INKA Janji Perbaiki KRL Jabodetabek, Minta Maaf ke Pengguna Commuter Line

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:42:01 WIB
Tujuh rangkaian KRL buatan INKA masih menjalani perbaikan di Depo Bukit Duri setelah kembali beroperasi pada 6 Oktober 2026.

PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menyatakan bertanggung jawab memperbaiki rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) buatan perseroan yang masih terkendala operasional di lintas Jabodetabek. Perbaikan dijanjikan mengikuti spesifikasi teknis yang disepakati bersama operator, PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter), setelah sejumlah temuan teknis mencuat sejak rangkaian kembali beroperasi pada 6 Oktober 2026. Permintaan maaf pun disampaikan kepada pengguna Commuter Line yang perjalanannya terganggu.

Jakarta — Tujuh rangkaian KRL buatan INKA sebelumnya menjalani perawatan hampir satu bulan di bengkel sejak awal September 2026. Rangkaian itu kembali masuk layanan pada 6 Oktober 2026, tetapi catatan teknis masih bermunculan selama operasional.

Senior Manager Corporate Communication and Representative Office INKA, Nanang Agung Rohmandiyas, menegaskan perseroan tidak lepas tangan atas kinerja produknya. Menurut dia, tanggung jawab manufaktur berlanjut setelah kereta dipakai dalam pelayanan.

"Tanggung jawab kami sebagai manufaktur mencakup tindak lanjut atas kinerja produk setelah digunakan dalam pelayanan. Kami akan terus bekerja bersama operator untuk menindaklanjuti temuan, memverifikasi hasil penanganan, dan memastikan setiap langkah penyempurnaan mengacu pada persyaratan teknis yang harus dipenuhi," kata Nanang dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (28/10/2026).

Temuan Teknis Setelah Rangkaian Kembali Beroperasi

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengakui kendala operasional pada rangkaian KRL INKA. Seluruh catatan teknis yang muncul setelah rangkaian kembali beroperasi telah disampaikan kepada INKA untuk ditangani.

"Masih terdapat beberapa catatan teknis setelah rangkaian kembali beroperasi. Seluruh temuan tersebut kami sampaikan kepada INKA untuk ditangani," kata Anne dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).

Dampaknya terasa langsung di lapangan. Tujuh perjalanan KRL lintas Bogor–Jakarta harus dibatalkan karena dua sarana masih menjalani perbaikan di Depo Bukit Duri. KAI menyatakan terus memantau agar setiap tindak lanjut diuji lewat performa rangkaian dalam pelayanan.

Dorongan Regulator dan Komitmen Keselamatan

Kendala KRL INKA sempat disorot Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono. Penarikan kembali sejumlah KRL INKA, menurut dia, dilakukan demi menjamin aspek keselamatan dalam pelayanan.

INKA menyatakan sejalan dengan arahan regulator. Nanang mengeklaim rangkaian KRL yang diproduksi perseroan telah mengikuti spesifikasi teknis yang disepakati bersama KAI Commuter serta ketentuan yang ditetapkan regulator.

"Arahan Kementerian Perhubungan menjadi perhatian kami untuk mempercepat tindak lanjut perbaikan dan penyempurnaan, dengan tetap mengutamakan pemenuhan persyaratan keselamatan dan kelaikan operasi," ujar Nanang.

Hasil evaluasi di lapangan, lanjut dia, akan menjadi masukan bagi penyempurnaan proses produksi dan pengendalian mutu. Umpan balik operator dinilai penting agar tindak lanjut temuan memperkuat konsistensi kualitas produk dan keandalannya dalam pemakaian sehari-hari.

Beban Layanan 270 Juta Penumpang

Persoalan keandalan sarana menjadi kian krusial seiring naiknya volume pelanggan Commuter Line Jabodetabek. Sepanjang Januari–September 2026, layanan ini melayani 270.891.261 pelanggan, tumbuh 6,02 persen dibanding periode sama 2025 sebanyak 255.520.949 pelanggan.

"Lebih dari 270 juta perjalanan pelanggan dalam sembilan bulan menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap Commuter Line Jabodetabek. Dalam skala layanan sebesar itu, keandalan setiap rangkaian menjadi sangat penting karena satu gangguan dapat memengaruhi perjalanan lainnya, terutama pada jam sibuk," kata Anne.

INKA menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna Commuter Line. "Kami memahami bahwa gangguan perjalanan berdampak pada aktivitas masyarakat," kata Nanang.

Perseroan berkomitmen menindaklanjuti hasil pemeriksaan bersama KAI Commuter secara bertanggung jawab, dengan mengutamakan keselamatan, keandalan sarana, dan kenyamanan perjalanan. Bagi pengguna harian Jabodetabek, penyelesaian temuan teknis ini menentukan apakah jadwal perjalanan kembali normal pada jam-jam sibuk.

Terkini