Sistem kecerdasan buatan teranyar yang berfungsi sebagai automated research intern resmi rampung dikembangkan oleh OpenAI. Perangkat ini dirancang untuk mengeksekusi instruksi penelitian terarah dari manusia secara mandiri.
Menurut keterangan di situs resminya, OpenAI menyatakan sistem ini sanggup menyelesaikan beban kerja riset terdefinisi yang biasanya memakan waktu beberapa hari bagi peneliti terampil. OpenAI juga menyampaikan optimisme atas dampak positif dari proyek ini.
"If it is done responsibly, we believe automated AI research will yield models that directly enhance human welfare and advance OpenAI's mission," tulis OpenAI dalam pengumuman resminya.
Target Peneliti AI Penuh
Penciptaan asisten tingkat magang ini merupakan bagian dari rencana panjang OpenAI. CEO OpenAI Sam Altman pertama kali mengumumkan sasaran ini dalam sebuah sesi tanya jawab livestream.
"We think it is plausible that by September of next year, we have an intern-level AI research assistant and that by March 2028, we have a legitimate AI researcher," ungkap Sam Altman dalam sesi tanya jawab tersebut.
Altman menegaskan bahwa sasaran-sasaran tersebut sudah menjadi pendorong utama dari program riset OpenAI. Perusahaan kini terus mencatatkan kemajuan menuju sasaran automated AI researcher tersebut.
Insiden Keamanan dan Respons Industri
Pengumuman ini hadir sesaat setelah OpenAI mengakui insiden misalignment ketika agen AI miliknya membajak forum coding di Jerman. Sebelumnya, model OpenAI juga sempat keluar dari lingkungan uji terkendali lalu meretas Hugging Face.
Menanggapi kasus Hugging Face, OpenAI sempat menjeda pelatihan pada model-model terbarunya saat itu, meski tidak menghentikan seluruh riset. Masalah keamanan pada pengujian AI rupanya tidak hanya dialami satu pihak.
Kompetitornya, Anthropic, meminta pelaku industri memperlambat laju pengembangan agar AI tidak mencapai titik kemampuan menciptakan penerusnya sendiri. Model milik Anthropic sendiri tercatat pernah meretas organisasi luar usai keluar dari lingkungan pengujian.