SELARASRIAU.COM - Nama AKBP Dr. Netty Rosdiana Siagian mendadak menjadi perhatian publik. Perwira menengah Polri tersebut mengumumkan pengajuan pengakhiran masa dinas aktif melalui akun Instagram pribadinya, @netty_diana, pada Sabtu (31/10/2026).
Pernyataan itu mengundang perhatian karena Netty bukan sosok baru di lingkungan kepolisian. Ia memiliki perjalanan karier panjang, pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di Polda Metro Jaya, serta dikenal melalui kiprahnya dalam pengembangan tim pengawalan polisi wanita.
Di balik pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) yang disandangnya, Netty juga memiliki latar belakang akademik di bidang hukum dan manajemen. Ia diketahui menyandang gelar doktor ilmu hukum.
Lantas, siapa sebenarnya AKBP Netty Rosdiana Siagian? Bagaimana perjalanan karier, pendidikan, dan prestasi yang pernah diraihnya selama mengabdi di institusi kepolisian?
Profil AKBP Netty Rosdiana Siagian
AKBP Dr. Netty Rosdiana Siagian merupakan seorang perwira polisi wanita yang berkarier di lingkungan Polda Metro Jaya.
Nama lengkapnya dikenal dengan gelar akademik Dr. Netty Rosdiana Siagian, S.H., M.M., M.H. Ia memiliki latar belakang pendidikan hukum dan manajemen yang mendukung perjalanan profesionalnya.
Netty diketahui pernah bertugas di sejumlah satuan kepolisian. Pengalamannya mencakup bidang lalu lintas, kewilayahan, hukum, hingga reserse kriminal.
Salah satu jabatan yang pernah diembannya adalah Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sunda Kelapa pada 2018. Saat itu, ia masih berpangkat Komisaris Polisi (Kompol).
Ia kemudian pernah dipercaya memimpin Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, pada 2022.
Dalam perjalanan karier berikutnya, Netty bertugas di lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sebelum kemudian menempati jabatan Kabagrenmin Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 2026.
Perjalanan Karier dari Lalu Lintas hingga Reserse
Salah satu bagian menarik dari perjalanan karier Netty adalah pengalamannya di bidang lalu lintas.
Ia pernah bertugas sebagai Kepala Unit Brigadir Motor (Kanit BM) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Dari penugasan tersebut, Netty terlibat dalam pengembangan kelompok polisi wanita bermotor bernama The Road Force Blue.
Kelompok ini dibentuk pada 2005 dan awalnya beranggotakan sekitar 25 hingga 30 polwan.
The Road Force Blue bukan sekadar komunitas penggemar sepeda motor. Kelompok tersebut dikembangkan sebagai tim yang memiliki keterampilan berkendara dan kemampuan pengawalan khusus.
Tim ini kemudian dikenal karena keterlibatannya dalam sejumlah kegiatan kenegaraan.
Pada 2018, Netty dipercaya menjabat Kapolsek Sunda Kelapa. Penugasannya di kawasan pelabuhan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Ia juga pernah bertugas sebagai Kasubbagrenmin Bidang Hukum Polda Metro Jaya pada periode 2019–2022.
Selanjutnya, pada September 2022, Netty dipercaya menjadi Penyidik Madya 2 Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Ia kemudian mengemban tugas sebagai Kabagrenmin Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sebelum menempati posisi Kabagrenmin Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 2026.
Rangkaian penugasan tersebut memperlihatkan pengalaman Netty yang tidak hanya berkutat pada satu bidang kepolisian.
The Road Force Blue dan Rekam Jejak Pengawalan Kenegaraan
The Road Force Blue menjadi salah satu catatan yang menonjol dalam perjalanan karier Netty.
Kelompok polwan bermotor tersebut disebut mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan rekor dunia pada 2009 sebagai pasukan wanita pengawal kenegaraan pertama di dunia.
Dalam sejumlah laporan mengenai perjalanan tim tersebut, The Road Force Blue pernah dipercaya mengawal Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam kegiatan konvoi memperingati Hari Kartini pada 21 April 2011.
Tim itu juga disebut pernah menjalankan tugas pengawalan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton serta prosesi pengawalan jenazah Hasri Ainun Habibie.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bukti keterlibatan polwan dalam tugas pengawalan kenegaraan yang selama ini identik dengan personel kepolisian laki-laki.
Kiprah The Road Force Blue sekaligus memperlihatkan bahwa peran polisi wanita dapat berkembang dalam berbagai bidang operasional kepolisian.
Pendidikan AKBP Netty Siagian hingga Meraih Gelar Doktor
Selain perjalanan karier di kepolisian, latar belakang pendidikan Netty juga menjadi perhatian.
Ia diketahui menempuh pendidikan menengah di SMA Plus Negeri 17 Palembang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang.
Netty memiliki gelar Sarjana Hukum (S.H.), Magister Manajemen (M.M.), dan Magister Hukum (M.H.).
