Bapanas Jaga Inflasi 3,28% Lewat Operasi Pasar dan Stok Beras Bulog

Ahad, 18 Oktober 2026 | 11:23:31 WIB
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyampaikan inflasi nasional September 2026 terjaga di level 3,28 persen.

Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman memastikan inflasi Indonesia tetap terkendali di level 3,28 persen pada September 2026 melalui keseimbangan harga pangan dari produsen hingga konsumen. Stok beras komersial Bulog per 14 Oktober tercatat 15,88 ribu ton, melonjak 120,25 persen dibandingkan sebulan sebelumnya. Penguatan pasokan itu jadi modal pemerintah menahan gejolak harga beras hingga akhir tahun.

Andi Amran Sulaiman menyampaikan inflasi nasional 3,28 persen pada September 2026 masih jauh lebih rendah dibandingkan sejumlah negara sahabat yang mengalami tekanan harga lebih tinggi. Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian itu menilai pengendalian pangan menjadi kunci utama menjaga daya beli masyarakat.

"Inflasinya negara sahabat kemarin kan baru berkunjung, Arab Mesir, 12 persen inflasinya. Jadi kita bersyukur, Indonesia inflasi kita masih 3,28 persen dan terkendali," kata Amran di Jakarta, dikutip dari Antara.

Beras, Telur, dan Daging Ayam Jadi Fokus Pengendalian

Bapanas menempatkan beras, telur, dan daging ayam ras sebagai komoditas strategis yang paling berpengaruh terhadap inflasi dan daya beli. Pemerintah mengatasi anomali di dua sisi ekosistem pangan sekaligus, yakni produsen di hulu dan konsumen di hilir, lewat kebijakan produksi serta distribusi agar harga tetap wajar.

Caranya melalui penguatan produksi, operasi pasar, dan intervensi distribusi. Tujuannya memastikan pasokan tersedia dan harga terjangkau secara merata di berbagai wilayah, dari pusat hingga daerah.

Amran menegaskan kunci pengendalian inflasi terletak pada kemampuan pemerintah mengelola keseimbangan kepentingan petani sebagai produsen sekaligus melindungi konsumen dari gejolak harga. Menurut dia, surplus komoditas tidak boleh terganggu akibat praktik yang merugikan pelaku usaha kecil maupun masyarakat sebagai pembeli.

"Makanya operasi pasar, karena beras kita banyak. Saya sudah minta Bulog melakukan operasi pasar," ujar Amran.

Stok Beras Komersial Bulog Naik 120,25 Persen

Operasi pasar tidak hanya menggelontorkan beras medium, tetapi juga beras premium. Laporan Bapanas per 14 Oktober menunjukkan stok beras komersial di Perum Bulog mencapai 15,88 ribu ton, naik 120,25 persen dari posisi sebulan sebelumnya di kisaran 7,21 ribu ton.

Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam bentuk beras medium juga dipastikan memadai. Penyaluran CBP dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) terus berjalan, termasuk lewat program bantuan pangan beras.

  • Stok beras komersial Bulog per 14 Oktober: 15,88 ribu ton, naik 120,25 persen dari 7,21 ribu ton sebulan sebelumnya
  • Penugasan tambahan SPHP beras: 74,18 ribu ton dari sisa anggaran
  • Realisasi SPHP tambahan per 14 Oktober: 52 ribu ton atau 70,19 persen
  • Penugasan SPHP sebelumnya: 828 ribu ton, tuntas direalisasikan 23 September
  • Bantuan pangan beras tahap III: 33,24 juta penerima, kebutuhan CBP 997 ribu ton
  • Alokasi tambahan SPHP jagung pakan: 150 ribu ton

Antisipasi Kekosongan Stok SPHP di Pasar

Bapanas memberi penugasan tambahan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras kepada Bulog sebanyak 74,18 ribu ton. Penugasan itu diambil dari sisa anggaran yang tersedia untuk mengantisipasi kekosongan stok SPHP di pasaran setelah penugasan sebelumnya sebanyak 828 ribu ton selesai direalisasikan pada 23 September.

Realisasi penyaluran SPHP tambahan sejak awal Oktober hingga 14 Oktober sudah mencapai 52 ribu ton atau 70,19 persen dari penugasan. Program bantuan pangan beras tahap ketiga untuk periode Oktober, November, dan Desember kepada 33,24 juta penerima juga sedang berjalan, dengan kebutuhan CBP diperkirakan mencapai 997 ribu ton.

Intervensi Hulu untuk Peternak Unggas

Stabilitas produk ternak unggas dijaga lewat intervensi sejak tingkat hulu dengan menyasar peternak. Salah satunya melalui program SPHP jagung pakan, di mana Amran menginstruksikan Bulog terus melayani kebutuhan jagung pakan bagi peternak unggas dengan harga lebih ekonomis. Alokasi SPHP jagung pakan direncanakan ditambah 150 ribu ton.

Surplus daging ayam ras tetap dijaga secara proporsional dengan memastikan keseimbangan harga dari hulu hingga hilir. Subsidi biaya angkut di hilir diiringi penguatan sektor hulu bagi peternak unggas agar harga tidak jatuh di tingkat produsen sekaligus tetap terjangkau bagi konsumen.

Bagi pelaku pasar, deretan intervensi itu memberi sinyal bahwa pasokan beras hingga akhir tahun relatif aman. Pemegang saham emiten pangan dan distribusi perlu mencermati realisasi SPHP tambahan, karena kecepatan penyaluran menentukan seberapa besar tekanan harga di pasar ritel pada kuartal IV 2026.

Terkini