Akses Lembah Anai Masih Rawan, HKI Lakukan Penanganan Permanen di Titik Kritis Jalan Padang–Bukittingi

Akses Lembah Anai Masih Rawan, HKI Lakukan Penanganan Permanen di Titik Kritis Jalan Padang–Bukittingi

PADANG -  Akses Jalan Padang–Bukittinggi melalui Lembah Anai masih menjadi perhatian serius menyusul banjir dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu. Dari total sekitar 5,8 kilometer ruas jalan yang terdampak di 15 titik, sejumlah segmen dinilai paling kritis dan berpotensi mengganggu mobilitas warga jika tidak segera ditangani secara permanen.

PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) kini memfokuskan penanganan pada segmen kritis dengan panjang efektif sekitar 800 meter. Penanganan permanen dilakukan menggunakan metode borepile dengan sistem soldier pile di KM 63+500 dan KM 65+200, yang selanjutnya akan dilanjutkan ke KM 62+700 serta titik-titik rawan lainnya di jalur Lembah Anai.

Sekretaris Perusahaan HKI, Philadelphia H.H.P, mengatakan metode borepile dengan sistem soldier pile dipilih karena mampu memberikan kestabilan struktur jangka panjang, aman diterapkan di kondisi tanah berbatu, serta minim getaran sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar.

“Metode ini kami pilih agar penanganan bisa bersifat permanen dan aman. Harapannya, pekerjaan tetap berjalan tanpa harus menutup total akses, sehingga mobilitas masyarakat masih bisa dipertahankan,” kata Philadelphia, Rabu (31/12/2025).

Ia menjelaskan, pekerjaan penanganan permanen ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026. Sejak pascabencana hingga saat ini, sejumlah pekerjaan awal telah dilakukan, seperti perbaikan oprit jalan, normalisasi aliran sungai, serta perbaikan struktur badan jalan.

Untuk mempercepat pekerjaan di lapangan, HKI menambah jumlah alat borepile dari rencana awal lima unit menjadi delapan unit. Hingga Selasa (30/12/2025), tiga unit telah beroperasi di lokasi, sementara unit lainnya akan didatangkan secara bertahap.

Selain itu, penanganan juga difokuskan di sekitar Jembatan Margayasa. Di lokasi ini, HKI melakukan perapihan dan pembersihan material longsoran, sekaligus memperkuat struktur jalan dengan perbaikan oprit di sisi abutment jembatan. Tahapan yang tengah dilakukan meliputi pembentukan matras menggunakan jumbo bag dan timbunan sirtu, sebelum dilanjutkan ke penanganan permanen dengan sistem soldier pile.

“Tujuan utamanya untuk memperkuat badan jalan dari gerusan sungai dan menjaga stabilitas jalan agar lebih aman ke depan,” ujar Philadelphia.

Selama proses pekerjaan berlangsung, HKI terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengaturan lalu lintas di lokasi. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain pemasangan rambu peringatan, pengaturan sistem buka-tutup jalur pada jam tertentu, serta penempatan petugas di lapangan untuk memastikan kendaraan dapat melintas dengan aman.

Pengguna jalan diimbau untuk mengurangi kecepatan dan mengikuti arahan petugas selama melintasi jalur Lembah Anai.

Sejumlah warga yang melintasi Jalan Padang–Bukittinggi via Lembah Anai menyampaikan apresiasi atas upaya penanganan yang dilakukan, sehingga akses vital tersebut dapat kembali tersambung. Jalur Lembah Anai selama ini menjadi akses nasional penting yang menghubungkan Kota Padang dengan Bukittinggi dan wilayah sekitarnya.

HKI juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah, instansi terkait, serta kerja sama masyarakat selama proses penanganan berlangsung. Kolaborasi lintas pihak dinilai menjadi kunci percepatan pemulihan akses dan keselamatan pengguna jalan.

“Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar pekerjaan ini berjalan lancar, sehingga akses dan mobilitas warga Sumatra Barat bisa kembali normal secara permanen,” tutup Philadelphia.***/(dil)

#Nasional

Index

Berita Lainnya

Index