Pelatih Datangi Dispora Riau, Pertanyakan Bonus PON yang Mangkrak dan Ancaman Atlet Pindah Daerah

Pelatih Datangi Dispora Riau, Pertanyakan Bonus PON yang Mangkrak dan Ancaman Atlet Pindah Daerah

PEKANBARU - Dua tahun setelah pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut 2024, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau masih belum mampu menuntaskan pembayaran bonus bagi atlet dan pelatih berprestasi.

Kondisi ini menjadikan Riau sebagai satu-satunya provinsi yang hingga kini belum menyelesaikan kewajibannya terhadap insan olahraga yang telah mengharumkan nama daerah di ajang nasional tersebut.

Lambannya penyelesaian bonus PON tahap kedua sebesar 55 persen memicu kekecewaan dan kemarahan para pelatih serta atlet.

Mereka menilai pemerintah daerah, khususnya Dispora Riau, gagal memberikan kepastian terhadap hak-hak yang semestinya diterima para peraih prestasi.

Kekecewaan semakin bertambah setelah muncul pernyataan Kepala Dispora Riau, Yurnalis Basri, yang sebelumnya menyebut bahwa bonus PON bukan merupakan tanggung jawab Pemprov Riau.

Pernyataan itu dianggap melukai perasaan atlet dan pelatih yang selama ini berjuang membawa nama baik daerah.

"Sudah dua tahun kami menunggu. Riau menjadi satu-satunya provinsi yang belum menyelesaikan bonus PON. Ini sangat memalukan, apalagi banyak daerah dengan kemampuan fiskal lebih rendah justru sudah menuntaskan kewajibannya kepada atlet dan pelatih,"ujar pelatih senam Riau, Ahmad Markos, Selasa (2/6).

Menurut Marcos, ketidakjelasan sikap pemerintah menunjukkan rendahnya perhatian terhadap dunia olahraga. Padahal atlet dan pelatih telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kehidupan pribadi demi meraih prestasi bagi Riau.

Sementara pelatih tinju senior, Darman Hutauruk, mengingatkan bahwa kesabaran atlet memiliki batas.

"Kami tidak bisa terus menahan atlet-atlet berprestasi untuk tetap bertahan di Riau. Jika mereka merasa tidak dihargai dan akhirnya memilih pindah daerah, jangan salahkan atlet," tegasnya.

Gelombang kekecewaan tersebut akhirnya membawa para pelatih mendatangi Kantor Dispora Riau untuk meminta kepastian, Selasa (2/6/2026). Namun hingga kini, jawaban yang diterima masih sebatas janji koordinasi dan belum disertai kepastian jadwal pembayaran.

Di hadapan para pelatih, Kadispora Riau Yurnalis Basri mengakui bahwa anggaran pembayaran bonus sebenarnya telah disiapkan.

Namun ia kembali berdalih bahwa kondisi keuangan daerah menjadi kendala dan keputusan pembayaran harus dikoordinasikan dengan Sekretaris Daerah Provinsi Riau.

Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru. Pasalnya, persoalan bonus PON telah berlangsung selama dua tahun tanpa solusi konkret.

Atlet dan pelatih menilai alasan keterbatasan anggaran tidak lagi relevan jika pemerintah memang menempatkan olahraga sebagai prioritas pembangunan daerah.

Alih-alih memberikan kepastian, Dispora Riau kembali meminta para atlet dan pelatih untuk bersabar sambil menunggu hasil koordinasi dengan Sekdaprov Riau.

Situasi ini memperkuat kesan bahwa penyelesaian bonus PON terus berputar pada janji dan birokrasi tanpa tenggat waktu yang jelas.

Di tengah tuntutan penyelesaian hak atlet dan pelatih, Dispora Riau juga meminta para insan olahraga tetap berjuang membela nama daerah dalam berbagai ajang olahraga.

Namun bagi sebagian pelatih, harapan tersebut dinilai sulit diwujudkan jika pemerintah belum menunjukkan komitmen nyata dalam menghargai prestasi yang telah diraih.

Persoalan bonus PON yang tak kunjung tuntas kini bukan lagi sekadar masalah administrasi anggaran.

Kasus ini telah menjadi ujian serius bagi komitmen Pemprov Riau dan Dispora Riau dalam menghargai prestasi olahraga serta menjaga kepercayaan atlet dan pelatih yang selama ini menjadi tulang punggung kejayaan olahraga Riau.

Yurnalis Basri menjelaskan untuk penyelesaian pembayaran bonus PON ini memang sudah dianggarkan oleh Pemprov Riau.

Namun, masalah anggaran yang masih belum baik-baik saja masih menjadi kendala bagi pemerintah untuk membayarkan hak atlet dan pelatih.

"Dispora Riau tentu tidak bisa berdiri sendiri dalam menuntaskan masalah ini. Saya harus berkoordinasi dengan Sekdaprov Riau terlebih dahulu karena beliau yang lebih tahu soal ketersediaan anggaran," kata Yurnalis Basri.

Kadispora Riau itu berjanji akan berkoordinasi masalah pembayaran bonus PON ini dengan Sekdaprov Riau.

"Saya akan koordinasikan dan sampaikan keinginan teman-teman pelatih terlebih dulu dengan Sekdaprov Riau. Apapun hasilnya nanti, kita akan informasikan ke teman-teman pelatih," pungkasnya. (***)

#Olahraga

Index

Berita Lainnya

Index