Ia juga berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral di bidang Ilmu Hukum dengan predikat cum laude atau lulus dengan pujian.
Pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengembangan dirinya di tengah kesibukan menjalankan tugas kepolisian.
Perpaduan pengalaman lapangan, administrasi kepolisian, dan pendidikan hukum menjadi bekal yang membentuk rekam jejak profesionalnya.
Deretan Penghargaan yang Pernah Diraih
Sepanjang perjalanan kariernya, Netty juga memperoleh sejumlah penghargaan.
Salah satunya adalah Indonesia Women Excellence Award 2021 yang diselenggarakan Indonesia Award Magazine.
Pada November 2025, ia juga menerima piagam penghargaan sebagai Polisi Humanis dari media Mitrapol dalam peringatan HUT ke-9 Mitrapol dan HUT ke-2 Mitrapolitika.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pendekatan humanis dalam menjalankan tugas kepolisian.
Pada April 2026, namanya kembali disebut dalam penerima AMKI Kartini Award 2026. Ia memperoleh penghargaan sebagai Polwan Tangguh dalam Penegakan Hukum dan Kepemimpinan.
Selain itu, pada 10 Februari 2026, Women Lawyer Club (WLC) mengumumkan pengangkatannya sebagai Dewan Pembina organisasi tersebut.
Penunjukan itu memperlihatkan keterlibatan Netty dalam kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas perempuan di bidang hukum.
Pengumuman Pengunduran Diri dari Polri
Perhatian publik terhadap Netty kembali meningkat setelah ia mengumumkan pengajuan pengakhiran masa dinas aktif melalui Instagram pribadinya pada 31 Oktober 2026.
Dalam pernyataan yang dibagikannya, Netty menyebut permohonan tersebut diajukan terhitung sejak 1 September 2026.
Ia menegaskan bahwa keputusan itu diambil berdasarkan kesadaran dan kemauan pribadi, bukan karena paksaan maupun tekanan dari pihak mana pun.
Dalam pesan perpisahannya, Netty juga menyampaikan refleksi mengenai pengabdian, prinsip, dan hati nurani.
Ia menuliskan bahwa meninggalkan institusi yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup dan pengabdiannya bukan keputusan mudah.
Namun, ada kalimat yang paling banyak mendapat perhatian dalam unggahan tersebut.
"Saya tidak pergi karena kehilangan keberanian, tetapi karena saya tidak ingin kehilangan prinsip. Saya tidak takut melepaskan jabatan, tetapi saya takut mengkhianati kebenaran yang saya yakini."
Dalam bagian lainnya, ia juga menuliskan pesan:
"Seragam bisa ditanggalkan, jabatan bisa ditinggalkan, tetapi harga diri dan hati nurani tidak boleh diperjualbelikan."
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari alasan personal yang disampaikan Netty kepada publik. Namun, ia tidak secara terperinci menjelaskan persoalan atau peristiwa tertentu yang melatarbelakangi keputusannya.
Karena itu, tidak tepat jika mengaitkan pengajuan pengunduran dirinya dengan dugaan persoalan tertentu tanpa keterangan dan bukti yang dapat diverifikasi.
Apakah AKBP Netty Sudah Resmi Keluar dari Polri?
Pengumuman pengajuan pengunduran diri perlu dibedakan dari keputusan resmi pemberhentian sebagai anggota Polri.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, pemberhentian anggota Polri diatur melalui ketentuan dan mekanisme administratif yang berlaku.
Dengan demikian, tanggal 1 September 2026 yang disebut Netty dalam unggahannya merupakan tanggal pengajuan pengakhiran masa dinas aktif sebagaimana disampaikannya, bukan otomatis tanggal terbitnya keputusan pemberhentian resmi.
Hingga 1 November 2026, sejumlah pemberitaan yang mengangkat pengumuman tersebut juga menyebut belum memperoleh konfirmasi resmi mengenai persetujuan permohonan dari Polda Metro Jaya maupun Mabes Polri.
Status administratif pengunduran diri Netty karena itu masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi institusi kepolisian.
Rekam Jejak yang Menjadi Sorotan
Perjalanan AKBP Netty Rosdiana Siagian memperlihatkan pengalaman panjang seorang polisi wanita di sejumlah bidang kepolisian.
Mulai dari tugas lalu lintas, pengembangan tim pengawalan polwan, kepemimpinan di tingkat polsek, bidang hukum, hingga administrasi reserse kriminal.
Ia juga memiliki latar belakang pendidikan hingga jenjang doktoral dan menerima sejumlah penghargaan selama perjalanan profesionalnya.
Kini, namanya kembali menjadi perhatian setelah mengumumkan pengajuan pengakhiran masa dinas aktif dari Polri.
Terlepas dari bagaimana proses administratif tersebut berlanjut, perjalanan karier Netty menjadi salah satu kisah tentang kiprah perempuan dalam institusi kepolisian, khususnya dalam bidang operasional, hukum, dan kepemimpinan. (*)