BRI Region 2 Pekanbaru Terus Dorong Pembiayaan UMKM Melalui KUR Berkualitas

BRI Region 2 Pekanbaru Terus Dorong Pembiayaan UMKM Melalui KUR Berkualitas
Micro Business Department Head Nugraha Ramadan.

PEKANBARU – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Region 2 Pekanbaru menegaskan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tetap dilakukan secara selektif dan mengedepankan prinsip kehati-hatian, meskipun program tersebut merupakan kredit bersubsidi dari pemerintah.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan ramah tamah dan silaturahmi yang dihadiri Regional Business Support Head BRI Region 2 Pekanbaru, Eda Febriyanti, serta Regional Micro Banking Head BRI Region 2 Pekanbaru yang diwakili Micro Business Department Head Nugraha Ramadan, Kamis (7/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, BRI menjelaskan bahwa pengajuan KUR tidak otomatis langsung disetujui. Setiap calon debitur tetap harus melewati proses analisa kredit yang ketat untuk memastikan pinjaman yang diberikan tepat sasaran dan mampu dikembalikan dengan baik.

Proses penilaian meliputi pengecekan riwayat pinjaman, status tunggakan, hingga kemampuan membayar cicilan setiap bulan. Selain itu, usaha calon penerima KUR juga wajib sudah berjalan minimal enam bulan.

Tidak hanya itu, petugas BRI juga melakukan survei langsung ke lokasi usaha untuk memastikan usaha yang dijalankan benar-benar aktif dan layak menerima pembiayaan.

“Analisa dilakukan secara menyeluruh agar cicilan pinjaman tetap sesuai dengan kemampuan usaha nasabah setelah memperhitungkan kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar Micro Business Department Head,  Nugraha Ramadan didampingi Regional Business Support Head BRI Region 2 Pekanbaru, Eda Febriyanti.

BRI menilai langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas kredit tetap sehat sekaligus membantu pelaku UMKM berkembang secara berkelanjutan.

Secara nasional, penyaluran KUR BRI sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp178 triliun yang disalurkan kepada 3,8 juta debitur. Sementara pada 2026, pemerintah kembali memberikan kuota penyaluran KUR kepada BRI sebesar Rp180 triliun.

Penyaluran terbesar masih didominasi sektor pertanian sekitar 45 persen, kemudian disusul sektor perdagangan, industri, perikanan, dan sektor lainnya.

Khusus di wilayah kerja BRI Region 2 Pekanbaru yang meliputi Riau Daratan hingga Kepulauan Riau, BRI saat ini memiliki lebih dari 200 outlet pelayanan yang terdiri dari 22 kantor cabang dan 170 BRI Unit.

Selain itu, terdapat lebih dari 800 tenaga pemasar mikro atau mantri yang bertugas menjangkau pelaku UMKM hingga ke daerah terpencil.

Sepanjang 2025, penyaluran KUR di Provinsi Riau tercatat mencapai Rp6,2 triliun kepada sekitar 90 ribu debitur. Sedangkan di Kepulauan Riau mencapai Rp755 miliar untuk sekitar 14 ribu debitur.

Sementara hingga April 2026, penyaluran KUR di Riau telah mencapai sekitar Rp2,3 triliun hingga Rp2,4 triliun kepada 33 ribu debitur. Sedangkan di Kepulauan Riau mencapai Rp327 miliar.

Mayoritas penyaluran KUR di Riau masih didominasi sektor pertanian dan perkebunan sawit. Sementara di Kepulauan Riau, penyaluran terbesar terserap di sektor perdagangan.

Pada kesempatan terpisah, Regional CEO BRI Pekanbaru, Dian Kesuma Wardhana, mengatakan BRI terus berkomitmen mendukung akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di Riau dan Kepulauan Riau.

“Penyaluran KUR tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian agar kredit yang diberikan tetap sehat dan tepat sasaran,” katanya. (***)

#Ekonomi

Index

Berita Lainnya

Index