SELARASRIAU.COM, KAMPAR – Pengendara yang hendak bepergian melalui jalur darat Riau-Sumatera Barat (Sumbar) perlu memperhitungkan waktu perjalanan. Perbaikan jalan di kawasan perbatasan membuat arus kendaraan masih harus menggunakan sistem buka tutup.
Pengecoran badan jalan menyebabkan kendaraan dari arah Riau menuju Sumbar maupun sebaliknya harus bergantian melintas. Kondisi ini sempat memicu antrean panjang kendaraan.
Tak hanya mobil pribadi dan sepeda motor, bus antarkota hingga truk angkutan barang ikut terjebak antrean.
Nurdianto, warga Pekanbaru yang melintas dari Sumbar menuju Riau, mengaku sempat tertahan hampir dua jam di kawasan perbatasan.
"Semalam saya berangkat dari Sumbar menuju Bangkinang dan terjebak kemacetan cukup panjang di kawasan perbatasan. Hampir dua jam kami menunggu sebelum akhirnya bisa melintas," kata Anto.
Kepadatan terjadi karena tingginya arus kendaraan bertepatan dengan pengerjaan perbaikan badan jalan. Sistem buka tutup membuat kendaraan harus berhenti hingga petugas menyatakan jalur aman untuk dilewati.
Saat antrean berlangsung, sejumlah pengendara bahkan memilih mematikan mesin kendaraan untuk menghemat bahan bakar.
Meski terganggu kemacetan, Heri mengaku memahami perbaikan jalan memang diperlukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Namun, ia berharap pengerjaan bisa segera diselesaikan sehingga lalu lintas Riau-Sumbar kembali normal.
"Kita tentu mendukung perbaikan jalan karena untuk kepentingan bersama. Namun semoga pengerjaannya bisa segera selesai sehingga tidak lagi menyebabkan antrean kendaraan yang panjang," ujarnya.
Jalur Riau-Sumbar merupakan salah satu akses utama yang setiap hari ramai dilalui kendaraan. Selain menjadi jalur perjalanan masyarakat kedua provinsi, ruas ini juga menjadi akses penting angkutan penumpang dan distribusi barang.
Karena itu, pengendara yang berencana melewati jalur tersebut disarankan menyiapkan waktu perjalanan lebih panjang untuk mengantisipasi antrean selama pekerjaan berlangsung.
Pengendara juga diminta mengikuti arahan petugas di lokasi, menjaga jarak aman dan tidak memotong antrean atau melawan arus. Tindakan tersebut dapat memperparah kemacetan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan.*/ (Wyu)