PSSI Ancam Potong Poin Klub jika Kericuhan Suporter Terulang

Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:03:32 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan federasi menyiapkan sanksi pengurangan poin bagi klub yang suporternya kembali terlibat kericuhan.

PSSI menyiapkan sanksi pengurangan poin bagi klub yang suporternya kembali terlibat kericuhan, menyusul tewasnya seorang pendukung Persib Bandung di Bogor. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan ancaman itu sebagai bentuk penegasan bahwa insiden kekerasan di sepak bola tidak bisa dibiarkan berulang.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan telah melakukan pembicaraan tertutup dengan Kapolri untuk merespons meninggalnya seorang suporter Persib Bandung di Bogor. Pembicaraan itu menjadi dasar penyusunan langkah tegas terhadap aksi kriminal yang menyertai pertandingan sepak bola.

Menurut Erick, kerja sama antara PSSI dan kepolisian akan diumumkan dalam satu hingga dua minggu ke depan. Kesepakatan itu mencakup penindakan terhadap tindak kriminal di lingkungan sepak bola, termasuk yang terjadi di luar lapangan.

Sanksi Pengurangan Poin Menanti Klub Pelanggar

PSSI tidak hanya mengandalkan aparat keamanan. Erick menegaskan federasi siap menjatuhkan sanksi pengurangan poin kepada klub yang terlibat atau membiarkan konflik antar suporter terus terjadi.

Ancaman itu berlaku jika insiden serupa kembali muncul setelah peringatan disampaikan. Dengan kata lain, tanggung jawab keamanan tidak lagi hanya dibebankan ke kepolisian, tetapi juga ke manajemen klub.

Erick juga mengimbau seluruh klub menjaga keharmonisan dan mencegah bentrokan antar pendukung. Imbauan itu disampaikan di tengah tekanan publik yang menuntut penyelesaian tuntas atas kekerasan di kompetisi domestik.

Mengapa Kericuhan Suporter Jadi Perhatian Serius

Kasus di Bogor menambah daftar panjang insiden yang melibatkan suporter sepak bola Indonesia. Korban jiwa membuat persoalan ini bergeser dari sekadar pelanggaran disiplin pertandingan menjadi isu keselamatan publik.

Selama ini, sanksi terhadap klub umumnya berupa denda atau larangan kehadiran penonton. Pengurangan poin menjadi opsi yang lebih berat karena langsung memengaruhi posisi klub di klasemen.

Bagi klub, kehilangan poin berdampak pada peluang meraih gelar maupun tiket ke kompetisi Asia. Sanksi itu juga berisiko menurunkan pendapatan dari sponsor dan penjualan tiket.

Langkah Berikutnya

Publik menunggu detail kerja sama PSSI dan Polri, termasuk bentuk penindakan di luar lapangan yang dimaksud Erick. Kejelasan aturan menjadi kunci agar sanksi tidak menimbulkan polemik baru.

PSSI juga belum merinci klub mana yang menjadi sasaran aturan pengurangan poin. Namun arah kebijakannya jelas: federasi ingin mendorong klub lebih aktif mengelola pendukungnya sendiri.

Jika diterapkan konsisten, aturan ini bisa menjadi titik balik penanganan kekerasan suporter di Indonesia. Sebaliknya, tanpa penegakan yang merata, ancaman pengurangan poin hanya akan jadi wacana di atas kertas.

Terkini