LG CNS menyatakan minat membawa platform AI pendidikan G-ONE ke Indonesia setelah sistem itu dipakai Gyeonggi Provincial Office of Education di Korea Selatan. President Director PT LG CNS Indonesia Mark Mansik Won menyampaikan ketertarikan tersebut dalam wawancara eksklusif dengan detikINET, namun penerapannya masih menunggu penyesuaian dan persetujuan pemerintah. G-ONE menyasar beban administrasi guru dan komunikasi sekolah dengan orang tua siswa.
G-ONE merupakan platform AI pendidikan yang dikembangkan LG CNS untuk Gyeonggi Provincial Office of Education. Sistem ini dirancang membantu pekerjaan administrasi sekolah sekaligus menyediakan layanan informasi bagi siswa dan orang tua.
Dua Fitur Inti: Administrasi dan Komunikasi
Fitur AI Administrative Assistant memungkinkan guru menyusun draf dokumen, membuat ringkasan, hingga menerjemahkan informasi. LG CNS berharap teknologi ini memangkas waktu yang dihabiskan guru untuk pekerjaan administratif.
Fitur kedua, AI Communication Helper, mempermudah komunikasi antara sekolah, siswa, dan orang tua. Kebutuhan ini besar di Provinsi Gyeonggi karena terdapat keluarga dari lebih dari 40 negara dengan latar belakang bahasa berbeda.
Perbedaan bahasa kerap menjadi tantangan bagi guru ketika menyampaikan informasi sekolah. G-ONE dirancang mengatasi kendala tersebut melalui dukungan AI.
Pendekatan Sovereign AI dan Data On-Premises
Platform ini memakai pendekatan sovereign AI atau AI berdaulat dengan model LG EXAONE yang disesuaikan menggunakan data pendidikan Gyeonggi. G-ONE juga dirancang berjalan secara on-premises, sehingga data pendidikan dikelola dalam infrastruktur yang dikendalikan institusi terkait.
Dokumen sekolah dapat memuat informasi pribadi siswa, guru, dan orang tua. Pendekatan on-premises memastikan dokumen sensitif tidak dikirim ke layanan AI publik.
Nilai Proyek dan Pengakuan Internasional
LG CNS mengungkap proyek pengembangan G-ONE bernilai sekitar 38 miliar won Korea Selatan dan diberikan pada 2025. Perusahaan menyebutnya sebagai salah satu proyek AI sektor publik terbesar di Korea Selatan.
G-ONE mendapat pengakuan dalam ajang ASOCIO Digital & AI Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 6 Oktober 2026. Lewat platform tersebut, Gyeonggi Provincial Office of Education meraih ASOCIO AI in Education Award 2026.
Mengapa Masuk Indonesia Belum Pasti
Mark menyebut teknologi G-ONE perlu disesuaikan dengan bahasa, kebutuhan administrasi pendidikan, dan kebijakan pengelolaan data nasional. Keputusan penerapan berada di tangan pemerintah Indonesia.
"Saya ingin membawanya ke Indonesia. Tentu saja membutuhkan penyesuaian. Namun, keputusan untuk menerapkannya berada di tangan pemerintah Indonesia," kata Mark.
LG CNS saat ini berupaya memperkenalkan pengalaman pengembangan AI pendidikan di Korea Selatan melalui berbagai forum dan kesempatan kerja sama teknologi. Belum ada pengumuman mengenai kontrak, jadwal implementasi, maupun sekolah di Indonesia yang akan menggunakan G-ONE.
Mark berharap pengalaman Korea Selatan menjadi referensi bagi Indonesia untuk memanfaatkan AI dalam mengurangi beban administrasi guru sekaligus meningkatkan layanan pendidikan.