subsidi tidak memenuhi spesifikasi minimum yang diminta pabrikan. Pemakaian jangka panjang berisiko mempercepat penumpukan deposit di ruang bakar dan mengganggu kinerja injektor diesel modern.

Alphard Pakai Pertalite: Kasus Lain yang Sempat Ditemukan

Praktik serupa juga sempat ditemui pada Alphard keluaran terbaru yang kedapatan mengisi Pertalite. Padahal buku panduan Alphard menyarankan minimal RON 91 untuk mesin 2AR-FE agar bekerja optimal.

Pertalite memiliki angka oktan 90, di bawah rekomendasi pabrikan. Penggunaan BBM dengan oktan lebih rendah dari anjuran bisa memicu knocking dan menurunkan efisiensi pembakaran.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Pengawasan di SPBU masih jadi titik lemah — modifikasi tangki sulit dideteksi tanpa pemeriksaan fisik langsung.
  • Tidak ada sanksi tegas yang disebut dalam pernyataan Bahlil, hanya imbauan moral kepada konsumen mampu.
  • Selisih harga solar subsidi vs nonsubsidi jadi insentif utama praktik jual-ulang BBM bersubsidi.
  • Pemilik mobil diesel modern tetap berisiko kerusakan mesin jangka panjang jika memakai solar bersubsidi terus-menerus.

Bagi pemilik Fortuner, Pajero Sport, atau Alphard, buku panduan manual adalah rujukan paling akurat soal BBM yang tepat. Mengikuti rekomendasi pabrikan bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga menjaga umur pakai mesin dan sistem bahan bakar.

Berita Lainnya

Index